Reinkarnasi

Reinkarnasi
Part 53 Penasaran 2


__ADS_3

Saat itu, Ibu Juli terlihat terus berusaha untuk membuka pintu kamar suaminya. Ia kembali mencoba  kunci itu satu persatu, namun hasilnya nihil. Apa yang dia harapkan tidak pernah tersampaikan, dimana kunci kunci itu memang benar benar  tidak cocok dengan kunci pintu kamar suaminya. Saat ia tengah sibuk membuka pintu, tanpa ia sadari Jihan berada di belakang ibunya.


"Ibu!" panggil Jihan hingga membuat Ibu Juli terkejut dan langsung menjatuhkan kunci kunci itu ke lantai. Menyadari kalau Jihan berada di belakangnya, Ibu Juli pun langsung berbalik dan melihat ke arah Jihan dengan wajah yang terlihat gugup dan kaku. "Ada apa ibu?" tanya Jihan lagi dengan santai sambil mengambil kunci yang berada di lantai.


"Tidak ada, ibu tidak papa!" jawab Ibu Juli lalu ia meraih kunci itu dari tangan Jihan dengan kasar. Melihat tindakan aneh dari ibunya, Jihan pun hanya diam saja dengan tatapan mata yang kebingungan.


"Ada apa ya dengan ibu?" tanya Jihan dengan ekspresi muka yang kebingungan setalah melihat sikap  ibunya yang aneh. Setelah itu, ia pun pergi dari tempat itu dengan pertanyaan besar di benaknya.

__ADS_1


Di dalam kamarnya, Ibu Juli terlihat berjalan ke sana kemari dengan raut muka yang terlihat gugup. Setalah beberapa saat berjalan ke sana kemari, akhirnya Ibu Juli pun menghentikan langkahnya dan ia duduk di tepian tempat tidurnya dengan raut muka gelisah.


"Kira kira, Jihan tadi sadar apa tidak ya tujuan ku. Aku harap dia tidak tahu apa yang akan aku lakukan di kamar ayahnya," ucap Ibu Juli dengan ekspresi muka yang terlihat sangat khawatir. Ia kemudian kembali bangun dari tempat duduknya dan terlihat kembali berjalan ke sana kemari seperti orang yang bingung.


Waktu berlalu begitu cepat, saat itu Ibu terlihat tidak tidur hanya untuk membuka pintu kamar suaminya. Ketika ia merasa Jihan sudah tertidur Ibu Juli pun memeriksa ke kamar Juli yang di tempati oleh Jihan. Saat itu ia berjalan perlahan mendekati kamar Juli, ketika dirinya sudah berada di depan kamar Juli, Ibu Juli membuka pintu kamar Juli dengan perlahan untuk memeriksa keadaan Jihan. Melihat, Jihan sudah terlelap dalam tidurnya. Ibu Juli pun kembali menutup pintu kamar Juli dan ia kembali menuju ke kamar suaminya.


Ketika ia sudah berada di dekat kamar suaminya, ia merasa ada cara lain untuk membuka pintu kamar suaminya. Ketika ia tengah berpikir untuk membuka pintu, ia juga berusaha untuk mencari kunci di laci yang berada tidak jauh dari kamar suaminya. Ia pun membuka satu demi satu laci itu, namun ia masih saja belum menemukan kunci yang ia inginkan. Ketika ia membuka laci terakhir dirinya menemukan kunci yang berbentuk berbeda dari kunci kunci yang ia lihat. Melihat kunci itu, ia pun berpikir kalau kunci itu cocok dengan pintu kamar suaminya. Setalah dirinya mencoba kunci itu, memang benar apa yang di pikirkan nya. Dimana kunci itu memang cocok dengan pintu kamar suaminya, setelah pintu kamar suaminya terbuka akhirnya dengan perlahan ia masuk ke dalam kamar suaminya.

