
menit ke menit telah berlalu, kini mereka duduk disalah satu meja makan yang sudah disiapkan oleh Gu Qinzhang untuk mereka berdua.
di sana terlihat sangat jelas pemandangan yang indah, bahkan Lin shi yang melihat nya pun terpesona akan keindahannya.
"Gu Qinzhang ini tempat yang bagus sekali." ujar Lin shi yang lalu dibalas senyuman oleh Gu Qinzhang.
Lin shi yang melihat itu akhir nya ikut tersenyum ramah. setelah beberapa menit mereka menunggu, akhir nya pesanan makanan mereka datang juga.
beberapa pelayan di sini sangat ramah, ada juga yang terlihat menatap sinis ke Lin shi seakan-akan iri dengannya.
Lin shi yang mengerti itu hanya melirik secara diam-diam, ia diam-diam juga merencanakan sesuatu untuk hal ini.
"semoga hari ini tidak ada masalah, nampak setelah pulang, aku akan mengikuti nya. rencana baru, mencari beberapa alasan agar Gu Qinzhang tidak membawa ku lagi didalam mobil nya, setelah aku keluar dari sana, baru lah aku diam-diam mengikuti nya secara perlahan." bathin Lusi yang sudah memiliki ide.
setelah nya mereka pun makan dengan tenang ada pembicaraan. bahkan mereka hanya berdiam sambil memakan makanan mereka masing-masing.
"Lin shi kenapa diam saja ya?." tanya Gu Qinzhang yang penasaran.
"ayo Gu Qinzhang ajak bicara, ya kali kita hanya diam dan makan saja." bathin Lin shi yang merasa bosan setelah nya.
karna melihat Lin shi sudah bosan, dengan segera Gu Qinzhang berkata...
"jangan bosan dulu, mari ikut aku ke suatu tempat." ujar Gu Qinzhang yang lalu berdiri.
begitu pula dengan Lin shi, dia langsung berdiri dan mengikuti Gu Qinzhang. mereka berdua pun melangkah demi langkah menuju luar restoran.
awal nya Lin shi kebingungan karna tidak tau ini ada apa?, karna terlihat jelas mereka mengarah keluar restoran.
"kita mau kemana?." tanya Lin shi kepada Gu Qinzhang.
"kamu akan tau." ujar Gu Qinzhang yang lalu membawa Lin shi ke suatu tempat.
__ADS_1
setelah nya mereka kembali berjalan, selama 1 menit mereka berjalan, barulah mereka tiba di tempat yang akan dibilang oleh Gu Qinzhang.
yep ini adalah tempat tongkrongan terbaru, dia memberikan tempat ini untuk Lin shi dan teman-temannya. karna dia tau bahwa mereka sangat jarang menongkrong bersama.
"tada.... ini tuh tempat tongkrongan di restoran ini, aku ingin memberikan tempat ini kepada mu. tongkrongan ini cukup bagus untuk kalian semua, apalagi kalian kan hobi bermain nih dan juga kalian pasti hobi kan sama berbicara ataupun belajar bersama, nah disini tempat bagus untuk kalian. disini tuh lebih jelas pemandangan nya, ditambah lagi dekat dengan restoran nya. kalian bisa langsung memesan tanpa perlu berjalan jauh lagi." ujar Gu Qinzhang yang lalu di jawab oleh Lin shi.
"maaf ngerepotin kamu nih Gu Qinzhang, aku ngerasa tak nyaman jika begini." ujar Lin shi yang lalu di jawab lagi oleh Gu Qinzhang.
"tenang saja, ini tempat aman kok. kalian bisa saling bermain dan belajar bersama disini." ujar Gu Qinzhang yang lalu menepuk pelan bahu Lin shi.
"tapi..." ujar Lin shi yang malah terpotong karna Gu Qinzhang langsung menjawab.
