Reinkarnasi

Reinkarnasi
episode 130 "janjian"


__ADS_3

pagi hari kemudian, hari Sabtu adalah hari libur. Lusi dan Lin shi sudah menantikan kehadiran hari ini karna ingin libur sejenak.


ia bahkan tersenyum ceria melihat hari Sabtu dan Minggu yang cukup seru. seketika Lin shi membersihkan barang-barang dan mandi dengan cepat.


setelah selesai mandi, ia langsung bergegas mengambil pakaian dan mengenakan. setelah nya ia pun duduk di meja belajar dan membuka laptop.


ia pun mengetik sesuatu dan membaca.


"pagi." sapaan Lin shi lewat obrolan grup chatnya.


mereka semua sudah membuat grup chat untuk saling mengirim kabar dan juga saling menelpon. setelah beberapa saat kemudian, tiba-tiba ada notif dari laptop nya.


"pagi juga Lin, btw yang lain kemana kok belum ada yang jawab." chat Revan yang penuh dengan candaan.


"nggak tau tuh, mungkin lagi pada molor." balas Lin shi dengan emot tawa yang lucu.


seketika kedua nya nampak tertawa bersama walau dalam keadaan tak bersama. setelah itu Lin shi kembali mengetik beberapa kata lagi.


"ehhh btw kalian mau kagak ketemuan, lagipun hari ini libur." chat Lin shi yang lalu di balas oleh Guo Jia.


"boleh tuh, btw pagi, sorry lama balas aku habis mandi sama bersihin kamar." balas Guo Jia yang di balas balik oleh Revan.


"baru nongol satu, yang lain nya nggak tau lagi kemana. jangan bilang masih rebahan santuy." ejek Revan yang penuh dengan candaan.


di situ mereka nampak tertawa dengan candaan pagi itu, namun saat Lin shi berdiri dan berjalan keluar kamar, tiba-tiba ia di kejutkan dengan wajah Ying Zhi dan Lin shi.


keduanya nampak menatap Lusi dengan pandangan penasaran dan juga penuh dengan heran. ntah apa yang terjadi dengan kedua nya.


di situ Lusi menatap dingin dan berkata.....


"apa?." tanya Lusi yang di balas oleh Ying Zhi.

__ADS_1


"kau mau kemana?." tanya balik Ying Zhi yang lalu di balas oleh Lin shi.


"apa urusan nya, terserah dia mau kemana." jawab Lin shi dengan nada dingin.


di saat itu Lusi hanya bisa terdiam dan pergi secara perlahan. Lin shi dan Ying Zhi yang sadar itu hanya menghela nafas dan tak berkata apa lagi.


kedua nya malah pergi ke kamar dan tidur. nampak nya kedua roh itu tak tidur semalaman. ntah apa yang mereka lakukan sebenar nya.


di sisi lain lagi, Yuan dan adik-adik nya kini berjalan santai di taman. Yuan sama sekali belum membuka ponsel atau apapun itu.


setelah mandi ia langsung bermain dengan adik-adik nya, ia terlihat senang melihat adik nya bahagia terus menerus tanpa ada rasa sedih.


di situ Yuan tersenyum, tiba-tiba dari arah lain datang sebuah mobil yang berhenti di sana. di saat itu, adik-adik kecil yang bersama Yuan penasaran.


mereka menebak paling ada yang ingin di adopsi hari ini, namun saat mereka melihat wajah orang-orang itu, seketika Yuan menghela nafas lega.


ia pun langsung berjalan menghampiri dan berkata...


"pagi Yuan, kamu mau jalan nggak?." tanya Xiao Wen yang hanya di balas beberapa kata.


"maaf aku tidak bisa." jawab singkat Yuan yang membuat hati Xiao Wen sedih.


ia bingung kenapa Yuan malah menolak ajakan nya. seketika Yuan yang melihat itu merasa tak tega dan akhirnya berkata....


"baik lah, tunggu aku." ujar Yuan yang membuat Xiao Wen merubah raut wajah nya menjadi senang.


setelah itu ia pun langsung menulis di ponsel nya.


"mau kemana Cok?." tanya Xiao Wen yang di balas oleh Lin shi karna ia sudah kembali ke kamar.


"aku mau ngajak kalian jalan-jalan, sekalian nanti kita bakal main." balas Lin shi yang membuat teman-teman nya yang mendengar itu seketika senang.

__ADS_1


Revan, Kenny, Guo Jia, Yuan, Xiao Wen, dan Yi Xuan seketika senang. begitu pun dengan Lin shi, akhirnya selama beberapa bulan tidak berkumpul bersama, kali ini mereka berniat menghabiskan waktu bersama untuk bermain.


seketika setelah semua nya di setujui, mereka pun langsung pergi ke tempat yang sudah di sebut oleh Lin shi di dalam grup chat.


Ying Zhi dan Lin shi yang berdiam diri di dekat Lusi kini hanya bisa menoleh satu sama lain dan berpandangan. di situ kedua nya hanya menghela nafas.


"kalian ikut, sekalian ngerame." ujar Lusi yang lalu membuat kedua nya senang.


"beneran boleh?." tanya lagi Lin shi yang ingin memasti kan.


"iya." jawab Lusi singkat.


setelah nya mereka pun pergi dan menuju ke arah ibu nya. di situ Lin shi langsung memanggil ibu nya dan berkata....


"Bu, aku minta izin." ujar Lin shi yang di tanya oleh ibu nya.


"izin apa?." tanya balik ibu nya dengan lemah lembut.


"aku mau keluar, paling hari ini pulang agak ke malaman. sekalian jengukin teman, udah lama juga nggak nemuin dia. mungkin udah saat nya juga aku ketemu sama dia, lagi pun beberapa hari yang lalu dia juga sempat nelpon aku nanyain kabar." jelas Lin shi yang di balas oleh ibu nya.


"baik lah hati-hati, btw teman kamu yang mana?, emang nya kalian kenapa kok bisa jarang ketemu?." tanya ibu nya sambil tersenyum.


"ada masalah kecil aja, lagi pun mungkin udah saat nya juga aku bakal lihat dia. btw ibu nggak apa-apa kan aku keluar sampai malam?." tanya Lin shi dengan wajah imut nya.


"ha...jika begitu pergi lah, hati-hati di jalan, untung aja kamu anak cowok, coba kalo kamu anak cewek ibu pasti nge larang kamu keluar. bagaimana pun kamu satu-satu nya anak ibu yang paling tertua, di tambah lagi ibu nggak mau kejadian lama terulang lagi." ujar ibu nya yang membuat Lin shi merasa kehangatan.


Ying Zhi dan Lin shi asli yang melihat itu justru merasa hal yang sama. Ying Zhi yang penasaran sekaligus heran kini langsung berkata...


"kau tidak marah Lusi mengambil hati ibu mu?." tanya Ying Zhi yang di jawab oleh Lin shi.


"tidak, sudah seharus nya mereka berdua merasa arti keluarga. ibu ku sayang dengan ku, tapi aku malah bersikap dingin seakan-akan tidak memiliki apa pun, sedangkan Lusi ia dari dulu belum tentu merasa hangat nya keluarga bagaimana. mungkin ini adalah takdir nya, aku hanya ingin melihat dia bahagia." ujar Lin shi yang lalu tersenyum tipis.

__ADS_1


"pria yang baik hati." ujar Ying Zhi yang membuat Lin shi tersenyum tipis dan lalu pergi meninggalkan ketiga orang itu.


__ADS_2