Reinkarnasi

Reinkarnasi
Kabar bahagia bagi kerajaan peri


__ADS_3

Akhirnya pertempuran yang


sangat sengit itu di menangkan


oleh pasukan peri.


Kabar bahagia ini pun sudah samapai


ke istana kerajaan peri, Sang kaisar


sangat senang begitu mendengar


kabar kemenagan ini, terlebih lagi


pangeran Hai fengsi telah


kembali bergabung bersama


pasukannya dan membawa


bala bantuan yang tidak pernah


ia duga duga.


Kali ini para pasukan peri


akan di sambut dengan meriah


oleh sang kaisar, kaisar pun


memerintahkan penasehatnya


untuk mengadakan pertemuan


di istana.


"Perhatian perhatian kaisar akan


segera memasuki istana" ucap


dari seorang pengin struktur.


Para kandidat di istana pun


memberikan hormat kepada


kaisar.


"Duduk lah, aku rasa kalian sudah


mengetahui bahwa putraku Hai fengsi


dan para pasukannya, telah berhasil


memenangkan pertempuran, dan


aku ingin menyambutnya dengan


sangat meriah, lebih megah dari


pesta biasanya, kali ini harus


spesial. " ucap sang kaisar dengan


hati yang sedang bahagia.


"Baik yang mulia, sesuai perintah mu


kami akan menyiapkan nya. "


Persiapan penyambutan pun mulai


di lakukan, dengan berbagai tugas


di kerjakan di saat itu, di waktu yang


bersamaan di sebuah kamar yang


sunyi sulin duduk di sebuah kursi


sambil memegang jarum dan benang


ingin mebuat sebuah syal hangat


nampak nya ia sedang merenung


entah memikirkan apa, sambil


menjahit pakaian ia terus melanjutkan

__ADS_1


pekerjaannya itu, tiba tiba terdengar


suara dari luar kamar, membuka pintu


dan ternyata,


"Bibi lin, aku kira siapa tadi, bibi


mengagetkan ku saja, tapi ada


apakah gerangan bibi lin


datang kemari. " ucap sulin


bertanya ke pada bibi lin.


"Bibi mau kasih tau kalau


pangeran Hai fengsi telah


kembali ke pada pasukan


dan berhasil memenangkan


pertempuran non. " sahut bibi lin


sambil tersenyum.


"Apa... bibi serius, bibi lin


tidak berbohong kan. " sambar sulin


dengan raut muka yang setengah


tidak percaya.


"Iya non, pangeran sendiri yang


menyampaikannya, melalui


burung elang hitam, pangeran bilang


jangan khawatir karena pangeran


baik baik saja, ini surat nya ada


di tangan bibik non, non sulin


sambil menyerahkan isi surat


yang Hai fengsi kirim.


"Sulin aku kembali dengan selamat


berkat baju zirah buatan mu ini, aku


terlindungi dari serangan musuh,


terimakasih karena sudah perhatian


pada ku dan kau tidak perlu khawatir


karena aku baik baik saja, tunggu


aku pulang, sulin tersayang. " tulis


Hai fengsi di surat tersebut dengan


penuh cinta kasih.


Sulin tersenyum ketika membaca


isi surat tersebut ia tidak sadar bahwa


senyumnya itu menandakan cinta nya


sangat dalam pada Hai fengsi, bibi lin


paham akan hal itu dan mengatakan.


"Non kalo pangeran ada di sini


pasti non sulin akan lebih bahagia


lagi, bibi do'ain kalian akan jadi


pasangan yang tidak akan


pernah terpisahkan meskipun

__ADS_1


di antara kalian ada yang mati


percayalah kalian akan


ber reinkarnasi kembali


demi kembali bersama


untuk selamanya. " dengan wajah


yang tersenyum tulus.


"Makasih banyak bibi lin,


selama pangeran tidak ada


di sini, bibi lin yang selalu ada


buat sulin ngebantuin sulin


dari kesulitan, bibi jangan


bosan bosan ya sama sulin,


karena sulin bakalan masih


terus ngetepotin bibi lin. " gurau


sulin pada bibi lin sambil tersenyum.


"Non sulin bisa aja". sahut bibi lin


sambil tertawa.


Dari tempat yang berbeda


di sebuah taman yang indah,


ratu chuan Yun yang sedang menikmati


secangkir teh, ia menyuruh para


pelayannya untuk segera menyiapkan


hadiah untuk anak nya Hai fengsi,


sambil menyeruput teh hangat ia


mengatakan.


"Dia memang tidak pernah


mengecewakan ibu nya, tapi


selalu saja membuat ku khawatir


aku tidak bisa tidak menyiapkan kan


hadiah untuk nya. " ucap ratu chuan Yun


kepada pelayan kepercayaan nya,


chang ze bagai mana menurut mu


hadiah apa yang kiranya tepat untuk


ku berikan.


" jawab yang mulia ratu, aku rasa


hadiah yang tidak ternilai adalah


sebuah pasangan hidup untuk


pangeran Hai fengsi, beliau


sudah cukup umur untuk


mempunyai seseorang


yang bisa mendampinginya,


bagai mana pendapat yang


mulia ratu. "


"Aku rasa itu juga bukan


pilihan yang buruk. " jawab

__ADS_1


ratu chuan Yun kepada


pelayan kepercayaan nya.


__ADS_2