
menit ke menit telah berlalu, kini Lin shi segera membuat alasan lain untuk hal ini. ia pun terpikir kan untuk berpura-pura menelpon Revan.
diapun dengan segera mengeluarkan ponselnya dan lalu membuat dering. saat itu juga Lin shi langsung mematikan ponsel nya dan lalu berkata...
"Hay Rev, lagi apa?." sapaan sekaligus bertanya kepada Revan.
dia pun berpura-pura mendengar kan perkataan Revan, padahal nyatanya ia tidak sama sekali menelpon Revan.
"kalo aku sih lagi dijalan nih, beli martabak kayak biasa nya." jawab Lin shi seperti biasa nya.
iapun mulai mendengar kembali... selama beberapa menit Lin shi berbicara omong kosong, tiba-tiba Lin shi malah berkata seperti ini.
"bisa kok Rev, bentar aku tanya dulu sama Gu Qinzhang." ujar Lin shi yang lalu menutup telpon nya dengan tangan.
iapun menoleh kearah Gu Qinzhang dan bertanya sedikit....
"Gu Qinzhang, tidak apa-apa kan aku pulang bareng teman aku, kata nya dia juga ada di sekitaran sini. gimana nggak apa-apa kan?." ujar Lin shi yang lalu dijawab oleh Gu Qinzhang.
"tidak masalah, nanti selesai beli makanan ini, aku langsung pulang duluan ya. soal nya ada beberapa urusan kantor yang belum aku kerjakan, jadi nggak apa-apa deh." ujar Gu Qinzhang dengan senyuman.
setelah nya Lin shi pun membalas dengan senyuman, ia pun merasa tak menyangka bahwa rencana ini akan berhasil dengan mulus.
tapi sesaat kemudian, tiba-tiba Gu Qinzhang malah membathin sesuatu yang malah didengar langsung oleh Lin shi...
"yah Lin shi malah pulang bareng temannya, padahal aku pengen bicara lebih bareng dia. sudah lah lupa kan, setelah ini aku langsung pulang dan kembali mengerjai projek besar." bathin Gu Qinzhang yang lalu membuat Lin shi terdiam.
ia nampak begitu penasaran sekaligus ragu-ragu dengan Gu Qinzhang, apalagi saat mendengar isi hati nya.
sesaat kemudian tiba-tiba terdengar teriakan keras dari penjual martabak. iapun menyebutkan pesanan mereka berdua.
"owh mas-mas, ini pesanan kalian sudah matang, btw harga nya 21 ribu ya satu porsi." ujar penjual itu kepada mereka berdua.
dengan segera Gu Qinzhang dan Lin shi mengambil dompet masing-masing dan membayar pesanan nya dengan serentak.
__ADS_1
"ini buk." ujar mereka berdua yang mengacungi duit.
saat itu Gu Qinzhang memberi uang 63 ribu, begitu juga dengan Lin shi. dia juga sama-sama memberi uang 63 ribu.
awal nya dia hanya berniat membayar punya nya sendiri, tapi sesaat kemudian dia berpikir lebih baik kali ini dia pula yang mentraktir Gu Qinzhang.
saat itu juga penjual nya bingung dan berkata agar mereka berdua membayar secara benar.
"begini saja, bayar pesanan kalian masing-masing, dengan begitu kalian berdua tak perlu repot-repot membayar hingga begitu." ujar penjual nya yang ingin adil.
seketika Lin shi dan Gu Qinzhang langsung membayar dengan benar. saat itu juga, Gu Qinzhang mengambil pesanan nya dan langsung masuk kedalam mobil.
berbeda pula dengan Lin shi, ia malah terlihat menunggu disini. penjual nya yang melihat itu hanya terdiam dan lalu mengerjai tugas nya.
disisi lain lagi, Revan yang berada di rumah nya kini merasa tak nyaman. ia nampak gelisah terus menerus, seakan-akan ada yang mengganggu pikiran nya.
