
jam demi jam telah berlalu, orang tua Lin shi kini bangun dengan raut wajah penasaran. mereka tau bahwa semalam anak nya pulang pagi.
mereka berdua turun kebawah dan mencoba membuat sesuatu di dapur, namun siapa yang sangka tiba-tiba Lin shi sudah ada disana memasak banyak makanan.
bahkan ia membeli lagi martabak baru untuk mereka. melihat anak nya yang begitu semangat tanpa ada rasa lelah sedikit pun, mereka merasa sedikit bersalah.
"Lin shi benar-benar sudah dewasa sekarang, aku bangga melihat dia mulai mandiri dengan sendirinya." ujar ibu Lin shi yang lalu di jawab oleh suami nya.
"kau benar, sudah saat nya Lin shi melakukan apa yang ia sukai. semoga apa yang sedang ia lakukan ini selalu dilindungi, ntah kenapa Beberapa hari ini aku merasa sedikit resah jika melihat Lin shi." ujar suami nya yang membuat istri nya menoleh dengan pandangan yang sama.
"kau ternyata berpikiran yang sama dengan ku, aku juga mengira pasti ada masalah di antara Lin shi. bahkan hari ini dia pergi sendiri tanpa ada teman-teman nya, itu sangat aneh terkadang. mungkin nanti kita telpon teman-teman nya untuk menanyakan lebih lanjut lagi. btw kamu dah denger belum kabar tentang Lin shi di sekolah nya akhir-akhir ini?." ujar sekaligus tanya dari sang istri kepada suami nya.
"iya kah, memang nya ada apa dia di sekolah?." tanya sang suami kepada sang istri.
"kata buk guru akhir-akhir ini dia sering melamun dan juga jarang berinteraksi sesama murid lagi. bahkan ada yang aneh, dia seperti kembali menjadi Lin shi sebelumnya nya. biasa nya Lin shi juga begitu saat sekolah, aku takut Lin shi akan kembali berubah." ujar istri nya yang merasa ketakutan.
Lin shi sendiri yang mendengar nya hanya terdiam, bahkan Lusi juga begitu. diam-diam dia juga menyimak pembicaraan kedua orang tua Lin shi.
"apa kah saat itu Lin shi juga mengalami hal yang sama seperti ku?." bathin nya yang malah di jawab langsung oleh Lin shi.
"tidak, kasus mu ini jauh lebih sulit. dulu waktu aku masih menjadi diri ku sendiri, kasus yang ku temui hanya seperti Lun Jue. tidak terlalu berbahaya dan juga tidak memakan banyak waktu, namun sepertinya ini adalah takdir yang di pilih untuk mu. mungkin ini yang di namakan ujian, bagaimana cara mu melakukan kasus ini." ujar Lin shi yang penuh dengan candaan.
mendengar hal itu justru membuat Lusi terdiam dan tak berkata apa-apa lagi, ia malah merasa hal yang di katakan oleh Lin shi sama sekali tidak lucu.
__ADS_1
itu semua berhubungan nyawa, apalagi dia takut jika nanti Gu Qinzhang tau identitas nya yang sekarang, jika dia sampai tau ini semua bisa kacau.
dia bisa saja menggunakan kebenaran ini untuk membuat banyak masalah besar di kemudian hari nya.
melihat raut wajah Lusi yang begitu sedih, ia paham dan akhir nya berkata sedikit....
"sudah jangan bersedih, ini semua bukan salah mu juga. aku yakin di mana hari saat kita ke pantai dia memang sudah ada rencana untuk mengikuti kita. dia pasti sudah ada rencana untuk mendekati mu dan mendapatkan informasi." ujar Lin shi yang membuat ia mengerti.
menit ke menit telah berlalu, tiba-tiba dari luar ada seseorang mengetuk pintu. dia adalah tetangga Lin shi yang sebelumnya pernah di tanya oleh Gu Qinzhang.
dia pun mengetuk dan memanggil orang yang ada di rumah.
"buk...pak..." teriak nya yang lalu membuat Lin shi maju ke depan.
dia pun berjalan pelan menuju pintu, sesampainya di sana, ia langsung membuka dengan raut wajah tersenyum ramah.
"jadi begini dek, bilang ke orang tua kamu, kalo bibi ngundang kalian semua ke pesta ulang tahun untuk anak bibi yang masih kecil. ingat satu hal keluarga harus datang, jangan lupa itu ya. owh iya bibi hampir lupa cerita ke kamu." ujar sang bibi tetangga yang membuat Lin shi penasaran.
"apa itu bi?." tanya Lin shi kepada bibi tetangga nya.
"jadi begini hari dimana kalian lagi liburan itu, sebenarnya ada orang tak di kenal nanya ke bibi. mereka nanya orang yang ada di sini ada nggak?, yaudah bibi jawab jujur mereka nggak ada, mereka lagi liburan di pantai gitu. btw orang yang nanya itu kamu kenal nggak Lin?." tanya bibi tetangga yang lalu di geleng kepala oleh Lin shi.
"nggak bi, btw ciri-ciri nya kayak gimana bi?, btw tunggu sebentar ya bi, seperti nya ada yang ingin saya tanya kan juga." ujar Lin shi yang malah bertanya balik.
__ADS_1
setelah nya Lin shi pun membuka ponsel dan memberi foto dari galeri nya. foto itu adalah foto dia dan Gu Qinzhang di kafe baru.
bibi tetangga yang melihat foto itu langsung terkaget dan berkata....
"nah itu dia, orang yang nanya ke bibi. btw kamu kenal sama dia?." tanya bibi tetangga yang malah membuat Lin shi terlihat melamun.
"kenal bi, yaudah kalo gitu saya masuk. soal nya saya mau bilang ke orang tua saya dulu." alasan nya yang langsung saja masuk begitu saja.
setelah ia masuk, ia langsung pergi ke dapur dan menyiapkan makanan yang tadi ia masak. walau raut wajah nya sudah berubah, ia tetap harus bisa kembali tersenyum.
"aku tidak menyangka, ternyata selama ini kamu berbohong pada ku. aku kira diri mu benar-benar baik, ternyata aku salah selama ini. ternyata benar perkataan ibu, aku mudah percaya kepada seseorang. aku bodoh Bu, kapan ibu menghukum ku atas kebodohan ku ini?." bathin Lusi yang sudah merasa sakit.
ia merasa sakit hati karna selama ini Gu Qinzhang sudah membohongi dirinya, bahkan ia juga pelaku dari pembun**an banyak orang.
ia juga tak mengira bahwa Gu Qinzhang sekejam dan begitu kasar, jika ia tidak dekat dengan Gu Qinzhang, mungkin dia tidak akan mengetahui hal ini.
dia masih terus berpikir hingga akhir nya datang sang adik yang lalu berkata...
"ada apa kak?." tanya sang adik yang merasa khawatir dengan Lin shi.
"tidak masalah dik, kamu kenapa ada disini?." tanya Lin shi dengan lemah lembut.
"sudah pasti kedatangan ku kali ini ya mencari makanan." jawab sang adik yang membuat ia tertawa.
__ADS_1
"adik bisa saja, btw duduk sana, makanan sebentar lagi siap." ujar Lin shi yang lalu di jawab lagi oleh adik nya.
"biar aku bantu kak, aku lihat kakak dari tadi melamun, aku merasa kasihan melihat kakak begini." ujar nya yang lalu tersenyum tipis.