
Malam hari pun tiba, penyesalan setelah membunuh Jihan pun di rasa kan oleh Handi, saat itu terlihat hanya mengurung dirinya sendiri di sel penjara.
Saat itu sebenarnya ia di jaga oleh salah satu polisi, namun waktu itu polisi itu tengah tertidur dengan sangat pulas.
Beberapa saat kemudian, sebuah kaki terlihat berjalan mendekati polisi yang sedang tertidur pulas tersebut. Saat ia sudah berada di dekat polisi yang tidur tersebut, orang itu dengan sangat lembut mengambil kunci yang ada di atas meja jaga. Saat itu orang itu terlihat membawa sebuah balok di tangannya, setalah ia berhasil mengambil kunci itu dari atas meja. Ia pun membuka pintu sel penjara, saat pintu sudah terbuka orang itu berdiri di tengah tengah pintu dengan gagah dan melihat ke arah Handi.
Handi yang melihat hal itu ia langsung melihat ke arah orang misterius yang membawa balok itu, beberapa saat kemudian tiba tiba Handi terjatuh seperti di dorong oleh seseorang dari belakang.
"Kenapa kamu membunuh adik ku?" tanya suara yang mirip dengan suara Juli di hadapan Handi dengan sangat marah dan kesal di hadapan Handi. Namun, saat itu suara itu bukanlah suara palsu, ternyata orang misterius yang diam diam masuk ke dalam kantor polisi dengan membawa balok kayu itu adalah Juli.
Melihat hal itu, Handi terus meminta maaf dan ia mengatakan kalau ada orang yang sudah menyuruh dirinya. Namun, saat itu Juli masih tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Handi dan mengira kalau Handi benar benar merencanakan untuk membunuh Jihan.
Saat itu, Handi yang melihat kemarahan Juli yang sangat mengerikan ia hanya berjalan mundur dengan menjauhi Juli. Namun saat itu, Juli justru mendekati Handi yang terlihat menjauh dari dirinya. Dengan sikap seperti orang yang tidak waras, tiba tiba Juli tertawa dengan bertanya kepada Handi hal yang sama. Namun, saat itu hal yang sama pun di jelaskan oleh Handi. Tapi tiba tiba, langkah Juli terhenti ketika Handi mengatakan kalau anak buahnya yang menyuruh dirinya.
Mendengar hal itu, Juli pun langsung menghentikan langkahnya dan menatap tajam Handi. Ia kemudian membangun kan Handi dan bertanya kepada Handi dengan nada serius tentang siapa orang yang menyuruh dirinya dengan memegangi kerah baju Handi.
__ADS_1
"Siapa orangnya? Dan kenapa dia ingin membunuh aku? Apa alasan nya?" tanya Juli dengan nada serius, tegas dan marah menjadi satu.
Mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang di ucapakan oleh Juli, Handi seakan tertekan dengan sesosok orang yang meminta dirinya untuk menyerang Juli hingga membuat Jihan yang menjadi korban dari penembakan itu. Handi pun memberi tahu kalau misteri 2 lah yang menyuruh dirinya untuk membunuh Juli. Hal itu karena dendam antara Juli dengan misterius 2.
Handi pun menceritakan ketika dirinya bertemu dengan misterius 2 ketika ia harus mengejar pelaku penembakan Juli yang mengenai tangannya. Saat itu Handi tengah sibuk mengejar orang itu, namun tiba tiba ia menerima sebuah kotak dari seorang anak kecil. Mendapatkan kotak dari orang yang tidak di kenal, Handi sempat menolak namun saat itu datang orang tua anak itu yang juga menyuruh Handi menerima kotak itu. Akhirnya mau tidak mau Handi pun menerima kotak itu dan membuka nya. Ketika ia sudah membukanya, ia sangat terkejut karena dalam kotak itu hanya sebuah selembar surat yang di tulis dengan tinta merah bak seperti darah.
Di dalam surat itu tertulis kalimat yang mengejutkan Handi.
"Surat ini aku tujukan kepada kamu Handi, aku tahu kali ini kamu sedang mengejar seorang pelaku penembakan Juli, namun kamu harus tahu! Ada hubungan spesial di antara kedua orang itu, hubungan itu melebihi hubungan kamu dahulu!."
Saat itu ternyata orang yang menghubungi dirinya ingin mengajak Handi bertemu dan merencanakan pembunuhan untuk Juli.
Pada awalnya ia mau mau saja, terutama ia juga sudah terbakar emosi dengan kedekatan Juki dengan Amar. Namun, saat itu ia tidak mengetahui kalau kedekatan kedua orang itu adalah kedekatan antara adik dan kakak.
Ketika ia sudah berada di tempat yang di maksud oleh orang itu, Handi terlihat sangat terkejut dengan wajah dan penjelasan dari orang itu tentang siapa dirinya dan dari mana ia berasal, serta apa pekerjaan yang ia lakukan dan dimana ia bekerja.
__ADS_1
Saat itu, Handi benar benar tidak bisa berkata kata atas apa yang di jelaskan oleh orang itu.
"Lalu apa tujuan kamu ingin membunuh Juli?" tanya Handi kepada orang itu dengan serius. Mendengar pertanyaan itu, orang misterius itu pun menjelaskan tujuannya kepada Handi dengan sejelas jelasnya tanpa meragukan Handi, nanti akan bocor atau tidak.
Setelah mendengar penjelasan dari orang misterius itu, Handi pun hanya diam dan dirinya melemparkan senyuman jahat kepada orang misterius itu.
"Ternyata kamu lebih busuk dari Juli!" ucap Handi setelah mendengar penjelasan dari orang misterius itu.
Setalah melakukan pertemuan singkat itu akhirnya Handi pun kembali ke rumah sakit dan menuju ke kamar yang di tempati oleh Juli. Dan setelah itu, tembak maut pun harus terjadi hingga merenggut nyawa Jihan adik Juli yang berusia menyelamatkan Juli.
Keadaan pun kembali berubah di mana, saat itu suasana menegangkan dengan keadaan alam sekitar yang gelap gulita.
"Itulah Juli, itu yang terjadi sebenarnya. Aku berani bersumpah dengan kamu atas kebenaran cerita yang aku ucapkan dia.. anak buah kamu lah yang merencanakan ini semua," jawab Handi dengan terlihat seperti orang yang ketakutan kepada Juli.
Juli yang menyadari hal itu ia pun langsung melepaskan kerja Handi dan ia langsung bergegas pergi dari hadapan Handi.
__ADS_1
Handi yang melihat hal itu ia hanya diam dengan mata yang melihat ke arah Juli yang melangkah kan kakinya menjauhi dirinya.