"ayo lah kenapa sih aku?, kok aku malah gelisah sih?." bathin Revan yang terus merasa gelisah.
disisi lain lagi, Lin shi yang masih berada dijalan kini langsung memanggil sebuah taksi. nampak juga bahwa ia terus memegang ponsel nya.
"pak, ikutin mobil hitam itu, tapi ingat jangan sampai ketahuan kalo kita ngikutin mereka." ujar Lin shi yang lalu di angguk oleh nya.
Lin shi pun mengikuti mobil Gu Qinzhang hingga akhirnya sampai disana. dia pun turun dari taksi dan melihat lebih jelas segala nya.
"ini pak uang nya, kembaliannya ambil aja." ujar Lin shi yang lalu mengendap-endap pergi dari mobil itu.
disisi lain lagi, tiba-tiba datang Lin shi dan juga teman-temannya, mereka nampak memperhatikan gerakan Lusi yang selalu mengendap.
karna hal itu, mereka pun sama-sama mengintip bersama dengan Lusi. namun sebelum nya Lusi yang tak sadar bahwa ada teman-teman nya masih saja fokus mengarah pada rumah itu.
"ternyata itu rumah Gu Qinzhang." bathin Lusi yang di denger oleh Lin shi.
diapun tersenyum tipis dan lalu melihat-lihat sekitar, saat itu juga tiba-tiba Xiao Bai datang berlari masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Lusi yang sadar bahwa Xiao Bai berlari masuk, kini menyembunyikan diri nya bersama dengan yang lain. mereka juga berasumsi bahwa Xiao Bai bukan orang sembarangan.
karna saat di tempat rumah hantu, ia nampak melihat sesuatu selain Lusi di dalamnya. untungnya ia tidak bisa mendengar hal lain lagi.
"berhati-hatilah, seperti nya Xiao Bai bukan orang biasa." ujar Lin shi yang malah mengagetkan Lusi.
ia pun terkejut untungnya ia dengan cepat langsung menutup mulut nya dengan tangan.
saat itu juga ia baru membuka mulut nya dan lalu bertanya...
"kalian semua kenapa ada di sini?, jika tau bahwa Xiao Bai itu bukan orang biasa, kenapa kalian semua berani datang kesini." tanya Lin shi yang merasa cemas dengan mereka.
"kami tau kamu cemas dengan kami, tapi kami juga sama hal nya. kami mengkhawatirkan dirimu Lusi." ujar Lisa yang lalu membuat nya menghela nafas.
"lupa kan, ayo pulang, besok malam aku datang kesini lagi. kalian tidak usah ikut aku." ujar Lin shi yang lalu di setujui oleh mereka.
setelah nya mereka pun memilih pergi dari sana, mereka pun berjalan menuju jalan raya. sesampainya di jalan raya, ia pun langsung memanggil taksi.
"taksi." ujar Lin shi yang melambai kan tangan.
taksi yang tadi nya pun berhenti dan berkata....
"mau kemana mas?." tanya supir taksi itu kepada Lin shi.
"saya mau pergi ke alamat jalan xxx, no 38 mas." ujar Lin shi yang lalu di jawab lagi oleh nya.
"owh yaudah masuk mas." ujar supir taksi itu dengan ramah.
Lin shi pun langsung naik ke dalam mobil dengan nyaman. selama di perjalanan, nampak nya supir itu selalu memperhatikan gaya Lin shi.
"mas tinggal di sana ya?." tanya supir taksi itu dengan lemah lembut.
"iya mas, saya tinggal di sana." jawab Lin shi yang juga sama-sama ramah.
__ADS_1
"btw mas tadi kok bisa ada disana?, mas tau nggak itu tempat apa tadi?." tanya supir itu yang membuat Lin shi kaget.
"memang nya itu tempat apa mas?." tanya balik Lin shi dengan penasaran.