Reinkarnasi

Reinkarnasi
Part 23 Kebingungan Verdi


__ADS_3

Tak berselang lama Verdi pun berhasil keluar dari gedung itu, dengan panik dan gelisah ia langsung pergi masuk ke dalam mobil. Saat berada di dalam mobil ia terus menerus berusaha menghidupkan mobilnya namun saat itu mobil terlihat tidak bisa hidup. Menyadari hal itu, Verdi pun langsung memukul mukul mobilnya karena ia takut, panik dan kesal menjadi satu.


"Ayo dong hidup, hidup!" ucap Verdi dengan panik, gelisah dan kesal lalu ia memukul mukul alat kemudiannya. Saat mobil sudah hidup, ia memundurkan mobilnya untuk pergi dari tempat itu namun tiba-tiba si supir terlihat jatuh dari ketinggian dan menimpa mobil Verdi. Melihat hal itu Verdi terlihat tidak bisa berkata kata. Matanya hanya terbuka lebar dan dirinya mematung melihat hal itu. Dengan ketakutan yang sangat luar biasa, Verdi turun dari mobilnya untuk memeriksa keadaan si supir apa dia sudah mati atau belum.


Setelah memeriksa keadaan si supir ia terlihat sangat terkejut karena si supir itu sudah mati. Menyadari hal itu, tanpa berkata kata dengan perlahan ia melangkahkan kakinya mundur menjauhi mobil dan mayat itu. Saat dirinya ingin kabur ia di kejutkan dengan orang misterius itu sudah berdiri di belakang dengan sebuah palu besar di salah satu tangannya.


Melihat hal itu ia langsung terjatuh ke tanah dengan raut muka sangat ketakutan.


"Siapa kamu sebenarnya? Dan apa yang kamu inginkan dari ku? " tanya Verdi dengan ketakutan.


Tak berselang lama, orang misterius itu dengan perlahan mendekati Verdi. Verdi yang menyadari hal itu ia pun berusaha menghindar dari orang misterius itu. Tiba tiba ia mengingat suara saat ia di dalam gedung. Ia mengingat kalau suara itu mirip dengan suara Juli.


"Juli!" panggil Verdi kepada orang misterius itu. Mendengar kalau Verdi memanggil dirinya dengan nama Juli orang misterius itu langsung menghentikan langkahnya. Orang misterius itu kemudian pergi dari hadapan Verdi. Verdi yang melihat hal itu terlihat sangat heran dan kebingungan dengan hal itu, ia masih belum percaya kalau dia adalah Juli. Hatinya mengatakan kalau orang misterius itu bukan Juli melainkan orang lain.


Menyadari kalau orang misterius itu sudah pergi dari hadapannya, Verdi pun memeriksa keadaan si supir itu. Setelah memeriksa keadaan si supir dan mengetahui kalau si supir benar benar sudah meninggal, Verdi pun bergegas menurunkan mayat itu dari mobilnya. Ketika ia sudah berhasil menurunkan mayat itu, Verdi memasukkan mayat itu kedalam bagasi mobilnya, tanpa ada satu orang pun yang mengetahui apa yang di lakukan oleh Verdi. Hal itu ia lakukan karena ia tidak ingin di salahkan atas kematian si supir yang ia panggil dengan sebutan "Tuan" tersebut.

__ADS_1


Ketika dia sudah berhasil memasukkan si supir itu ke dalam mobilnya, Verdi pun mengambil sebuah lap yang berada di dalam mobilnya. Ia kemudian membersihkan sisa sisa darah yang ada di mobilnya. Merasa mobilnya sudah bersih, Verdi pun bergegas untuk pergi dari tempat itu dan mencari tempat untuk membuang atau mengubur mayat itu.


"Dimana? Dimana tempat yang aman untuk menguburkan mayat Tuan?" ucap Verdi dengan berbicara sendiri di dalam mobil sambil sesekali melihat ke sana kemari. Wajahnya terlihat sangat khawatir dan panik.


Beberapa saat kemudian, ia sampai di sebuah lahan kosong yang tidak di tanami oleh apapun, Verdi yang mengira tempat itu aman ia pun langsung turun dari mobil dan melihat lihat ke arah lahan kosong itu.