"eits...no tapi... tapi..." ujar Gu Qinzhang yang lalu membuat Lin shi terdiam.
setelah nya mereka pun kembali lagi masuk kerestoran dan berbicara satu sama lain. bahkan mereka juga membahas banyak hal.
namun sesaat dipembahasan tentang Lin shi, Gu Qinzhang malah bertanya tentang hati nya...
dia kaget bukan karna pertanyaan itu, hanya saja jika dia berkata jujur mungkin akan sulit dijelaskan.
"aku memang dulunya pernah menyukai seorang, hanya saja dia sudah punya orang lain." ujar Lin shi yang memang benar ada nya.
dia hanya menjawab tentang isi hati Lin shi yang sebenarnya, dia sama sekali tak akan membahas tentang hubungan nya dengan Revan.
walau begitu Gu Qinzhang adalah tipe pria yang penasaran, jadi dia terus bertanya dengan jelas siapa dan bagaimana alasan nya...
"jadi siapa orang itu?." tanya Gu Qinzhang yang lalu di bisik oleh Lin shi.
"jujur saja, orang itu adalah teman ku sendiri. tapi aku tidak pernah berani mengatakan itu. hingga akhir nya aku terlambat dan malah keduluan oleh orang lain." ujar Lin shi dengan wajah cemberut.
"maksud kamu itu Yuan kah?, karna aku lihat hanya dia doang yang berbeda. btw nih ya, jika ada satu lagi yang kayak Yuan, kasih tau aku, mungkin aku mau sama dia." candaan Gu Qinzhang yang lalu di balas tawa oleh Lin shi.
__ADS_1
"ada-ada saja kamu ini." ujar Lin shi yang lalu di jawab tawa juga oleh Gu Qinzhang.
mereka akhir nya canda bersama, hingga jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. dengan segera Lin shi berkata kepada nya...
"Gu Qinzhang, ayo pulang, ibu ku tidak memberi izin terlalu malam pulang. lagi pun aku sempat bilang kalo nanti aku pulang cepat dan membeli sesuatu untuk mereka." ujar Lin shi dengan senyuman.
"yaudah ayo, btw mau beli apa?." tanya Gu Qinzhang yang lalu di jawab oleh Lin shi.
"ibu sama ayah aku hobi makanan, jadi paling mampir di salah satu toko langganan aku. dia itu bikin martabak enak banget, nanti kamu coba deh pasti suka." ujar Lin shi yang lalu di angguk oleh nya.
setelah nya mereka pun pulang menggunakannya mobil, disepanjang jalan, Lin shi terus mencari toko itu.
saat sudah sampai, baru lah Lin shi meminta berhenti.
"stop, itu toko nya." ujar Lin shi.
setelah nya mereka turun dari mobil dan memesan sebuah martabak. Lin shi dan Gu Qinzhang pun memesan 3 martabak.
"pak, pesan 2 ya." ujar Lin shi yang lalu duduk di salah satu kursi di sana.
"pak, pesan 1 aja." lalu di sambung oleh Gu Qinzhang.
walau ia ragu-ragu memesan nya, tapi karna Lin shi bilang ini enak jadi nya ia mau saja. ia pun menunggu pesanan nya siap...
ia sama sekali tak duduk di kursi itu, Lin shi yang heran langsung berkata....
"ada apa Gu Qinzhang?." tanya Lin shi kepada Gu Qinzhang.
"nggak apa-apa, hanya saja aku belum terbiasa pergi ke tempat gini. btw kamu emang nya sering ya beli disini?." ujar sekaligus pertanyaan dari Gu Qinzhang.
"sebenarnya belum sangat lama, btw ayo duduk jangan malu-malu." ujar Lin shi yang lalu tersenyum tipis setelah nya.
__ADS_1
dia tersenyum karna melihat Gu Qinzhang sedikit ragu-ragu untuk duduk dikursi itu, mungkin karna ia belum terbiasa dengan hal begitu.