
Peperangan yang tiada akhir ini
membuat para pasukan peri dan
pasukan tianchi terkuras habis habisan, mereka tidak tahu kapan peperangan
sengit ini akan berakhir, dan tidak tahu
siapa yang akan menang dan kalah.
peperangan ini berlangsung cukup
lama, hari demi hari, kekuatan di kerahkan
tanpa kenal lelah, musuh tak kunjung
menyerah hingga pada saat semua para
pasukan peri dan pasukan tianchi pasrah
karena mereka sudah tahu batas pertahanan
mereka tidak lagi kuat untuk menerima
serangan dari sang iblis, mereka
hanya mengandalkan takdir yang
menentukannya,
Tak lama setelah itu, akhir nya yang di
takuti pun terjadi, para pasukan iblis
menyerang dengan membabibuta dan
pasukan peri tidak kuat lagi menahan
nya hingga pada saat puncak nya
peperangan ketika pasukan iblis
hendak ingin meruntuhkan benteng
pertahanan itu, tak disangka dan
di duga duga,
Terdengar dari kejauhan, suara kapal
laut berlabuh di tepian, sontak pasukan
iblis, pasukan peri dan pasukan tianchi
itu pun menoleh kearah kapal tersebut,
sekedar info benteng pertahanan ke dua
tersebut terletak dekat dengan laut.
Para pasukan iblis, pasukan peri, dan
pasukan tianchi itu pun tidak tahu siapa
yang menunggangi kapal tersebut,
Untuk sekedar informasi wilayah tempat
benteng pertahanan ke dua ini dekat
dengan perairan laut, jadi untuk sampai
ke benteng pertahanan itu ada
dua jalur untuk di lalui yaitu jalur
darat dan jalur laut.
Dari kejauhan nampak kapal besar
yang berlabuh di tepian, dan tak lama
setelah itu keluar seorang laki laki
yang amat familiar, di sebelah tangan
kanan nya nampak memegang pedang
yang amat tajam, wajah nya tidak
terlihat jelas karena tertutup kabut
tipis yang menyelimuti wajah nya,
Setelah berjalan beberapa langkah
menjauhi kapal tersebut dan terus
berjalan menuju ke medan peperangan
sehingga lama kelamaan kabut tipis
yang menutupi wajah nya tadi
__ADS_1
perlahan lahan wajahnya sudah
nampak terlihat, dan tidak lagi
di tutupi oleh kabut.
"Pangeran.... " ucap tianchi dari kejauhan.
tianchi dan para pasukan benar benar
anatara sadar dan tidak sadar mereka
tidak menyangka bahwa pangeran
Hai fengsi masih hidup dan sekarang
berdiri di depan mereka.
Tiba tiba, langkah kaki Hai fengsi
terhenti, dan tanpa di duga duga, ternyata
Hai fengsi tidak hanya kembali seorang
diri, melainkan shetong juga masih hidup
dan dari kejauhan shetong berterik
kepada tianchi dan pasukan berjubah
hitam.
"Saudaraku, aku kembali...... " teriakan
shetong sambil tersenyum lebar
kepada tianchi dan pasukan berjubah
hitam Hai fengsi.
"Apa kau dan pangeran baik baik saja..."
teriak tianchi kepada shetong yang
jarak mereka berdiri cukup jauh namun
masih bisa mendengarkan suara dan
bisa melihat wajah nya.
"Tentu saja...
Ada pangeran apa aku bisa terluka
kami tidak hanya kembali ber dua saja"
shetong pun menjawab pertanyaan
tianchi dari kejauhan.
"Apa aku tidak dengar... " teriak tianchi
kepada sheting.
Dari pintu kapal terlihat keluar
sesosok prajurit yang sudah tidak
hidup lagi namun kekuatan mereka
tidak bisa di ragukan, jumlah mereka
sangat lah banyak, mereka amat
tinggi dan membawa senjata magis
di tangan mereka, arwah mereka
masih bisa tertarung dan
nampak nyata meski mereka
sudah tiada, dan mereka di namakan
prajurit terkutuk yang di mana
mereka selama ini di kenal
serangan nya yang amat ganas
dan tidak pernah tunduk
kepada siapapun kecuali terhadap
kaisar terdahulu, namun sang kaisar
telah lama kembali berpulang
kepada sang Ilahi namun
kemunculan para prajurit terkutuk
bersama pangeran Hai fengsi.
__ADS_1
membuat penasaran para pasukan
peri dan para pasukan
iblis yang ketar ketir melihat prajurit
terkutuk di depan mereka.
Tanpa menunggu aba aba, para
prajurit terkutuk itu pun segera
menyerbu musuh, membantu
Hai fengsi mengalah kan pasukan
iblis mereka menyerang dengan
sangat brutal, Hai fengsi dan
shetong bergabung dalam
medan peperangan dan
menghunus kan pedangnya
kepada musuh, satu persatu
pasukan iblis itupun mati tanpa
pengampunan, prajurit terkutuk
dengan mudahnya memusnahkan
para pasukan iblis dan sampai
tidak bisa membuat lawan untuk
berkutik di depan mereka,
tidak membutuhkan waktu yang
lama akhir nya peperangan yang
sangat sengit ini di menangkan
oleh pasukan peri yang dimana,
jika tanpa bantuan dari pasukan terkutuk
dan kembali nya Hai fengsi ke medan
peperangan maka kemenangan
dari peperangan ini sangat mustahil
untuk menjadi nyata.
"Sesuai janji ku aku tidak akan
mengikat kalian lagi dan akan
membiarkan jiwa kalian bebas, aku
bersumpah atas pedang leluhur ku
ini, aku Hai fengsi akan membebaskan
kalian dari ikatan kalian terhadap kaisar
terdahulu dan menjadikan arwah kalian
tenang damai tidak ada lagi kekangan. "
ucapan Hai fengsi kepada sang
prajurit terkutuk.
"Semoga kau selalu beruntung nak..
Aku sudah menempati janji ku akan
membantu mu menaklukan iblis, dan
sebagai gantinya kau bebas kan jiwa
kami dari ikatan pedang zilong tersebut
dan kini urusan ku sudah selesai,
kini kau lah satu satu nya penerus
pedang zilong ini, gunakan pedang ini
dengan bijak jangan salahgunakan
pedang zilong atau kau akan mengagung
akibat nya sendiri. " ucap dari pemimpin
prajurit terkutuk itu kepada Hai fengsi.
dan kemudian mereka menghilang
__ADS_1
bagaikan hembusan angin.