Reinkarnasi

Reinkarnasi
Memori kunang-kunang.


__ADS_3

Aku duduk di balkon kamarku, sambil menikmati langit malam. Begitu indah kelip bintang, yang di hiasi oleh temaram cahaya bulan.


Angin yang berhembus sepoi, membelai wajahku. Mengajak ku untuk menutup mata, dan menikmatinya bagai sentuhan kekasih.


Aku menarik nafas pelan, kemudian membuka mata. Dan menikmati pemandangan yang jauh lebih indah dari bintang malam.


Key, berdiri tak jauh dari sini. Dia tersenyum manis sambil melambaikan tangan.


Ah....manis sekali senyum itu. Andai bisa ku nikmati setiap saat, pasti akan terasa jauh lebih menyenangkan.


Drttt....


Drttt....


Hp ku bergetar, tertera nama key di sana. Dia memberi isyarat untuk mengangkatnya.


" Ada apa?" Tanya ku berusaha biasa saja. Padahal di dalam hati senang buka kepalang.


" Turunlah, temani aku melihat kunang-kunang di taman" jawab key.


" Ini sudah larut. Apa kau punya banyak waktu luang, sampai kau menggangguku malam-malam begini. Pulanglah..." Ucapku pada key.


" Kau mau turun, atau aku yang naik ke atas" jawaban key membuatku shock.


" Orang ini, kalau sudah punya keinginan memang tidak bisa di bantah. Bisa gawat kalau sampai mama papa tahu key ada di sini." Batinku.


" Baik lah, aku turun. Tunggu aku di situ". Ucapku dan bergegas turun ke bawah.


Aku menutup pintu kamar dengan perlahan, agar tak menimbulkan bunyi. Menghindari suara agar tak membuat mama dan papa terbangun.


Saat melintasi dapur, aku masih melihat bik Inah di sana tengah membereskan meja makan.


" Bik...." Ucapku setengah berbisik.


" Eh...monyong....monyong.....siapa Lo." Jawab bi Inah dengan latahnya.


" Ya ampun neng, ngagetin aja ih. Lagian ngapain Eneng malam-malam gini ke dapur, mau makan?" Cerocosnya.


" Ish....bibik ini. Baru juga selesai makan malam, malah di tawari makan lagi. Mau bikin aku gemuk, iya....?" Sungut ku.


" Ih, Eneng ini mah. Bibik kan cuma nanya, ngapain Eneng teh malam-malam gini ke dapur. Kan gak biasanya". Ucap bik Inah.


" Bibik, nanti tolong bukain pintu ya. Aku mau ke taman, pengen lihat kunang-kunang di sana". Bik inah menatapku aneh, setelah mendengar ucapan ku.


" Eneng mau ke taman, malam-malam begini" tanyanya.


" Ya iyalah bik, mana ada mau lihat kunang-kunang siang hari" jawabku lirih.


" Eneng pergi sama siapa?, Perlu bibik temani tidak?" Ucapnya ikut memelankan suara.


" Tidak usah bik, aku minta temani mang Edi saja. Kalau mama atau papa bangun, terus nanyain aku, bilang saja aku sudah tidur ya".


" Oke lah kalau begitu. Hati-hati neng" ucap bik Inah kemudian.


Aku melangkah keluar menuju pos satpam di depan rumah, ada mang Edi yang tengah berjaga di sana, dan juga key.

__ADS_1


Mereka terlihat tengah asik mengobrol sampai tak menyadari kedatangan ku.


" Wih....seru nih ngobrolnya" ledek ku setelah dekat.


" Eh, neng Nara. Ah ini cuma ngobrol-ngobrol biasa aja neng" jawab mang Edi sambil senyum-senyum.


" Kenapa senyum-senyum mang?" Tanyaku penasaran.


" Ah, nggak apa-apa neng. Udah sana, katanya neng Nara sama aden key mau lihat kunang-kunang di taman. Nanti keburu kunang-kunang nya pergi" ucap mang Edi masih sambil senyum-senyum.


Aku melirik ke arah key, merasa heran. Bagaimana bisa dia menjadi akrab dengan mang Edi, dan sejak kapan.


Merasa di perhatikan, key hanya tersenyum sambil mengedipkan matanya.


" Dasar genit....!" Ucapku sambil berlalu meninggalkannya. Aku berjalan mendahului key, yang tengah sibuk bicara pada mang Edi.


Tak berapa lama, key menyusulku dan berjalan di sampingku. Aku terkejut ketika dia menggenggam tanganku secara tiba-tiba. Aku berusaha melepaskan nya, tapi key justru semakin mengeratkan nya.


Aku melotot padanya, berusaha memberi nya ultimatum agar tak sembarangan menyentuhku. Tapi dia hanya melirik sekilas tanpa memperdulikan nya.


" Ayo....!" Ucap key sambil menyeret ku.


******


" Indah kan!" Ucap key pelan begitu kami sampai di taman dan berhasil menemukan kunang-kunang itu.


