
setelah nya Lin shi hanya melirik adik nya yang masuk kedalam rumah. dia menatap penuh dengan rasa bersalah, karna dia sudah beberapa kali tidak mengajak nya berjalan bersama.
"maaf dek, kakak akhir-akhir ini sibuk jadi belum sempat ngajak kamu ke sana. tapi Lusi janji deh, hari libur nanti aku bakalan ajak kalian semua jalan-jalan ketempat yang paling seru. btw rombongan keluarga Lin shi pernah nggak ya ngerasa jalan-jalan versi sederhana tanpa ke hotel dan villa gitu?." bathin Lusi yang lalu di kaget kan oleh Lin shi secara sengaja.
"dor....enak aja bathin mu, keluarga ku dulu sering banget bepergian keluar gitu. tapi sayang semenjak mereka sibuk, mereka jadi sibuk kerja dan jarang banget berinteraksi lagi dengan keluarganya. alasan gua lebih milih dingin ke keluarga ya karna itu, daripada berharap terlalu jauh nanti nya takut nggak kesampaian." jawab Lin shi yang lalu tersenyum di setiap kata nya.
dia merasa perkataan nya itu bagai kan lelucon yang sedikit garing. dia juga tau harus apa, dia juga harus tau berbuat apa nanti nya.
dia begitu bukan berarti karna dia tidak sayang ke keluarga nya... hanya saja masalah selalu ada setiap saat....
beberapa menit kemudian, tiba-tiba Gu Qinzhang muncul menggunakan mobil. Lin shi yang sadar itu segera menoleh ke depan dan memperhatikan siapa orang itu.
saat ia memperhatikan, ternyata orang itu adalah Gu Qinzhang, dengan segera Lusi merasa penasaran, karna Gu Qinzhang malah menjemput dia langsung.
saat Gu Qinzhang turun dari mobil nya, dengan segera ia berjalan menuju ke arah Lin shi.
"Lin, ayo pergi." ujar Gu Qinzhang yang mengajak nya langsung.
"oke, tapi maaf merepotkan mu. aku kira kali ini kamu kirim alamat nya ke aku, jadi nya aku langsung otw ke sana." ujar Lin shi yang lalu di jawab oleh nya.
"tidak, ini adalah restoran spesial, jadi aku harus menjemput mu agar kamu bisa merasa lebih nyaman. restoran ini punya peraturan yang sedikit berbeda dari peraturan umum nya." ujar Gu Qinzhang yang membuat Lin shi gagal paham.
"maksud mu?." tanya Lin shi dengan polos.
dengan segera Gu Qinzhang terkekeh kecil dan menggeleng kepala nya, dia tak menyangka akan mendengar pertanyaan polos itu.
__ADS_1
"maksud nya, peraturan kali ini, orang yang boleh masuk kesana harus berdua atau lebih. jika hanya satu orang, mungkin tidak di layani. ini adalah peraturan baru kami, aku membuat nya agar lebih banyak untung dikit." ujar Gu Qinzhang yang lalu di angguk oleh Lin shi.
setelah mengerti maksud ucapan Gu Qinzhang, dengan segera Lin shi berbalik menoleh ke jendela. ia terus menatap keluar dan melihat segala nya.
saat ia melihat gedung-gedung, dengan segera Gu Qinzhang yang sadar langsung berkata....
"owh iya, aku penasaran dari dulu nih, kamu sekolah nya pilih jurusan apa sih?." tanya Gu Qinzhang kepada Lin shi.
"ayah ku bilang, kalo aku lebih baik memilih masuk jurusan bisnis. karna aku bisa melanjutkan lagi perusahaan ayah ku." ujar Lin shi kepada Gu Qinzhang.
