
setelah beberapa saat ia mencerita kan kisah masa lalu nya, diam-diam Lin shi dan yang lain nya sudah beraksi bersiap untuk melakukan nya.
Lusi yang tau itu terus menerus mengulur waktu hingga saat tiba para polisi. Gu Qinzhang yang tentu sudah tau sejak awal langsung tersenyum.
"kau pintar Lin shi atau yang harus ku sebut Lusi. kau mungkin pandai dalam berkomunikasi lewat bathin, tapi aku punya sesuatu yang harus kau lihat. ini yang akan membantu kalian untuk keluar, tapi sayang mereka mungkin sudah masuk ke jebakan paling berbahaya." ujar Gu Qinzhang yang membuat Lusi memiliki firasat buruk.
setelah mendengar itu, Lusi langsung bergegas memanggil Lin shi hingga akhirnya Lin shi menjawab.
"Lin shi...Lin shi...jawab lah." bathin Lusi yang lalu di jawab oleh Lin shi.
"aku tau kau berbicara apa?, sekarang mungkin sudah terlambat. beberapa polisi sudah di sergap oleh sekumpulan gangster. jika ingin menolong kalian takut nya akan susah." ujar Lin shi yang membuat Lusi melemas.
Gu Qinzhang yang melihat itu justru tersenyum dan lalu berkata...
"sudah lah, mungkin bukan saat yang pas untuk kalian bisa pergi. lebih baik temani aku berbicara di sini, aku akan menceritakan awal mula kisah kejahatan ku. aku yakin kau pasti akan suka dengan cerita ini. kau sudah lama bukan penasaran dengan cerita kenapa aku bisa tega membun** Lisa dengan begitu sadis nya." ujar Gu Qinzhang yang membuat fokus Lusi teralih kan.
Revan yang dari tadi diam hanya mendengar saja, dia sangat pandai dalam hal menyimak sesuatu dengan benar dan teliti.
"maksud mu adalah kau benar-benar orang yang tega melakukan itu." ujar Lusi yang lalu terlihat heran.
"betul, aku tega melakukan itu karena apa...karna dia tau bahwa aku sudah melakukan banyak kejahatan, kau tau alasan utama kenapa aku berani membun**nya, dia ingin melapor kan aku ke polisi. bayang kan usaha ku selama ini akan hancur begitu saja, tentu saja tidak akan. aku, Gu Qinzhang tidak akan pernah bisa di kalah kan oleh seorang gadis kecil seperti mu. Lisa juga begitu, ia malah salah masuk sarang." ujar Gu Qinzhang yang membuat Lusi kesal.
"kau salah berbicara begitu kepada ku, kau lah orang yang salah masuk ke sarang. kau tau kesalahan utama mu apa?, kau terlalu jujur untuk ku. jadi jangan sampai semua nya terbongkar habis kan?." ujar Lusi yang lalu di tanya oleh Revan.
__ADS_1
ia langsung menggerakkan tangan nya dan lalu menoleh ke belakang untuk melihat wajah Lusi saat ini.
"kau...kau...kau tidak apa-apa kan lus?." tanya Revan yang lalu di jawab oleh nya.
"tentu aku baik-baik saja, hanya saja ada hama yang menggangu kita sekarang ini." ujar Lusi sambil memegang tali.
ternyata ia sudah punya persiapan sejak awal, dia sudah menyiapkan semua ini lebih dahulu dari siapapun. ternyata diam-diam Lusi membawa sebuah pisau kecil untuk memotong tali.
setelah tali itu putus, ia masih berpura-pura dan bahkan sengaja memutus kan tapi Revan. saat kedua tali itu sudah putus, baru lah mereka akan menyerang.
setelah beberapa menit kemudian, Lusi dan Revan berhasil lepas dan lalu menyerang Gu Qinzhang dengan cepat, namun ternyata di belakang mereka sudah ada orang lain yang ingin memukul nya.
Lusi yang sadar itu langsung menoleh ke belakang dan menendang wajah orang itu hingga akhir nya orang itu terpental jauh.
disisi lain lagi, para polisi yang sedang di sergap oleh sekumpulan gangster itu, kini melawan mereka dengan sekuat mungkin.
ia pun membuang nafas dan menarik nafas hingga akhirnya nafas dia kembali teratur. setelah selesai semua itu, para gangster yang pingsan langsung di ikat.
setelah itu sisa dari para polisi kembali berjalan mencari rumah pohon itu. setelah beberapa lama kemudian, akhirnya mereka menemui rumah itu.
namun di dalam nya sudah terdapat bunyi berisik seperti sedang bertengkar, para polisi yang mendengar itu langsung menggerebek rumah itu.
sedang kan Lusi dan Revan yang sedang bertarung kini terhenti karna datang nya polisi. Gu Qinzhang yang melihat itu justru tersenyum lebar.
__ADS_1
"hebat....kau sudah menyusun semua rencana ini sejak awal kah. kenapa secepat ini datang para polisi yang ingin menangkap ku." ujar Gu Qinzhang yang tersenyum lebar.
ia tak habis pikir, semua usaha dan kejahatan nya akan tertangkap di sini. ia terus tersenyum hingga akhirnya menetes kan air mata tanpa sadar.
Lusi yang melihat itu seketika kasihan, namun kejahatan yang ia buat sudah kelewatan.
"kejahatan yang kau buat terlalu kelewatan, Gu Qinzhang jika saja kau tidak seperti itu mungkin ada harapan untuk aku menjadi teman mu terus. Gu Qinzhang ada satu hal yang ingin aku kata kan kepada mu, terima kasih sudah muncul dan memberi pengalaman baru untuk kami. terima kasih juga karna kau, aku akhirnya bisa jujur kepada Revan siapa jati diri ku yang sebenarnya." ujar Lusi yang lalu di jawab oleh Gu Qinzhang.
"sama-sama Lusi, karna kau juga aku merasa otak ku masih kurang hebat untuk kejahatan. selama aku di tahan, akan kah kau mengunjungi ku setiap saat?." tanya Gu Qinzhang yang lalu di balas anggukan oleh Lusi.
"walau kau jahat, tapi kau tidak begitu berani ingin menyakiti kami. aku berjanji satu hal, jika kau sudah bebas aku akan mengajari mu cara nya menaiki motor. sesuai perkataan ku saat itu." ujar Lusi yang membuat Gu Qinzhang merasa lebih nyaman.
"Lusi, terima kasih." ujar Gu Qinzhang yang lalu memeluk nya dengan erat.
Lusi yang di peluk itu langsung membalas, bagaimana pun juga Gu Qinzhang adalah teman nya juga. selain itu Gu Qinzhang selalu baik dengan nya.
apa-apa dia selalu perhatian dengan nya, Lusi yang melihat itu hanya bisa menghela nafas. setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Gu Qinzhang dan beberapa anggota nya di bawa pergi.
para polisi yang berhasil menangkap gangster itu langsung berjalan kearah 4 pemuda itu.
"terima kasih atas bantuan nya, hey benar kah kata teman mu kalo diri mu punya kelebihan bisa melihat sesuatu." tanya salah satu polisi.
"sebenarnya itu memang iya pak." jawab Lusi yang lalu di balas oleh Revan.
__ADS_1
"memang nya kenapa pak?." tanya Revan yang penasaran.
"tidak apa hanya penasaran saja?, ngomong-ngomong kalian sedekat apa?." tanya pak polisi lagi.