
Lusi yang sadar bahwa Kenny mengetahui segala nya dengan segera ia penasaran dan bertanya langsung.
"aku tanya kepada mu, kenapa kamu bisa ingat semua itu?." tanya Lusi yang lalu dijawab oleh nya.
"aku ingat karna aku belum m*ti, tubuh ku masih ada. tapi yang sekarang aku bingung adalah, aku tidak tau dimana tubuh ku yang sekarang. aku ingat saat jatuh dari jurang, aku sudah keluar dari tubuh ku. karna aku merasa pusing aku pergi sebentar, saat balik lagi tubuh ku hilang saat itu. karna hal itu aku tidak bisa keluar dari sekolah ini, aku tidak tau kenapa bisa gitu, setiap kali aku ingin keluar, gerbang sekolah nampak tertutup." jawab Kenny dengan panjang lebar.
dengan segera Lusi memikir kan cara sambil memanggil nama nya Lin shi.
"psttt...woy Lin shi, Lin shi butuh bantuan nih." ujar Lusi yang membuat Lin shi berada di samping nya.
"ganggu aja, aku lagi santai-santai bareng temen-temen kamu malah manggil aku, kenapa ada masalah apa?." tanya Lin shi kepada Lusi.
baru saja ingin menjawab, dengan segera Lin shi kaget saat melihat Kenny.
"dia siapa lus?." tanya balik Lin shi sambil menunjuk kepada Kenny.
"dia yang ingin aku tanya kan, ada cara nggak sih buat dia keluar. kata nya dia kesusahan keluar dari sekolah ini, di tambah lagi ternyata dia masih hidup. gimana mau tolongin nggak?, aku tau kita masih ada beberapa urusan, tapi aku kasihan dengannya." ujar Lusi yang membuat Lin shi menghela nafas.
"aku tau itu lus, hanya saja kita segera ke gerbang untuk melihat apakah dia benar-benar tidak bisa keluar." ujar Lin shi yang lalu membawa dia ke gerbang sekolah.
sesampainya di sana, dia dengan segera mendorong tubuh Kenny keluar dari sana, dan hasil nya sungguh tidak bagus.
Kenny malah merasa sakit, seakan-akan ada sesuatu benda menusuk dirinya.
"auuu..." teriak Kenny yang kesakitan.
dengan segera Lin shi sadar dan memperhatikan baik-baik gerbang itu. sesaat ia melihat, tiba-tiba dia nampak sesuatu cahaya yang berbeda.
"lus, ada portal yang tidak bisa dimasukkan oleh orang lain." ujar Lin shi yang membuat Lusi heran.
"hah apa?, nggak jelas kau ngomong." ujar Lusi yang di ulangi lagi oleh Lin shi.
__ADS_1
"aku bilang, di sini itu ada portal khusus. hanya orang tertentu yang bisa masuk, contoh nya aku sama teman-teman yang lain. mereka bisa masuk karna mereka tidak m*ti di sini, jadi nya dia bisa bebas keluar masuk." jelas Lin shi yang membuat mereka tau.
"jadi gimana cara agar portal ini terbuka?." tanya Lusi yang lalu di jawab oleh Lin shi.
"tidak bisa, jika kita membuka portal khusus ini, maka mereka yang sudah tiada bisa keluar dari sini. masih mending niat mereka baik, coba jika mereka berniat buruk, bisa-bisa kita bakalan dalam bahaya. alasan portal ini terbentuk, karna di sini ada seseorang yang punya niatan jahat kepada manusia." jawab Lin shi yang membuat Lusi sakit hati.
"lalu kita harus gimana?." tanya lagi Lusi yang malah membuat ia terkejut karna tiba-tiba datang teman-teman nya.
"Lin shi, ada apa?." tanya Revan yang lalu berjalan.
begitu pula dengan Yuan dan juga Xiao Wen, mereka sama-sama berjalan menuju Lin shi.
dengan segera Lin shi menghadang jalan mereka akan tidak maju sembarangan.