"Aku kira tempat ini aman untuk aku menguburkan mayat Tuan," ucap Verdi dengan melihat ke sana kemari di sekitar tempat itu. Setelah ia yakin kalau tempat itu aman untuk dirinya, Verdi pun pergi ke bagasi mobil sambil celingukan ke sana kemari untuk memeriksa keadaan di tempat itu aman aman saja.


Saat ia ingin mengeluarkan mayat dari si supir, Verdi yang saat itu panik dan ketakutan tiba tiba ia kesal. Hal itu terjadi karena ia ingat kalau dirinya tidak membawa cangkul.


Tak berselang lama, ia sampai di sebuah jembatan yang di bawahnya terdengar suara air sungai mengalir dengan sangat deras. Saat itu, Verdi terlihat masih sangat kebingungan. Ia melihat ke arah jam tangan yang berada di tangannya. Saat itu waktu menunjukkan pukul 02.15 malam. Suara burung hantu yang berada di pohon pohon terdengar sangat mengerikan.


Saat itu Verdi tidak mempedulikan suara suara itu, namun ketika ia menyadari kalau ada suara air sungai yang terdengar mengalir sangat deras. Ia pun langsung bergegas menghentikan mobilnya.


"Suara sungai... " ucap Verdi dengan mata lebar memandang ke arah jalan. Ia kemudian bergegas turun dari mobilnya dan melihat ke sekitar jembatan itu. Menyadari kalau ada air sungai yang mengalir deras di bawah jembatan itu, Verdi pun terlihat sangat bahagia, hal itu ia rasakan karena ia akan bebas dari kasus pembunuhan si supir.

__ADS_1


"Baguslah kalau ada sungai di bawah jembatan ini!. Setidaknya, aku bisa lepas dari kasus pembunuhan Tuan!. Tuan, maafkan aku melakukan ini," lanjut Verdi lalu ia menghampiri mobilnya dan mengeluarkan mayat si supir dari bagasi mobil.


Ketika Verdi sudah berhasil menurunkan mayat si supir dari mobilnya. Dengan menggunakan lap yang ia pakai untuk membersihkan mobil Verdi menarik mayat itu untuk mendekati pinggiran jembatan. Dengan susah payah dan langkah yang tertatih Verdi pun akhirnya sampai di pinggiran jembatan. Ia kemudian membangunkan mayat si supir itu. Setalah mayat itu berhasil terbangun, Verdi mendorong mayat itu ke dalam sungai. Beberapa detik kemudian, ia membuang pula kain lap yang ia pakai untuk membersihkan mobilnya.


"Maafkan aku Tuan, aku melakukan ini karena aku tidak mau kalau aku di tuduh membunuh kamu. Aku tidak mau, terseret dalam kasus kematian kamu," ucap Verdi dengan mata yang terus memandang ke arah si supir yang sudah hilang tertelan oleh air sungai.


Setalah memandangi mayat itu, Verdi pun bergegas pergi dari tempat itu dengan raut muka yang sedikit tenang.


"Aku janji Tuan, aku akan menjaga Ibu!."


Verdi pun langsung pergi setelah mengatakan hal itu. Ketika ia sudah pergi, ia ternyata tidak menyadari kalau lap yang ia pakai untuk membersihkan mobilnya dan masih meninggalkan noda darah ternyata tidak jatuh ke sungai melainkan menyangkut di salah satu rantung pohon yang berada di bawah jembatan itu.


Di dalam mobilnya, Verdi yang mengemudikan mobilnya menuju ke rumah, ia terus mengingat kejadian saat dirinya memanggil orang misterius itu dengan nama Juli.


"Siapa kamu sebenarnya? Aku yakin kamu bukan Juli, Juli tidak mungkin hidup kembali. Apalagi, setelah semua yang aku dan yang lainnya lakukan kepada dirinya. Tapi, Suara itu... Kenapa sangat mirip dengan suara Juli?" ucap Verdi dengan bertanya tanya dan kebingungan sambil mengendarai mobilnya di jalan. Ia kemudian menepikan mobilnya, dan melihat ke arah jam tangannya. Saat itu waktu menunjukkan pukul 3 malam. Melihat hal itu Verdi pun akhirnya berusaha untuk melupakan semua itu dengan tidur di dalam mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2