
melihat Lin shi pingsan begitu saja, Revan yang tau itu langsung menggendong nya untuk di bawa ke UKS sementara waktu.
dia berlari sambil menggendong Lin shi, tatapan wajah dan raut muka nya seketika berubah total. dia terlihat cemas dan juga sedih melihat ini.
"Lin, bertahanlah." ujar Revan yang masih berlari.
semua orang mengikuti Revan dari belakang, bahkan murid-murid di kelas lain juga ikut penasaran dengan kejadian ini.
karna tidak biasanya satu kelas seheboh ini, karna merasa penasaran, akhirnya salah satu guru bertanya ke salah satu murid di kelas Lin shi.
"nak... nak...nak... ada apa kok ribut-ribut sih?." tanya pak guru yang ikut penasaran hal ini.
"Lin shi pak, dia pingsan seketika. semua orang panik melihat nya, dia berwajah pucat dan cukup menakutkan, jika ingin tau lebih mending bapak lihat sendiri aja kondisi nya." ujar salah satu murid yang lalu pergi dari sana.
dia berlari mengikuti teman-teman nya, sesampai nya di UKS, semua orang terlihat lelah dan duduk di salah satu kursi.
mereka menunggu Revan datang dan memberi kabar, karna Revan sudah masuk bersama Lin shi di dalam nya.
"buk, bagaimana keadaan teman saya?." tanya Revan dengan wajah yang khawatir.
ibu-ibu yang ada di UKS akhir nya memeriksa kondisi Lin shi, saat ia selesai memeriksa, ia pun langsung memberitahu masalah nya.
"sebenarnya ini tidak begitu parah, ia pingsan akibat stres dan juga lelah. kemungkinan besar, terjadi hal-hal lain diluar sana, btw kamu teman dekat dia bukan?." ujar sekaligus tanya dari ibu itu.
"begitu kah buk." ujar Revan yang lalu di jawab anggukan oleh ibu itu.
beberapa menit kemudian ia kembali menyambung sebuah perkataan lewat hatinya...
__ADS_1
"sudah saya duga dia pasti kelelahan lagi. Lin shi sebenarnya apa yang terjadi dengan nya akhir-akhir ini, kayak nya aku harus ngikutin dia deh sepulang sekolah ini. Lin shi maaf, aku tidak selalu jujur kepada mu." bathin Revan yang lalu di dengar perlahan oleh Lusi sendiri.
dibawah kesadaran nya, terdapat Lusi yang sedang kembali mengenang masa lalu nya. ia kembali melihat hal itu dengan begitu ceria.
semua yang ada di sini sangat terbalik dengan yang ada di dunia nyata, ia juga berharap agar semua ini terjadi dengan nyata nya tanpa harus seperti ini.
"hidup ku memang sulit sejak dulu, setiap hari aku bekerja, setiap hari aku harus melihat keluarga ku berantem, setiap hari aku akan menangis melihat ini, kapan-kapan hidup ku bisa tenang dan selalu bahagia?." ujar Lusi yang malah mengeluarkan suara tangisan.
disisi lain lagi, Lin shi dan juga yang lain nya sudah berusaha mencoba mencari cara untuk membangun kan dia, namun semua itu gagal.
Lin shi yang sudah pasrah kembali berkata hal aneh....
"hanya bisa menunggu waktu, seperti nya Lusi...." ujar Lin shi yang sama sekali tidak di lanjutkan.
ia bingung harus berkata apa lagi, ia hanya berharap agar Lusi sadar lagi. pingsan ini sudah membuat dia kehilangan banyak hal.
tiba-tiba di saat keadaan sedang tidak baik, datang Kenny yang langsung mengejutkan Lin shi...
Lisa dan yang lain ikut terkejut mendengar itu, namun karna refleks tangan, ia malah tak sengaja menampar pipi Kenny hingga merah.
Kenny yang di tampar itu langsung memegang pipi nya dan lalu marah dengan Lisa.
"weyyy...kenapa kau memukul ku?, aku ada salah apa dengan mu hingga kau berani menampar pipi ku begitu keras." ujar Kenny yang masih memegang pipi nya.
Lisa yang melihat dan mendengar itu langsung saja ikut mengelus dan berkata...
"aku minta maaf, aku tidak sengaja menampar mu." jawab Lisa yang malah di balas oleh Lun Jue.
__ADS_1
"salah mu sendiri, kenapa bertanya di saat keadaan lagi runyam." ujar Lun Jue yang malah membuat Kenny bingung.
ia tak tahu harus berkata apa lagi, semua nya malah menyalah kan ia karna pertanyaan dia tadi. ia terdiam sejenak dan raut wajah nya juga aneh.
namun sesaat kemudian, tiba-tiba dia sadar bahwa Lusi sedang pingsan. ia mulai tau hal ini, pantas saja semua teman nya seperti khawatir dan emosi mereka tak terkendali.
ternyata penyebab itu adalah Lusi yang pingsan tiba-tiba. dia juga penasaran sebenarnya apa yang sedang terjadi dan apa yang sedang di lakukan mereka.
"btw boleh nanya?." ujar Kenny yang lalu di balas oleh Lisa.
"tanya kepada ku saja, seperti nya teman-teman tidak begitu baik emosi nya." ujar Lisa yang memang benar, ia juga merasa hal yang sama.
"ternyata sepemikiran, btw Lusi kenapa sih kok bisa gitu?." ujar sekaligus tanya dari Kenny.
"sebenarnya Lusi sedang dalam masa penyelidikan lebih lanjut, ia sudah menemukan beberapa bukti dan juga sudah mencurigai salah satu anggota nya. alasan ia begitu, karna ia tak mau orang lain kenapa-napa karna masalah nya. btw ini juga termasuk salah satu kasus kita, aku dengar dari Lusi sendiri. ia berkata bahwa orang yang memb*nuh kita adalah orang yang sama." ujar Lisa yang membuat ia sadar akan banyak hal.
"kau...kau...kenal dengan Gu Qinzhang?." tanya Kenny yang lalu di jawab oleh Lisa.
"tidak, aku hilang ingatan saat menjadi roh. saat Lusi menemukan ku, dia sadar bahwa aku hilang ingatan. bahkan ia sudah mencari beberapa informasi tentang ku, sebenarnya ia cukup baik. ia berani melakukan penyelidikan begitu, bahkan walau ia wanita sekali pun ia tetap berani dan kuat. aku suka dengan sifat Lusi yang seperti itu." ujar Lisa yang malah mengagumi Lusi.
itu semua memang benar, Lusi sendiri memang punya sifat mandiri dan berani sejak dulu, apalagi di kehidupan lama nya ia adalah seorang pekerja sudah pasti harus siap menanggung yang nama nya resiko.
ia harus menanggung banyak beban, dari mulai kehidupan keluarga hingga ia sekolah. untung nya ia selalu mendapat kan beasiswa karna pintar.
itu lah alasan kenapa Lusi selalu rajin belajar dan juga memahami banyak hal di luaran sana.
"jika benar apa yang di katakan Lusi, seperti nya kita berdua seharusnya pernah bertemu atau kenal sebelumnya." ujar Kenny yang membuat Lisa bingung.
__ADS_1
"maksud mu, kita pernah bertemu sebelumnya?." tanya Lisa yang masih kurang paham.
"mungkin saja, kita tidak tau yang pastinya. ingat dunia itu bulat, pasti ada saat nya dimana kita bertemu dulu." ujar Kenny yang membuat Lisa paham.