Reinkarnasi

Reinkarnasi
Part 78 Flashback


__ADS_3

Ketika polisi dan Verdi sibuk untuk mengejar Amar, dari ruangan yang di tempati oleh Juli dan Jihan, para suster dan dokter itu membawa mereka keluar dari ruangan itu tanpa di sadari oleh para polisi dan Verdi.


Ketika mereka sudah berada di luar rumah sakit mereka di bawa masuk ke dalam mobil ambulans yang sudah berada di luar rumah sakit.


Beberapa saat kemudian, para polisi dan Verdi pun kembali keluar dari rumah sakit hal itu terjadi karena Amar pergi dengan mengendarai sepeda yang sudah ada di area belakang rumah sakit. Saat itu mereka semua masih belum menyadari kalau kedua orang itu di masukkan ke dalam ambulans, namun saat itu Verdi sudah melihat ke arah para suster dan dokter itu, tapi saat itu kedua pasien itu tertutupi oleh beberapa suster dan dokter hingga membuat Verdi tidak melihat wajah kedua pasien itu.


Setelah itu Verdi dan polisi nya pun bergegas pergi dari tempat itu dan tidak mempedulikan kedua pasien itu.


Keadaan pun berubah dimana saat itu, suasana menjadi menegangkan karena terlihat Amar dan para polisi itu terlihat saling kejar kejaran dan terdengar pula suara tembakan yang di arah kan kepada Amar.


Tak berselang lama Amar terkepung di atas jembatan, melihat hal itu Amar kembali turun dari sepeda nya. Saat itu para polisi yang mengepung Amar terlihat menodongkan pistol ke arah Amar dengan tatapan tajam ke arah Amar.

__ADS_1


Peringatan demi peringatan sudah di lontar kan oleh Handi polisi yang mengintrogasi Verdi, namun peringatan itu tidak di dengar oleh Amar. Tiba tiba Amar berlari ke tepian jembatan dan kemudian dirinya terjun dari jembatan itu.


Melihat hal itu, para polisi pun langsung menghampiri Amar dan berusaha menyelamatkan Amar, namun terlambat saat itu Amar tidak bisa di selamatkan oleh para polisi dan akhirnya ia pun jatuh ke sungai.


Dengan helm yang masih terpakai di kepalanya, Amar pun seakan dengan perlahan tengelam dalam aliran sungai itu hingga ke dasar sungai dan kepalanya membentur sebuah batu yang cukup besar, namun tiba tiba dirinya sadar setelah ia membentur batu itu dan ia pun langsung bergegas melepaskan helm yang ada di kepalanya. Saat itu ia sangat berusaha keras untuk melepaskan helm itu dari kepalanya. Tak berselang lama, Amar  itu pun berhasil melepaskan helm nya dan ia segeralah berenang ke tepian sungai.


Beberapa saat kemudian, Amar pun berhasil keluar dari  sungai dan berjalan menuju pinggiran sungai dengan luka di kepalanya dan beberapa area tangannya. Saat itu, ia berjalan keluar dari air dengan langkah yang tertatih dan sesekali mengerang kesakitan.


"Untunglah aku bisa menyelamatkan diri ku dari Handi dan Verdi," ucap Amar dengan nada serius, namun ketika dirinya tengah duduk di bawah bambu itu. Ia mendengar langkah kaki mendekati dirinya dan saat itu ia juga mendengar suara Handi dan Verdi berada di dekatnya. Pada awalnya dirinya tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, ia pun akhirnya melihat ke arah orang orang yang berjalan mendekati dirinya.


Menyadari kalau Handi dan Verdi berada di dekat nya, Amar pun  bergegas bersembunyi ke tempat lain agar mereka tidak mengetahui keberadaan nya.

__ADS_1


Verdi dan Handi pun berhenti di tempat Amar beberapa saat lalu, namun saat itu Verdi dan Handi tidak menyadari kalau di bawah kakinya  terlihat sebuah jejak kaki. Saat itu mereka langsung bergegas pergi dari tempat yang di pakai Amar sembunyi karena mereka menyadari kalau Amar tidak ada dan saat itu hari pun juga sudah mulai gelap.


Ketika mereka semua sudah pergi, Amat pun keluar dari persembunyiannya dengan langkah kaki yang sedikit pincang.


"Syukurlah mereka sudah pergi," ucap Amar setelah ia keluar dari tempat persembunyiannya. Namun saat dirinya baru melangkah kan kaki beberapa langkah dari tempat itu, tiba tiba Amar merasakan sakit di perut, merasakan hal itu Amar pun meraba perutnya yang tiba tiba terluka. Saat itu ia tidak melihat apa yang terjadi dengan perutnya, namun ia merasakan cairan dan ia merasakan sebuah sayatan di perutnya. Saat itu ia tidak melihat cairan apa yang ada di perutnya, hal itu terjadi karena keadaan yang sudah gelap dan tidak ada cahaya di tempat itu. Menyadari hal itu, Amar pun mencium bau dari cairan tersebut. Menyadari kalau cairan itu adalah darah, seketika Amar pun langsung terjatuh dengan bertekuk lutut di tempat itu.


"Apa yang terjadi dengan perut ku?" tanya Amar dengan terbata bata setelah dirinya terjatuh bertekuk lutut. Setelah hal itu, dengan perlahan ia jatuh dengan posisi telungkup di tempat itu dalam keadaan gelap gulita.


Keadaan pun kembali seperti awal dimana saat itu Amar tengah berada di rumah sakit dan dirinya berada di kursi yang berada di samping Juli.


Saat itu Amar terlihat sedih dan serius.

__ADS_1


"Itulah cerita kebebasan ku Juli, aku mohon kamu segera sadar. Kita harus segera balas dendam!."


__ADS_2