__ADS_1


"Aku harus cari tahu, mungkin rahasia yang di maksud oleh Jihan ada di sini!" ucap Ibu Juli dengan berhenti beberapa saat dengan memandang ke arah lemari. Tak berselang lama, ia pun langsung membuka buka satu persatu laci yang ada di lemari itu. Ia mencari sesuatu di dalam lemari itu, namun ia tidak menemukan apa pun di lemari itu. Ketika ia membuka lemari yang lain, ia melihat sebuah tumpukan berkas di lemari itu. Melihat hal itu dengan gugup dan gelisah, ia mengeluarkan semua berkas berkas yang ada di dalam lemari itu. Ia kemudian menaruhnya di atas tempat tidur suaminya yang sudah lama tidak ditempati oleh seseorang pun. Setelah itu ia memeriksa satu demi satu berkas tersebut, saat ia tengah sibuk memeriksa berkas berkas tersebut. Tiba tiba matanya tertuju kepada salah satu berkas berwarna hitam gelap dengan tulisan *Rahasia* terlihat tulisan itu sangat tebal dan berwarna putih. Melihat berkas itu Ibu Juli pun langsung meraih berkas itu dan membuka berkas itu.


Saat ia sudah membuka berkas itu, ia terlihat sangat terkejut bukan tanpa sebab Ibu Juli terkejut, hal itu terjadi karena ia melihat foto masa kecil Verdi di dalam berkas itu. Selain itu, ia juga melihat foto ayah kandung Verdi. Mungkin kalian sudah tertipu di awal, di mana memang sebenarnya Verdi bukan lah anak dari ayah kandung Juli dan Jihan. Verdi adalah anak dari orang lain yang menjadi selingkuhan ibunya. Anak kandung Ibu Juli dan Ayah Juli adalah Juli, Sista dan Jihan. Menyadari kalau rahasia yang di sembunyikannya selama ini terbongkar, ia sangat terkejut dan terpaku. Ia hanya dapat ternganga dengan mata yang terbuka lebar. Ia merasa tidak yakin kalau suaminya ternyata sudah mengetahui tentang rahasia lamanya.


"Tidak mungkin, tidak mungkin suami ku tahu semuanya tentang ini. Kalau pun seandainya dirinya tahu kalau aku berselingkuh dengan orang hingga mempunyai anak lalu kenapa dia diam saja? Dan, mengapa dia bisa sangat menyayangi Verdi walaupun dia tahu kalau Verdi bukan anaknya?" ucapnya dengan nada sedih dan ekspresi muka yang menunjukkan raut muka kebingungan. Ia pun berhenti beberapa saat sambil merenungkan sikap suaminya. Ia terlihat juga menunjukkan ekspresi bertanya tanya tentang alasan suaminya sangat sayang dengan Verdi. Setelah itu ia kembali melihat lihat ke arah berkas tersebut, namun ia tidak menemukan apapun yang ia temukan hanyalah sebuah foto kebersamaan antara Ibu Juli dengan selingkuhannya.


"Aku harus menyembunyikan ini, Jihan dan Verdi tidak boleh tahu tentang rahasia ini. Kalau dia sampai tahu, mungkin mereka tidak akan menyayangi aku lagi."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Ibu Juli pun langsung bergegas menyembunyikan foto foto itu dan barang barang yang lainnya. Ia kemudian mengembalikan barang barang itu ke dalam lemari dan bergegas pergi agar tidak ketahuan dengan Jihan. Ia pun membuka pintu kamar suaminya dengan perlahan dan setelah itu ia sedikit mengeluarkan kepalanya untuk melihat lihat keadaan sekitar. Merasa keadaan sudah aman Ibu Juli pun bergegas pergi dari kamar suaminya dengan pintu yang tidak di kunci oleh nya. Ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan ia bergegas mengunci pintu kamar agar Jihan tidak mengetahui rahasia yang ia sembunyikan. Setelah berada di dalam kamarnya, Ibu Juli pun masuk menyembunyikan foto itu dan berkas berkas itu di bawah kolong tempat tidur di dalam sebuah kotak kecil, ia kemudian menaruh kembali kotak itu di bawah kolong tempat tidur setelah ia mengunci kotak itu.


Merasa berkas tersebut terlalu besar akhirnya, Ibu Juli pun hanya memasukkan foto fotonya saja sedangkan berkas ia menaruhnya di bawah tempat tidurnya. Ia merasa kedua tempat itu adalah tempat yang aman untuk menyembunyikan barang rahasia seperti itu. Setelah merasakan perjalanan yang sangat melelahkan, Ibu Juli pun berbaring di atas tepat tidur dengan pandangan mata mengarah ke arah langit langit rumahnya. Saat itu, ia terlihat memikirkan tentang sikap suaminya yang sangat menyayangi Verdi , walaupun ia tahu kalau Verdi bukan anak kandung nya.


__ADS_2