Reinkarnasi

Reinkarnasi
Part 75 Pemberitahuan Dokter Ziya


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, akhirnya Dokter Ziya sampai di rumah Ibu Juli. Ketika ia berada di depan rumah Ibu Juli ia menatap jalan dengan serius dan tidak bergerak selama beberapa saat, setelah itu ia bangun dan keluar dari mobilnya untuk menuju ke rumah Ibu Juli.


Saat ia berada di depan rumah Ibu Juli, Dokter Ziya mulai mengetuk pintu rumahnya dan dirinya terlihat sesekali memanggil manggil Ibu Juli. Namun, saat itu yang keluar adalah pembantunya. Saat itu pembantunya mengatakan kalau Ibu Juli dan Verdi berada di kantor polisi karena kasus pembunuhan yang dilakukan nya kepada ayah tiri Verdi.


Mendengar penjelasan dari pembantu itu, Dokter Ziya pun bergegas menuju ke kantor polisi untuk memberi tahu para polisi.


Beberapa menit kemudian Dokter Ziya pun sampai di kantor polisi dan dengan tatapan mata serius dirinya berjalan masuk kedalam kantor polisi.


Saat dirinya berada di salah satu ruangan ia di sambut oleh polisi yang mengintrogasi Verdi.


"Wah, Dokter Ziya. Ada angin apa hingga Anda pergi kemari dengan terburu buru?" tanya polisi yang mengintrogasi Verdi dengan raut muka santai dan berjalan mendekat ke arah Dokter Ziya. Saat polisi itu berada di dekat Dokter Ziya, Dokter Ziya pun menjawab ucapan itu dengan nada santai.


"Pak polisi , kedatangan saya kemarin karena saya ingin bertemu dengan keluarga Verdi, maksudnya saya ingin bertemu Ibu Verdi dan Verdi. Saya ingin mengatakan sesuatu kepada mereka dan kepada para polisi, ini adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan Ibu Verdi dan Verdi!."


Mendengar ucapan itu polisi yang mengintrogasi Verdi pun hanya terlihat diam lalu ia mempersiapkan Dokter Ziya masuk ke dalam kantor polisi dan membawa Dokter Ziya ke ruangan tamu.

__ADS_1


Saat berada di ruang tamu, polisi itu meminta dokter itu untuk menunggu selama beberapa saat karena dirinya tengah memanggil Ibu Verdi dan Verdi.


Ketika polisi itu sudah memanggil Verdi dan ibunya untuk pergi ke ruang tamu bertemu dengan Dokter Ziya.


"Dokter Ziya!" panggil Ibu Verdi setelah dirinya melihat Dokter Ziya berada di dalam ruang tamu itu.


Mendengar panggilan itu, Dokter Ziya pun langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Ibu Verdi. Ia meminta kedua orang itu berserta para polisi untuk duduk di ruang tamu dan mendengarkan cerita yang akan ia jelaskan.


"Ada apa Dokter kemari?" tanya Ibu Verdi kepada Dokter Ziya dengan nada santai dan tidak emosi.


"Entah, kalian akan percaya atau tidak dengan cerita yang saya ucapkan kali ini. Tapi yang jelas ini adalah kenyataan yang saya lihat di hadapan mata kepala saya sendiri!."


"Apa maksudnya dokter? Dan cerita seperti apa yang ingin Anda jelaskan?" sahut Verdi dengan nada serius melihat ke arah Dokter Ziya.


"Tentang Juli!" jawab Dokter Ziya dengan nada serius. Mendengar nama Juli, Ibu Juli pun merasa tersambar petir ia terlihat hanya mematung diam dan tidak mengatakan sepatah kata pun kepada Dokter Ziya.

__ADS_1


"Apa yang dokter ketahui tentang Juli?" tanya Ibu Juli lagi kepada Dokter Ziya.


Mendengar pertanyaan itu dari mulutku Ibu Juli, Dokter Ziya pun mendekatkan tubuh nya ke arah Ibu Juli dan dirinya memberi tahu Ibu Juli kalau sebenarnya Juli masih hidup dan ia berkeliaran di luar sana. Mendengar hal itu semua orang yang mendengar hal itu terlihat sangat terkejut dan mereka tidak percaya. Saat itu terlihat sempat terjadi perdebatan antara Ibu Juli dan Dokter Ziya.  Ibu Juli merasa kalau Dokter Ziya berbohong karena orang yang sudah mati tidak mungkin hidup lagi.


Di sisi lain, Verdi yang merasa apa yang di katakan oleh Dokter Ziya benar ia pun mendukung Dokter Ziya dan pernyataan nya hingga membuat timbul sebuah perselisihan antara anak dan ibu. Polisi yang menyadari pertengkaran antara ibu dan anak pun ia berusaha untuk menenangkan Ibu Juli dan Verdi agar tidak tersulut emosi. Ia meminta Verdi dan ibunya untuk saling menjaga emosi nya dan kembali mendengar cerita dari Dokter Ziya.


Setalah mengatakan kalau Juli masih hidup, Dokter Ziya pun mengatakan kalau orang yang membunuh Sista adalah Juli bukan Jihan. Ia mengatakan kejadian demi kejadian yang di alami oleh Sista dan dirinya di  rumah sakit saat itu. Ia mengatakan kalau Juli mengancam dirinya jika dirinya memberi tahu orang orang tentang kejadian yang di alaminya.


Saat itu orang orang di dalam ruangan itu hanya diam mendengarkan setiap kata yang di ucapkan oleh Dokter Ziya


Setelah Dokter Ziya mengatakan semuanya kepada keluarga Verdi, keluarga Juli masih merasa tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Dokter Ziya, namun saat itu polisi itu mengatakan kalau dirinya akan menyelediki kasus ini. Namun, tiba tiba Ibu Juli menyadari sesuatu, yang tak lain adalah perbedaan sikap antara Juli dan Jihan. Dimana ia merasa ketika ia berdiri di hadapan Jihan maka Jihan akan meneteskan air mata sedangkan saat dirinya berdiri di hadapan Juli, mata di matanya terlihat kemarahan yang teramat besar yang ada di dalam diri Juli.


Saat itu Ibu Juli hanya memikirkan apa yang di ucapkan oleh Dokter Ziya.


"Tunggu, aku percaya dengan apa yang di katakan oleh Dokter Ziya!" ucap Ibu Juli dengan serius dan tatapan mata yang di penuhi keyakinan.

__ADS_1


Mendengar ucapan itu, Verdi, polisi dan Dokter Ziya tampak sangat terkejut dengan perubah sikap Ibu Juli.


"Juli memang masih hidup, aku tahu hal itu!. Hal ini aku dapat bedakan dari sorot mata Jihan dan Juli, Jihan hanya di penuhi oleh air mata saat dia bertemu dengan aku dan sedangkan Juli, ada kemarahan besar di hatinya kepada ku!" ucap ibunya untuk melanjutkan apa yang di ucapkan oleh dirinya beberapa saat lalu. Mendengar hal itu, Verdi, polisi dan Dokter Ziya pun hanya diam dengan ekspresi muka yang tengah memikirkan sesuatu di benak nya.


__ADS_2