Reinkarnasi

Reinkarnasi
episode 97 "rindu?"


__ADS_3

jam demi jam sudah dilewatkan, kini mereka sudah pergi ke rumah masing-masing. Lin shi yang masih terdiam hanya berkata sebentar....


"ayah, aku pergi tidur dulu." ujar Lin shi dengan nada lesu.


"ada apa dengan anak itu?, pulang ke rumah langsung begitu." ujar sang ayah yang penasaran.


"mungkin perasaan dia lagi buruk yah, daripada kita ngomongin dia mending kita tidur aja. dik, sana tidur, tapi ingat jangan ganggu kakak kamu. dia pasti lagi ada masalah maka nya mood dia hilang gitu." ujar sang ibu yang memperingatkan adik Lin shi.


"baik Bu, yaudah kalo gitu aku tidur dulu ya. selamat malam ibu, ayah, bibi, paman, kakak, dan dedek." ucapan malam dari adik nya.


"malam juga." jawab serentak semua nya.


disisi lain, Lusi nampak termenung, ntah apa yang ia pikir kan, sedang kan Lin shi dia masih belum pulang.


nampak nya dia bermain sepuasnya disana.....


"Lin shi belum pulang?, hah... terasa sepi di sini, walau aku suka kesepian tapi ntah kenapa sekarang terasa berbeda." ujar Lusi yang lalu di kejut kan oleh Lin shi.


"dorrrr....." teriak Lin shi yang tidak mempan kepada Lusi.


biasa nya Lusi kaget, tapi kali ini dia malah terdiam tak berekspresi sama sekali.


namun sesaat ia menoleh sebentar, baru lah ia menyadari kehadiran Lin shi disana.


"Lin shi, kapan kau sampai?." tanya Lusi yang heran.


"masa nggak denger aku teriak lus?, wahhhh... kelewatan banget, suara aku dah besar gini nggak kedengaran?." ujar Lin shi yang tak habis pikir dengan apa yang ia dengar dari perkataan Lusi.


"aku serius, aku benar-benar tidak mendengar, maaf aku sudah lelah, aku harus istirahat besok udah sekolah." ujar Lusi yang lalu bersiap tidur.


diapun memejamkan mata, Lin shi dan juga teman-temannya hanya menatap satu sama lain dengan pandangan heran.


"Lusi kenapa?." tanya Lisa yang penasaran.

__ADS_1


"menurut pendapat aku, Lusi kayak nya rindu rumah lama. soal nya terlihat jelas dari gaya dia biasa nya nggak gini, diam nggak nyimak sama sekali. aku takut itu mempengaruhi pikiran nya." ujar Lin shi yang seperti nya tau persis hal itu.


"dari mana kamu tau itu Lin?." tanya Lun Jue yang lalu di jawab oleh Lin shi.


"aku adalah mata-mata, pasti nya aku dapet informasi sana sini." jawab Lin shi yang penuh dengan candaan.


disisi lain lagi, Lusi yang sudah tertidur kini malah bermimpi tentang masa lalu nya, masa lalu yang dulu nya pernah ia alami, dari mulai pelajaran hingga kerjaan.


semua nya ada di sana, namun sesaat ia bermimpi itu, tiba-tiba diri nya malah kembali ke usia nya yang masih 8tahun, saat itu di jalan xxx Lusi yang hendak menyeberang hampir saja tertabrak.


untung nya ada seorang anak laki-laki yang membantu nya menyebrang, Lusi yang sadar akan hal itu seketika tersenyum.


"terima kasih atas pertolongan nya." ujar Lusi yang lalu di balas senyuman oleh anak itu.


Lusi yang tau juga ikut membalas dengan senyuman, selama di sana mereka masih terdiam hingga sesaat kemudian anak itu baru lah berbicara.


namun baru saja bertanya, Lusi sudah pergi duluan....