" Iya memang indah, sangat indah malah" ucapku sambil terus menatap sekumpulan kunang-kunang yang beterbangan.


" Tapi ada yang jauh lebih indah dari itu" ucap key.


" Kau....." Jawab key sambil lekat memandangku.


Aku menoleh padanya, untuk sesaat waktu seperti terhenti saat kami saling bertatap.


Ada celah di hati yang kini terasa kosong. Aku merasa, setengah nyawaku seperti tengah mengembara. Terbang entah kemana, dan tak tahu kapan dia akan kembali.


Aku kembali menatap kunang-kunang di depanku. Ada rasa perih di sisi hatiku. Takut, bahwa rasa yang kini ada semua hanya semu.


" Untuk apa kau membawaku kemari?" Tanyaku


" Tentu saja untuk melihat kunang-kunang". Jawab key.


" Benar hanya untuk melihat kunang-kunang? Tidak ada yang lain?" Tanyaku penuh selidik.


" Tidak...." Jawab key lekat menatap sekumpulan kunang-kunang itu.


" Apa kau menginginkan aku melakukan sesuatu yang lain, selain melihat kunang-kunang?" ucap key tersenyum licik.


" Heh, kumat deh mode gombalnya" batinku.


Badanku meremang saat angin malam menerpa ku. Salahku tadi kenapa tidak membawa jaket dan hanya mengenakan piyama. Bodoh sekali kan.


Aku menyedekapkan tanganku di dada, berusaha memeluk diriku sendiri dan mengurangi rasa dingin ini. Tapi nihil, tetap saja terasa dingin.


Aku tersentak, saat tiba-tiba sebuah tangan memeluk pinggang ku dari belakang. Aku berusaha melepasnya, tapi key menahan tanganku.

__ADS_1


" Aku mohon, sebentar saja. Biarkan aku memelukmu seperti ini" bisik key di telingaku.


Dan aku hanya bisa berdiri mematung, sambil menikmati kehangatan yang key berikan lewat pelukannya.


Tiba-tiba sebuah perasaan aneh menyergapku, adegan ini seperti tidak asing bagiku.


Rasa ini, pelukan ini, aku pernah merasakannya. Tapi kapan? Seingatku, ini pertama kalinya aku di peluk orang lain selain mama dan papa. Ah.....entahlah....!!!!! Mungkin aku terlalu terbawa suasana.


*****


Aku terbangun saat cahaya mentari menerobos masuk ke dalam kamar. Aku membuka mata perlahan, duduk dan kemudian meregangkan otot-otot ku.


Aku termenung, mengingat kejadian tadi malam. Perlahan senyum ku mengembang tanpa aku sadari. Pikiran ku melayang, terpaku pada sosok key.


" Ahhh.....apa aku sudah gila?. Bisa-bisanya aku memikirkan kurcaci itu". Desahku.


Aku bangkit dan berjalan ke kamar mandi dengan langkah lesu. Rasanya enggan untuk berangkat sekolah.


" Selamat pagi sayang". Sapa mama saat melihatku menuruni tangga.


" Pagi ma, pa" jawabku sambil mencium pipi mereka bergantian.


" Sayang, hari ini mama dan papa berangat ke luar negeri. Ada bisnis yang harus mama urus di sana" ucap mama sambil menyerahkan segelas susu padaku.


" Hem...oke" sahutku


" Kamu baik-baik ya di rumah. Jangan keluyuran kemana-mana. Jika kau kesepian ajak lah temanmu datang kemari" lanjut mama.


Aku mengernyit saat mendengarnya. Sejak kapan aku punya teman.


" Kau juga boleh membawa calon suamimu itu kemari, tapi harus ingat batasan ya" tutur mama sambil tersenyum genit.


" Maksut mama....?" Ucapku, urung memasukan potongan roti ke dalam mulut.


" Kami sudah bertemu dengan keluarga key" jawab papa.


" Untuk apa?" Tanyaku


" Membahas rencana pernikahan kalian" jawab mama tanpa rasa bersalah.


"Jadi kalian setuju dan menerima lamaran key dan keluarganya?" Tanyaku menyelidik.


Mama dan papa mengangguk.


" Apa mereka mengancam mama dan papa?" Tanyaku tanpa menoleh pada keduanya.


" Tidak" jawab mereka serempak.


" Lalu apa alasan kalian menerimanya? Putri mu ini masih sekolah. Bisa-bisanya kalian menyetujuinya." Ucapku menatap mereka lekat.


" Kami hanya ingin ada yang menjagamu saat kami pergi. Jadi kami tidak perlu kawatir lagi" ucap mama enteng.


Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran mama dan papa. Bisa-bisanya mereka menerima lamaran key. Apa mungkin karna keluarga key berasal dari keluarga konglomerat? Mata duitan sekali orang tuaku ini.


Walaupun merasa sedikit kesal, tapi tak dapat aku pungkiri, ada sedikit rasa bahagia saat mendengar itu. Sepertinya aku benar-benar telah jatuh cinta pada key......

__ADS_1


********


__ADS_2