
namun siapa sangka di saat ia ingin lari, tiba-tiba temen dekat nya langsung mendorong ia ke jurang dengan wajah yang senang.
"good bye my friend." ujar teman dekat nya yang merasa tak bersalah sudah mendorong dia ke jurang.
saat ia di jurang, ia sudah merasa tak sanggup lagi menahan segala nya. dia merasa sakit hati kedua kali nya, sungguh sakit jika di khianati orang terdekat sendiri.
padahal Kenny sudah menganggap dia seperti adik nya sendiri. di tambah lagi dengan sang pacar yang ternyata punya pacar lain. apalagi ternyata orang itu adalah teman nya sendiri.
"sungguh tak ku sangka, orang yang selama ini ku kira tulus adalah orang yang akan menyakiti ku. terima kasih atas pelajaran ini, jika aku di beri waktu lagi aku akan membalas semua ini. jika aku di beri kehidupan baru lagi, semoga aku bisa membalas perbuatan itu." bathin Kenny yang di dengar langsung oleh Lusi.
dia membulatkan matanya karna ia sadar kenapa portal itu bisa ada. karna sebenarnya itu adalah ulah nya sendiri, lebih tepatnya karna di dalam lubuk hati nya masih tersimpan begitu banyak dendam.
dia ingin membantu, tapi jika sampai ada nyawa yang melayang, dia mungkin lebih memilih menjauh dan juga lebih memilih tidak diketahui sejak awal.
setelah itu pandangan Lusi seketika menghitam dan lalu ia membuka mata sambil menghela nafas.
ia terkejut karna melihat teman-teman nya yang sudah ada di dekat nya. dengan wajah panik Lin shi segera bangun dan bertanya....
"ada apa semua nya?, kok kalian bisa ada disini?." tanya Lin shi yang terlihat bingung.
"kamu lupa Lin?, kami kan sudah ada di dekat mu dari tadi. kamu kenapa kok tiba-tiba pingsan sih?, apa jangan-jangan kamu ke capean lagi ya?." tanya Revan yang terlihat lebih khawatir dengan kondisi Lin shi.
apalagi dia tau, bahwa tubuh Lin shi itu mudah sakit dan gampang pingsan. itu terjadi semenjak dia kecelakaan atau lebih tepatnya karna Lusi berada di tubuh nya.
"tidak masalah kok Rev, aku pingsan bukan karna kecapean. aku pingsan karna dapet penglihatan aja tadi." jawab Lin shi dengan ragu-ragu.
"apa?, kamu dapat penglihatan baru?, apa itu Lin?, apakah itu sangat mengerikan?." tanya Xiao Wen dengan wajah penasaran.
"jangan bilang tentang kasus ya Lin?." ujar Yuan yang tak kalah ingin bertanya juga.
__ADS_1
untung nya masih ada Revan yang menyadari mereka untuk tidak bertanya begitu. ia selalu mengode untuk tetap diam dan tidak banyak tanya.
"kalian ini, sudahlah itu urusan Lin shi." ujar Revan yang membuat mereka sadar.
"maaf Lin shi." ujar serentak mereka berdua.
"tidak masalah, lagi pun kali ini aku dapat penglihatan tentang sekolah ini. kata nya 10 tahun lalu, ada salah satu murid yang terjatuh ke dalam jurang belakang sekolah itu. sekarang yang jadi masalah nya hanya satu, tubuh orang itu menghilang dan jiwa nya ada disini. barusan aku bertemu dengan nya, btw dia dimana ya?, apa jangan-jangan dia lagi berusaha keluar." ujar Lin shi yang langsung bergerak cepat untuk melihat ke gerbang.
saat ia melihat, Lin shi dan dia ada di sana sedang melamun. seperti nya mereka tidak berani masuk di ruangan itu...
"kalian kenapa ada disini?." tanya Lusi dengan dingin.
"jangan marah lus, aku tadi lagi ngurus dia. dia terus melawan pengen keluar dari sini, jadi nya aku lawan dia." jawab Lin shi yang tidak di beri respon oleh Lusi.
sesaat kemudian, tiba-tiba muncul teman-teman nya yang lain. kali ini Lun Jue dan yang lain seketika muncul dengan wajah penasaran.
"dia siapa?, dia akan ikut sircle kita?." tanya Lun Jue yang di geleng oleh Lin shi.
Lisa yang diam-diam memperhatikan wajah Kenny dengan begitu seksama. dia merasa ada kejanggalan di antara kedua nya.
bahkan dia merasa tak asing dengan wajah begitu..
"kamu siapa?." tanya Lisa sambil menunjuk kearah Kenny.
"saya Kenny, salam kenal." jawab Kenny yang lalu bersalaman dengan nya.
"salam kenal, nama aku Lisa. kata mereka semua, aku adalah Lisa." ujar Lisa dengan wajah kebingungan.
"dia tidak mengetahui namanya sendiri?." tanya Kenny dengan wajah penasaran.
__ADS_1
"dia hilang ingatan karna keluar dari tubuh nya, mereka bertiga m*ti karna beberapa alasan. tapi semua terpecahkan, hanya kak Lisa yang belum. aku tadi mendapatkan penglihatan, kamu kenal nggak nama temen kamu siapa?." tanya Lin shi yang lalu di jawab olehnya.
"jika tak salah ingat, nama dia Gu Qin..." ujar Kenny yang malah terpotong karna terdengar suara angin yang begitu kuat.
mereka semua bisa merasakan itu, bahkan Lusi saja bisa merasakan hal itu, dengan segera ia mencari di sekeliling siapa saja orang yang ada di dekat nya.
saat ia mendengar segala nya, hanya dia seorang yang manusia di sini. jika masih ada seseorang di sekitarnya, dia akan merasa suasana yang berbeda.
sesaat ia melanjutkan kembali perkataan nya, tiba-tiba bel berbunyi. dengan segera ia berlari kedalam menuju kelas agar bisa belajar lagi.
semua teman-teman Lusi masih ada disana, dia melirik Kenny dengan tatapan mata penasaran.
"Gu Qin yang kamu maksud siapa?." tanya Lin shi yang lalu di jawab oleh nya.
"aku ingin menjawab, hanya saja aku takut angin kembali kuat. aku kembali dulu ke jurang untuk melihat pohon yang lain." ujar Kenny yang menghilang setelah nya.
semua teman-teman nya yang mendengar jawaban itu hanya terdiam dan lalu pergi menghindari yang lain.
dia pergi ke kelas Lin shi untuk melihat pelajaran mereka. Lin shi yang berfokus pada pelajaran kini malah salah fokus melihat teman-teman nya.
ia melotot kearah mereka agar mereka pergi dari sana. tapi teman-teman nya malah tidak merespon kode nya. Lin shi seketika kesal dan lalu membaca buku untuk menghindari hal lain.
"mereka kenapa sih?, btw Kenny dah pergi belum ya. tanya dulu nggak sih sama mereka, aku dah terlanjur penasaran." ujar Lusi yang lalu memanggil Lin shi.
"Lin shi...Lin shi...masuk cepetan." ujar Lusi yang lalu di jawab oleh nya.
"apaan?." tanya Lin shi kepada Lusi.
"Kenny dah pergi, btw kamu tau nggak orang yang di sebut dia itu siapa?, aku malah nyambung nya ke dia. Gu Qinzhang, dia kan yang namanya hampir mirip." ujar Lusi yang menyadarkan Lin shi.
__ADS_1
"benar lus, apa jangan-jangan Gu Qinzhang adalah pembun*uh nya." ujar Lin shi yang lalu membuat Lusi kaget.