"nama kamu siapa?." tanya anak laki-laki itu dengan wajah penasaran.


"terima kasih atas bantuan nya hari ini, semoga kita bertemu lagi. maaf aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu, aku masih ada urusan sebentar." teriak Lusi yang menjelaskan semua nya.


anak itu yang mendengar nya seketika tersenyum dan lalu berjalan ke arah lain. ternyata saat itu dia sedang berjalan pulang ke rumah nya.


setelah nya Lusi terbangun dari tidur nya, saat ia melihat jam ternyata sudah menunjukkan pukul setengah lima. dengan cepat pula ia berdiri dan pergi ke kamar mandi.


dirinya mandi dan membereskan segala nya, dari mulai tempat tidur yang berantakan hingga pakaian yang berserakan di mana-mana.


"aku heran dari dulu kebiasaan buruk ku tidak pernah berubah, apa aku harus melatih nya sekarang ya?." ujar Lusi yang lalu berjalan pelan melewati mereka.


dia tak ingin membangun kan seluruh teman-teman nya yang masih tertidur....


"biarkan saja mereka istirahat, mereka lebih lelah dari ku." ujar Lusi yang berjalan dengan pelan.

__ADS_1


disisi lain lagi, Revan yang juga ikut bangun kini berada di kamar sambil bermain ponsel. tidak tau apa yang ia lakukan kali ini.


"Lin shi main ponsel nggak ya?." tanya Revan yang lalu membuka WhatsApp.


saat ia melihat, ternyata wa dia aktif beberapa jam lalu, seketika ia pasrah dan hanya berdiam di kamar.


disisi lain, Lin shi yang masih tertidur kini tak sengaja terbangun dan melihat beberapa teman nya.


saat ia melihat ke ranjang tidur, dia tak melihat siapa pun, bahkan tempat tidur itu nampak bersih dan rapi.


seketika ia sadar dan lalu bergerak ke dapur, terlihat Lusi sedang memasak makanan yang baru ia bikin.


"Lin shi dan juga yang lain pasti suka masakan terbaru aku, mending aku panggil mereka buat icip-icip dulu." ujar Lusi yang terkaget saat melihat Lin shi sudah ada di depan nya.


Lin shi yang sadar akan hal itu seketika tersenyum tipis, dia bingung harus apa kali ini.


"aku panggil teman-teman ya, kamu di sini aja dulu. kamu duduk manis di kursi, aku panggilin teman-teman untuk kebawah." ujar Lin shi yang lalu menghilang.


dirinya ingin membangun kan mereka semua.....


"woy bangun, Lusi nyuruh kita buat icip-icip makanan yang ia masak." ujar Lin shi yang membuat Lun Jue terbangun.


"emang kita bisa makan?." tanya Lun Jue yang langsung sadar.


"kita nya nggak bisa makan, tapi aroma nya bisa kita cium. mending kita coba juga, aku dah lama nggak ngerasain makanan." ujar Lin shi yang di anggukan oleh Lun Jue.


setelahnya tiba-tiba Lisa terbangun bersama dengan Miao Yi, mereka terbangun dengan raut wajah heran...


"ada apa pagi-pagi kalian ribut?." tanya Lisa yang lalu di jawab oleh Lin shi.


"ikut aku ke dapur, Lusi baru aja masak." ujar Lin shi yang membuat mereka tambah heran.


"ya terus mau kita apain?, bukan nya Lusi lagi pengen sendiri ya." ujar Lisa yang lalu di jawab lagi oleh Lin shi.

__ADS_1


"maka nya jangan bikin dia sendiri, kita berempat itu suda seharusnya bersama dengan nya, di tambah lagi Lusi juga banyak membantu kan." ujar Lin shi yang lalu di angguk oleh semua nya.


"terus nggak apa-apa nih kita ke sana, nanti di kira nya kita mau ganggu lagi." ujar Lisa kepada semua nya.


__ADS_2