
setelah itu Revan merasa senang, saking senangnya ia tak tau harus berkata apa-apa lagi. namun setelah beberapa saat moment bahagia untuk mereka....
tiba-tiba dari kegelapan muncul suara pria dan tersenyum miring. ia bahkan menepuk tangan dan berkata dengan senang nya.
"ternyata orang yang ku sukai benar-benar wanita sungguhan. Lin shi, Lusi nama yang bagus!!." ujar pria asing dari kegelapan.
namun Lin shi yang sadar itu langsung berkata sambil meronta-ronta.
"Gu Qinzhang keluar dari sana, kau kira aku tidak tau kau ada di sana sekarang. jika kau memang berani maka lawan aku sekarang juga. tetapi ingat jangan pernah bawa orang-orang yang tak bersalah di dalam masalah ini. kau sudah melakukan hal jahat sepanjang masa, kau sudah membun** Kenny, kak Lisa, dan bahkan warga desa yang tak bersalah. jika saja warga desa itu tidak memberitahu ku, maka mungkin kau sudah di penjara secepat nya. Gu Qinzhang, kejahatan yang kau buat sudah banyak, aku salah menilai mu dengan sebutan baik. aku salah jika harus berteman dengan mu, aku kira dengan aku menjadi teman mu, kau bisa berubah dan menjadi baik. tapi aku salah besar, hal itu lah yang malah membuat monster baru di dalam dirimu." ujar Lin shi yang membuat ia tertawa terbahak-bahak, ia tak mengira perkataan Lin shi akan sepanjang itu.
namun Revan yang mendengar itu masih belum paham, ia masih kurang mengerti dengan semua ini. dia hanya tau bahwa tebakan nya pasti benar.
Gu Qinzhang yang sudah di ketahui itu langsung saja keluar dari kegelapan dan menampak wajah nya secara langsung. ia menatap mata Lin shi dengan begitu dalam.
Lin shi juga begitu, ia masih tak mengira bahwa orang yang ia kira baik adalah orang jahat selama ini.
"kau hanya memanfaatkan ku saja bukan?, kau tidak serius benar-benar menghargai pertemanan kita." ujar Lin shi yang lalu di jawab oleh nya.
__ADS_1
"teman?, aku sudah lama tidak mengenali kata itu. teman?, teman lah yang membuat ku menjadi jahat. jika saja mereka tidak mengkhianati ku saat itu, mana mungkin aku akan melakukan itu. kau bilang aku tidak menghargai pertemanan kita, aku tanya kepada mu, apakah kau menghargai pertemanan kita ini dengan sungguh-sungguh?." ujar sekaligus tanya dari Gu Qinzhang, ia hanya ingin kejujuran sekarang.
"aku selalu tulus melakukan itu untuk mu, aku benar-benar menghargai setiap apa yang kau kata kan. bahkan hari dimana kita bertemu, aku sudah ingin menjadi teman mu. aku kira kau seru di ajak santai dan bercanda sama seperti yang lain, tetapi sekarang aku tidak tau apakah kata itu masih ada. aku benar-benar tidak ingin mengkhianati dirimu, bahkan aku ingin pertemanan kita akan lebih lama. tapi seperti nya pertemanan kita akan akhir di sini, aku sudah mengetahui segala nya. kau pasti akan berpikir sama seperti saat kau menyingkirkan kak Lisa." ujar Lin shi yang tersenyum ramah di setiap perkataan nya.
ia memang benar-benar tulus menghargai itu, ia memang merasa senang saat berteman dengan Gu Qinzhang. apalagi saat di pasar malam, semua teman-temannya muncul dan bermain.
semua permainan terasa seru jika ada semua nya, tetapi ia tak menyangka bahwa hal itu akan menjadi mimpi saja.
ia hanya bisa terdiam dan sesekali menetes kan air mata nya, ia merasa Gu Qinzhang masih beruntung dari pada diri nya.
bahkan lebih parah nya lagi, ia menjadi wanita kesepian. hanya berteman kan satu orang dan hanya bisa menatap langit untuk menghilangkan rasa sedih nya.
"Lin shi, ku tanya sekali lagi, kau pernah merasa kan di sakiti oleh teman mu sendiri?, atau di sakiti oleh orang yang kau cintai?, pasti belum pernah, yang kau rasa kan hanya lah kesenangan." ujar Gu Qinzhang yang lalu di salah kan oleh Lin shi.
"kau tidak tau kehidupan lama ku bagaimana, menjadi seorang wanita, satu-satunya tulang punggung keluarga, mencari kerja sana sini. di hina oleh orang-orang, di anggap rendah oleh orang terdekat sendiri. bahkan lebih parah nya lagi, kehidupan ku yang lama sangat suram, penuh dengan kebencian, kesepian, dan juga kekecewaan. hidup hanya bersama dengan seorang ayah yang tidak bertanggung jawab sama sekali, di tambah sana sini hanya tau judi saja. kau pikir lah sendiri, aku masih muda namun aku sudah di suruh kerja berat." ujar Lin shi yang malah memberitahu semua kehidupan lama nya.
Gu Qinzhang yang mendengar itu ikut merasa sedih, namun rahasia besar nya tidak akan pernah terbongkar. ia akan tetap menjadi jahat dan tetap menjadi jahat.
__ADS_1
sifat nya tidak akan pernah berubah, memiliki dendam dan menjadi jahat satu-satunya cara agar ia terbebas dari segala nya.
hanya dengan ini, ia baru bisa mendapatkan semua nya. kebebasan, kekayaan, bahkan dengan ini ia punya alasan untuk menolak setiap perkataan ayah nya.
Revan yang hanya diam kini memegang tangan Lin shi dengan begitu lembut. ia masih tak mengira orang yang dekat dengan nya adalah orang tersayang nya sendiri.
ia tak percaya bahwa ia akan di beri kesempatan untuk bersama lagi. ini kah yang dinama kan jodoh sejati, dimana pun itu masih bisa bersama.
bahkan Lusi yang tau itu juga merasa senang. dia akhir nya bisa membongkar rahasia terbesar milik nya sendiri di hadapan Revan.
ia akhir nya bisa berkata jujur kepada orang yang ia sayangi saat ini, Lin shi diam-diam membathin sesuatu yang begitu indah.
"Rev, jika kita di beri kehidupan baru lagi, aku berharap agar kita bersama tanpa harus di pisahkan oleh apapun lagi. bila perlu kita harus bahagia dengan cara apapun itu." bathin nya yang lalu di balas oleh bathin Revan.
"lus, aku cukup senang mendengar yang kau katakan ini. aku tak mengira orang yang selalu ku khawatir kan adalah dirimu sendiri, hati ku selalu bergerak saat bersama mu. ternyata hati ku sendiri memang sudah mengetahui segala nya. ia juga sama senang nya saat mendengar ini, jika kita selamat dari sini, aku ingin menjadi kan mu sebagai pacar ku lagi. tidak peduli kau laki-laki atau bukan, tetapi yang aku tau hanya satu, kau adalah wanita yang selalu ku sayangi." bathin Revan yang di dengar langsung oleh Lin shi.
ia tak menyangka bahwa Revan akan menerima ia apa ada nya tanpa memperdulikan apapun itu.
__ADS_1