Reinkarnasi

Reinkarnasi
part 69 Keadaan Jihan


__ADS_3

Di rumah sakit, Jihan terlihat terbaring di atas tempat tidurnya dengan tidak sadarkan diri. Saat itu terlihat beberapa dokter dan suster sedang membersihkan luka yang di dera oleh Jihan. Terlihat alat pendeteksi jantung terlihat terus berjalan, menunjukkan betapa kritisnya Jihan saat itu.


Saat itu terlihat keringat terus mengucur membasahi sekujur tubuh dokter yang merapikan darah yang terlihat terus keluar dari kepala Jihan.


Beberapa saat kemudian, salah satu suster yang membantu dokter tersebut memberi tahu dokter kalau Jihan berada di dalam bahaya karena darah nya semakin lama semakin menipis.


"Dokter, gawat. Tekanan darah dari pasien menurun sangat drastis, kita membutuhkan golongan darah yang sama dengan pasien!" ucap suster tersebut kepada dokter yang berada di sampingnya.


"Baiklah Suster, kalau seperti itu. Saya minta segera pergi ke bank darah untuk mencari golongan darah yang sama dengan pasien," ucap dokter itu dengan nada rendah kepada suster tersebut. Mendengar ucapan itu, suster yag saat itu berada di dalam ruang itu langsung bergegas keluar dari ruangan untuk menuju ke ruangan darah, namun saat ia sampai di ruangan bank darah, suster itu ternyata tidak menemukan golongan darah yang sama dengan yang di miliki oleh Jihan. Menyadari hal itu, suster itu pun kembali menuju ke kamar yang di tempati oleh  Jihan dengan terburu buru. Ia kemudian memberitahu dokter tentang keadaan Jihan yang kekurangan darah.


"Apa kah benar ini adalah keluarga dari pasien?" tanya salah satu dokter yang merawat Jihan saat itu.


"Bukan Dokter, saya hanya tetangga nya. Tapi ada apa ya Dok? Dia baik baik saja kan?" jawab orang yang membawa Jihan menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Mendengar jawaban itu, akhirnya dokter itu pun mau tidak mau memberi tahu keadaan Jihan yang sebenarnya dan meminta untuk orang itu mencarikan golongan darah yang sama dengan golongan darah yang di milik oleh Jihan. Mendengar pernyataan dari dokter, orang yang menyelamatkan Jihan pun bergegas pergi dan mencari golongan darah yang di maksud kan oleh dokter itu.


Ketika orang yang menyelamatkan Jihan sudah pergi, dokter itu kembali masuk ke dalam ruangan Jihan dan kembali merawat luka luka yag di dera oleh Jihan.


Di tempat lain, terlihat Juli yang masih terlihat pucat dan lemah, terus menangis karena Jihan tidak  ada kabar sama sekali, namun ia justeru terus menerus menerima kiriman kiriman misterius dari orang yang tidak ia kenal. Pertama ia menerima sebuah pakaian yang berlumur darah, lalu ia menerima sebuah kotak dengan sebuah surat yang di tulis dengan darah dan ketika ia tengah kebingungan untuk mencari tahu keberadaan Jihan. Secara tiba tiba mobilnya yang saat itu berada di tepi jalan di hampiri oleh seseorang dengan pakaian serba hitam dan muka yang tertutup rapat.


Orang itu terlihat berjalan mendekati mobil dengan membawa sebuah kotak di tangannya. Ketika ia sudah berada di dekat mobil Juli, ia mengetuk pintu mobil. Melihat hal itu, Juli yang saat itu sedih karena hilangnya Jihan langsung menghentikan tangisannya dan ia kemudian melihat ke arah orang misterius itu dengan tatapan mata yang tajam.


Melihat hal itu, Juli dan si polisi itu tampak kesal dengan orang yang menaruh batu di dekat pintu mobil hingga membuat kedua pintu terkunci dan tidak bisa bergerak.


"Kurang ajar, siapa orang yang melakukan ini?" tanya Juli dengan kesal dan marah.


"Iya siapa yang melakukan ini?" sahut polisi itu kepada Juli dengan raut muka yang ikut kesal.

__ADS_1


"Apa lagi ini," ucap Juli lagi lalu ia mengambil kotak itu dan membuka kotak yang di lemparkan oleh orang misterius itu. Ketika ia membuka kotak itu, ia terlihat sangat terkejut. Ia kembali melihat sebuah selembar kertas dengan tulisan berwarna merah darah.


"Dia akan mati jika kamu tidak segera pergi, kamu harus segera pergi. Pergi ke tempat yang penuh dengan penderita!!!!" ucap Juli bersamaan dengan membaca surat yang tertulis jelas di kertas tersebut. Setelah membaca surat itu, raut muka bingung dan heran terlihat di raut muka Juli. Setelah itu, polisi itu meraih surat itu dari tangan Juli dan membacanya selama beberapa saat.


"Apa maksudnya dengan semua ini? Ke tempat yang penuh dengan penderitaan? Apa maksudnya?" ucap polisi itu juga dengan bingung, beberapa saat kemudian polisi itu memeriksa seluruh sisi kertas tersebut. Tiba tiba, ia menyadari di balik tulisan itu ada sebuah tulisan yang tertulis kecil. Tulisan itu berbunyi "hidup kan tv!."


Menyadari hal itu, polisi itu pun langsung bergegas memberi tahu Juli tentang tulisan tersebut. Melihat hal itu, Juli pun langsung bergegas menghidupkan tv yang ada di ponselnya. Saat itu ia melihat lihat setiap channel yang ada di tv tersebut. Namun, fokusnya tiba tiba tertuju kepada salah satu channel berita yang di siarkan langsung oleh stasiun televisi tersebut. Dimana acara berita tersebut menyiarkan berita tentang seseorang pasien rumah sakit yang tak lain adalah Jihan sedang membutuhkan golongan darah O. Sedangkan saat itu, golongan darah yang sejenis di bank darah sudah habis dan tidak tersisa.


Melihat hal itu, Juli pun meminta polisi itu untuk segera pergi ke rumah sakit yang di siarkan oleh acara berita tersebut. Pada awalnya, polisi itu tampak bingung dengan apa yang di lakukan oleh Juli. Namun, saat itu di sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Juli selalu mengatakan kalau dirinya sudah mengerti apa yang sebenarnya orang misterius itu inginkan dan ia juga mengetahui keberadaan Jihan yang sebenarnya.


Saat itu raut muka Juli terlihat sangat khawatir dan sangat gelisah dengan hal ya sudah pahami, tidak hanya khawatir. Ia juga terus menangis dengan berharap kalau Jihan baik baik saja dan tidak terjadi masalah.


Polisi yang melihat hal itu ia masih kebingungan, ia masih merasa heran dengan apa yang di maksud kan oleh Juli.  Namun, saat itu ia tidak bisa mengatakan sepatah kata pun, ia hanya menuruti perintah Juli yang menginginkan pergi ke rumah sakit yang di beritakan oleh acara berita yang di tayangkan di tv tersebut.

__ADS_1


__ADS_2