Reinkarnasi

Reinkarnasi
episode 113 "teman-teman berkumpul"


__ADS_3

jam demi jam begitu cepat bergerak, bahkan hari yang tadinya masih jam 5, kini sudah berada di pukul 8. Lin shi yang masih terus bertanya-tanya dengan dirinya kini merasa aneh.


"salah kah jika aku berteman dengan mereka?." bathin nya dengan nada yang sedikit lelah.


disisi lain lagi, tiba-tiba muncul Kenny dan mengagetkan Lusi begitu saja.


"baru begitu saja sudah mengeluh, bagaimana dengan ku?." ujar Kenny yang malah membuat kesal untuk Lusi.


"kamu diam saja, semakin banyak bicara, maka aku tidak akan membantumu." ujar Lusi yang lalu mengalih kan pandangan nya tepat kearah luar jendela.


dia menatap langit-langit penuh dengan pandangan serius, bahkan Carol yang berada di kelas merasa aneh dengan Lin shi yang sekarang.


dia jauh lebih dingin dan tidak mudah merespon apapun, bahkan saat ia di bully sekali pun, ia nampak terdiam dan lebih parah nya lagi dia sama sekali tidak peduli hal itu.


"ini kali pertama nya aku lihat Lin shi kek gitu." bisik Carol tepat di telinga teman dekat nya.


"kayak nya dia dapet masalah baru, yaudah biarin aja. lebih bagus jika dia begitu, nggak ganggu kesempatan kamu, bahkan dia nggak bisa lagi menahan apapun. jika dia terus begini, maka kita juga untung." jawab teman dekat nya yang malah di angguk oleh Carol.


dia merasa perkataan teman dekat nya sangat lah tepat untuk hal ini, dia bahkan merasa senang jika itu terjadi. dengan tidak ada nya Lin shi, dia bisa lebih leluasa lagi.


namun siapa sangka, Revan juga diam-diam memperhatikan gerakan Lin shi. dia merasa ada yang salah dengan Lin shi, karna hal itu akhir nya ia memutuskan untuk berdiskusi dengan yang lainnya.


"tidak ada cara lain lagi, lebih baik aku diskusi kan dengan yang lain soal ini. Lin shi tenanglah, kami semua akan mendukung dan juga membantu mu. kau sabar lah, pasti ada petunjuk untuk dirimu." ujar Revan yang juga ikut merasa kasihan dengan Lin shi.


menit ke menit telah berlalu, kini mereka istirahat. Revan yang masih mengingat perkataan Lin shi, kini menjauh sedikit dari nya.

__ADS_1


Lin shi yang sadar itu hanya menghela nafas seakan-akan dia merasa bersalah karna perkataan nya begitu.


"Revan dan yang lainnya pasti marah dengan ku." ujar Lusi yang lalu di jawab oleh Lin shi.


"tidak mungkin, bagaimana pun mereka semua selalu bersama mu. aku yakin, mereka punya rahasia yang sangat besar." ujar Lin shi yang lalu di jawab oleh Lusi.


"jika begitu, maka cari tau hal itu. aku ingin tau, apa urusan mereka kali ini?, aku curiga kalo mereka berniat ingin mencari tahu juga hal ini." ujar Lusi yang merasa cemas dengan hal ini.


"bukan kah itu bagus jika semua orang tau." ujar Lin shi yang malah di bantah oleh Lusi.


"kau bodoh?, jika mereka semua tau, bisa-bisa mereka dalam bahaya. ingat satu hal, kak Lisa bisa mat* begitu karna ulah Gu Qinzhang. aku yakin, kak Lisa sebelum nya sudah tau tentang identitas asli Gu Qinzhang, dan kemungkinan besar ada hal lain yang menjadi penyebab utama nya. salah satu yang menurut pendapat ku adalah bahwa kak Lisa sebelum nya pasti sudah memberi tahu kepada seseorang. orang itu sudah pasti teman dekat atau pun saudara nya. owh tidak... jika di ingat-ingat, kak Lisa adalah kakak sepupu Yi Xuan, jika benar Yi Xuan tau hal ini, dia pasti sudah menyembunyikan hal ini cukup lama. sepertinya hanya ada satu cara jika ingin tau." ujar Lusi dengan panjang lebar, dia terus menerus membuat pertanyaan aneh.


itu semua terlintas di pikiran nya, bahkan perkataan itu hanya terlintas saja di pikiran nya. dia juga tak menyangka jika itu benar-benar terjadi.


bagaimana pun Yi Xuan juga termasuk teman dekat mereka, jika sampai itu benar-benar terjadi, bisa gawat juga untuk Lin shi pasti nya.


karna dia pasti butuh teman-teman nya yang lain untuk hal ini.


"kenapa Revan, tumbenan video call?." tanya Guo Jia dengan wajah heran.


"iya bener tuh, biasa nya jika ada begini pasti ada keadaan darurat." balasan dari Yi Xuan kepada Guo Jia.


"emang iya, sekarang aku butuh pendapat kalian tentang ini. ini semua menyangkut tentang Lin shi kenapa begitu?." ujar Revan dengan wajah khawatir.


"ehhh Lin shi gimana kabar nya?." tanya Guo Jia yang sama sekali belum tau.

__ADS_1


"keadaan nya buruk, dia semakin menjauh dan juga semakin dingin ke orang-orang." jawab Yuan yang membuat kedua temannya cemas.


"kok bisa?, ada apa sebenarnya?." tanya lagi kepada Revan dan juga Yuan.


"kayak nya ada masalah serius yang tidak ingin dia libat kan. aku curiga, selama beberapa hari ini aku terus berpikir bahwa Gu Qinzhang pasti ada hubungannya dengan hal ini." ujar Revan yang memang benar ada nya.


"maksud nya?." tanya Yi Xuan yang masih belum mengerti.


"maksud aku, Lin shi nampak nya tau banyak tentang Gu Qinzhang sekarang. jika benar dugaan ku, maka ada yang nggak beres di antara mereka. " ujar Revan yang memang benar.


"Gu Qinzhang?, pria itu sebenarnya nampak tak asing bagi ku." ujar Yi Xuan yang mengaget kan mereka.


"kamu kenal sama dia?." tanya Xiao Wen yang ikut penasaran juga.


ini kali pertama nya ia membuka suara, padahal yang lain nya sudah berbicara banyak. hal ini juga yang membuat Xiao Wen merasa ada yang aneh.


"tidak begitu kenal, tapi aku merasa dia nampak seperti seseorang. ntah dia siapa aku lupa." ujar Yi Xuan dengan raut wajah bingung.


disisi lain lagi, Lun Jue yang sudah di beri perintah oleh Lin shi kini ikut bergabung di rombongan Revan. bahkan ia juga mendengar banyak hal ini.


dia juga ikut kaget dengan apa yang di katakan oleh Revan, karna tebakan yang ia buat itu benar-benar persis sekarang.


dia juga bahkan sempat berkata sedikit untuk hal ini....


"nampak nya Revan benar-benar memahami Lin shi lebih dari apapun. tidak bukan Lin shi, tapi Lusi." ujar Lun Jue yang lalu menghilang.

__ADS_1


Revan dan yang lainnya yang masih berkumpul disana, bahkan Lin shi sendiri yang melihat itu ikut penasaran akan apa yang masih mereka bicarakan.


"teman-teman berkumpul, seperti nya ada masalah beneran?. ujar Lin shi yang lalu pergi dari sana.


__ADS_2