"jika ingin berbuat baik, maka dapatkan penglihatan. segera pegang dia mungkin ada sesuatu yang muncul." ujar Lin shi yang malah mendorong tangan Lusi hingga akhirnya dia memegang tangan Kenny.
teman-teman nya yang kaget melihat Lin shi yang tidak jatuh, padahal tubuh nya sudah hampir terjatuh.
disaat itu juga ia pingsan dan lalu di alam bawah sadar nya ia melihat banyak hal.
lebih tepatnya kejadian dimana Kenny terb*nuh saat itu.
10 tahun yang lalu, SMA ini sangat lah kumuh. tidak sama dengan yang sekarang, seperti nya karna pergantian pemilik.
saat itu Kenny yang baru saja duduk di bangku kelas 12, sedang bertemu dengan seseorang wanita yang di sebut sebagai pacar nya.
saat itu Lusi ikut kaget saat melihat nya, suara wanita yang memanggilnya begitu persis seperti yang ada dalam mimpi nya saat itu.
"sayang..." ujar wanita itu yang lalu memeluk Kenny dari belakang walau begitu raut wajah nya nampak tak begitu senang.
Kenny yang sadar itu dengan segera memutar tubuh nya dan lalu membalas dengan pelukan.
__ADS_1
begitu hangat dan juga penuh kasih sayang, tapi kenapa Kenny bisa begitu.
"ada apa sayang?." tanya Kenny yang tersenyum.
"sayang aku ada berita nih." ujar wanita itu yang lalu di tanya oleh Kenny.
"berita apa itu sayang?." tanya Kenny dengan serius.
"kita putus, selama tiga tahun kita bersama, sebenarnya aku itu punya pacar lain. bahkan kami sudah berhubungan selama 6 tahun. aku tidak ingin menyakiti hati mu, tapi aku harus bilang ini kekamu." ujar wanita itu yang lalu di balas oleh Kenny.
"siapa orang itu?, aku ingin memberi ucapan kepada nya. selamat atas hubungan kalian yang begitu langgeng. aku tidak tau, aku harus sedih atau bahagia saat ini, tapi yang jelas mulai sekarang jangan pernah hubungi aku dan jauhi aku segera. aku benci melihat wajah bohong mu itu." ujar Kenny yang berlari dengan raut wajah kecewa.
mata nya yang sudah memerah karna berita itu, dia merasa sakit hati saat mendengar nya. bagaimana tidak, wanita yang ia cintai selama ini menipu diri nya.
bahkan membuat dia sakit hati karna kecewa... 13 hari kemudian, Lusi seketika mempercepat waktu dan melihat kejadian nya.
saat itu sang wanita menelpon dia dan berkata....awal nya Kenny tak membalas, tapi karna merasa terganggu akhirnya dia menjawab walau ia tak bersuara.
"Kenny, tolong aku...tolong...pria yang aku katakan itu sekarang ingin membun*uh ku. aku takut Kenny tolong aku..." ujar sang wanita yang menangis.
Kenny yang memiliki jiwa baik langsung bergegas kesana walau ia tau bahwa wanita itu tak setulus yang ia lihat.
sesampainya disana, Kenny malah terkejut melihat wanita itu bersama dengan nya.
saat itu juga ia terkejut melihat wajah pria itu, ternyata pria itu adalah teman nya sendiri.
"kamu..." ujar Kenny yang terkejut melihat nya.
"Kenny, apa kabar?, kamu baik-baik saja kan sekarang?." tanya teman nya itu sambil tersenyum.
"pembohong, ternyata selama ini kalian berdua mengkhianati aku." ujar Kenny yang sudah kecewa melihat nya.
__ADS_1
"dari dulu aku nggak pernah nganggep kamu itu temen, aku hanya manfaatin kamu aja." ujar temannya yang membuat ia merasa lemas.