"sebenarnya selain memiliki bisnis di restoran, aku juga punya beberapa perusahaan. sebenarnya aku dulu tidak pernah mau belajar tentang bisnis, malahan aku lebih memilih ingin menjadi seorang astronot. tapi takdir berkata aku lebih sukses dalam bidang usaha, jadi lebih baik aku kembang kan lebih banyak. jujur, jika kamu benar-benar sudah punya usaha sendiri, bisa kah kita bekerja sama?." ujar Gu Qinzhang yang lalu di angguk oleh Lin shi.
"tentu saja, asal kan kepercayaan kita masih ada, aku yakin, kita bakal bisa bekerja sama satu sama lain. btw jangan bahas ini dulu, soal nya aku belum masuk kuliah." ujar Lin shi yang lalu tersenyum setelah nya.
tapi jika mengingat tentang dulu, Lusi pernah bercita-cita ingin menjadi seorang guru, dia bahkan pernah berkata jika dia menjadi seorang guru, dia akan menjadi guru baik dan memberi ilmu sebanyak mungkin kepada murid nya.
beberapa menit setelah mereka terdiam satu sama lain, tiba-tiba mobil mereka berhenti. supir mobilnyapun langsung menoleh ke belakang dan berkata....
"bos... kita sudah sampai." ujar supir nya.
dengan segera mereka turun dari mobil dan melihat restoran nya. saat ia melihat itu, Lin shi seketika ternganga karna restoran itu sangat lah megah.
ia melihat lapangan yang begitu luas, bahkan dari sisi lain terdapat pemandangan yang cocok untuk di lihat.
sungguh jika datang bersama pasangan, ini adalah hal terbaik yang pernah di lakukan. dengan pemanasan sebagus ini, beserta makanan yang menggugah selera.
__ADS_1
"Gu Qinzhang, ini sangat bagus, lihat ada pemandangan di sana. lihat juga lapangan yang ada disini sungguh luas, sungguh cocok untuk anak muda bersama." ujar Lin shi yang memuji.
"bagaimana suka?, yaudah ayo masuk ke dalam kita mencoba beberapa makanan di sini." ajakan Gu Qinzhang yang di setujui oleh nya.
mereka berdua langsung masuk bersama ke sana dan melihat-lihat isi dalam restoran itu. saat Lin shi melihat itu, dia tambah terpesonanya.
"Gu Qinzhang, ini jauh lebih indah. dari luar saja sudah begitu, apalagi dalam nya, luar biasa sekali." ujar Lin shi yang lalu berjalan.
ia terus berjalan melihat banyak hal, ia melihat beberapa penataan ruang yang kurang bagus jika di letakan di sana.
"Gu Qinzhang...Gu Qinzhang...." ujar Lin shi yang memanggilnya.
Gu Qinzhang dengan segera menoleh dan menghadap ke arah Lin shi. tatapan matanya saat itu langsung berubah menjadi heran.
"ada apa?." tanya Gu Qinzhang yang penasaran.
"lihat ini kurang sesuai dengan ruang nya, penataan ini kurang rapi, tapi jika di letakan disana, mungkin akan lebih baik." saran Lin shi yang lalu membuat dia sadar.
"betul sekali, bagaimana kamu tau itu?." tanya Gu Qinzhang yang heran.
"cukup mudah, aku hanya melihat-lihat saja tadi. jika ingin menarik pengunjung lebih, maka guna kan beberapa keindahan di sini." saran lagi Lin shi yang lalu di dengar oleh semua nya.
"bos, dia siapa?." tanya salah satu pelayan yang lalu di jawab langsung oleh Lin shi.
"maaf menyinggung, nama saya Lin shi, saya teman nya dia." jawab Lin shi dengan ragu-ragu.
__ADS_1
"tidak masalah, hanya saja perkataan anda cukup benar. lihat ini memang kurang menarik jika di letakan di sini." ujar pelayan tadi yang malah menyetujui perkataan Lin shi.
dengan segera Lin shi sedikit tersenyum malu, dia belum pernah mendengar saran nya di gunakan secara langsung.