Reinkarnasi

Reinkarnasi
Part 21 Keberadaan Si Supir


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Verdi dan ibunya sampai di rumah. Ketika mobil berhenti di bagasi, di saat bersamaan Ibu Juli bangun dari tidurnya.


"Apa sudah sampai Verdi?" tanya Ibu Juli dengan baik sambil melihat ke arah Verdi.


"Iya Ma, kita sudah sampai di rumah!."


Mendengar ucapan itu, Ibu Juli pun keluar dari rumahnya. menyadari ada yang aneh dengan ibunya Verdi pun hanya memandangi ibunya yang keluar dari mobil dengan sikap baik baik saja.


Tak berselang lama, ibunya berhenti didepan mobil Verdi. Tiba tiba, ia kembali teriak teriak memanggil manggil nama suaminya. Melihat hal itu Verdi pun langsung keluar dari mobil dan berusaha menenangkan ibunya yang teriak teriak histeris.


Saat Verdi di luar mobil, ia langsung memeluk erat ibunya yang seperti orang tidak waras itu.


Di saat bersamaan, orang misterius yang memberi tahu tentang kematian si supir itu kembali muncul. Ia menatap tajam Verdi dan ibunya yang menangis histeris.


"Ibu tenang, Tuan baik baik saja. Ibu percaya dengan aku, " ucap Verdi untuk menenangkan ibunya. Mendengar ucapan itu, Ibu Juli terlihat tenang dan tidak khawatir dengan si supir. Verdi pun membawa ibunya masuk ke dalam rumah, saat mereka berdua berada di dalam rumah. Ia kembali menidurkan ibunya.


Tak berselang lama, ibunya pun terlelap dalam tidurnya. Beberapa saat kemudian, ia pergi meninggalkan kamar ibunya dan menuju ke Siva yang berada di ruang tamu. Ia terlihat percaya dan tidak percaya dengan surat yang di tuliskan oleh orang misterius itu.


Matanya terlihat sedih, karena ia membohongi ibunya tentang keadaan si supir.

__ADS_1


Saat dirinya terlarut dalam kesedihannya, ia di kejutkan dengan orang mengetuk pintu dengan kasar. Verdi yang mendengar hal itu terlihat kesal dan marah kepada orang yang mengetuk pintu dengan kasar tersebut.


Dengan emosi yang tidak terbendung, Verdi pun keluar dari rumah dan membuka pintu rumah, namun saat ia berada di luar rumah ia terlihat sangat terkejut, karena tidak ada satu orang pun di depan pintu rumah.


"Kurang ajar, berani sekali orang ini mempermainkan aku. Siapa kamu keluar sekarang?" ucap Verdi dengan tegas sambil melihat ke sana kemari namun ia tidak melihat orang.


Ketika ia akan berbalik dan akan masuk ke dalam rumah laki laki misterius yang sama muncul di belakang Verdi lalu ia melemparkan sebuah kotak ke arah Verdi.


Menyadari hal itu, Verdi pun langsung berbalik dan melihat ke arah laki laki misterius itu. Ia kemudian mengejar si laki laki misterius itu, namun saat Verdi berusaha mengejar laki laki misterius itu, laki laki misterius itu juga berlari menghindari Verdi. Bak seorang ninja, laki laki misterius itu beratraksi menghindari Verdi dengan meloncat dinding, berguling guling dan lain lainnya. Verdi yang saat itu kalah cepat dan kalah gerakan harus kehilangan jejak dari laki laki misterius itu.


"Sial, bagaimana bisa orang itu pergi dengan sangat cepat seperti tadi?" ucap Verdi dengan nafas naik turun tidak beraturan.


Tak berselang lama, Verdi sampai di depan pintu dengan nafas yang sudah mulai normal. Ia mengambil kotak itu dan melihat lihat kotak itu.


"Apa isi kotak ini?" tanya Verdi dengan dirinya sendiri.


Setelah mengatakan hal itu, Verdi pun membawa kotak itu masuk ke dalam rumah. Menyadari kalau kotak yang ia lemparkan sudah di ambil oleh Verdi laki laki misterius yang berdiri di tembok depan rumah Verdi pun langsung bergegas pergi dari sana.


Di dalam rumah Verdi terus memandangi kotak itu, lalu ia duduk di sofa yang ia duduki beberapa saat lalu.

__ADS_1


"Apa ya isinya?" tanya Verdi lagi dengan kebingungan dan sesekali melihat ke arah kotak itu. Ia yang sudah sangat penasaran dengan isi kotak itu akhirnya ia pun membuka kotak itu, saat ia sudah membuka kotak itu ia sangat terkejut karena ia melihat sebuah foto dan kertas berada di dalam kotak itu. Foto itu memperlihatkan, Verdi berdiri di hadapan Juli yang saat itu Juli sudah berada di ujung pembatas dan ia ingin jatuh.


Melihat hal itu ia sangat terkejut dan ia tidak bisa berkata kata. Matanya terbuka lebar saat setelah melihat foto itu. Raut mukanya juga terlihat sangat kebingungan dengan apa yang di lihatnya.


"Bagaimana bisa ada foto ini? Siapa kamu sebenarnya?" tanya Verdi kepada dirinya sendiri dengan melihat ke arah kotak itu.


Menyadari ada kertas lain di dalam kotak itu, Verdi pun membuka kertas itu. Saat itu terlihat secara remang remang sebuah tulisan berwarna merah namu masih belum terlihat sempurna. Saat ia membuka kertas itu, ia melihat sebuah tulisan dengan berwarna merah seperti darah. Tulisan itu berbunyi" pergilah ketempat kamu membunuh orang itu, maka kamu akan menemukan orang yang kamu cari!" setelah membaca surat itu. Ia terlihat langsung bergegas pergi meninggalkan rumah tanpa mempedulikan ibunya. Ia kemudian keluar rumah dengan membawa kotak itu.


Saat berada di luar rumah ia meminta salah satu scurity yang saat itu tengah cuti langsung meminta segera masuk. Saat itu si penjaga menolak untuk datang karena waktu sudah berada di tengah malam.


Mendengar penolakan itu, Verdi pun mengancam si penjaga dengan cara mengatakan ingin memecatnya jika dia tidak ingin datang di saat itu. Mendengar ancaman itu, si penjaga pun akhirnya datang ke rumah Verdi walaupun sudah tengah malam.


Setalah menelepon si penjaga, Verdi pun bergegas pergi dari rumah untuk menuju ke tempat ia membunuh Juli.


Saat berada di jalan, perasaannya sangat campur aduk ia sedih, khawatir, dan panik. Ia masih berharap kalau ayah tirinya masih selamat dan tidak mengalami luka apapun.


Tak berselang lama mobil Verdi pun sampai di gedung itu. Di dalam gedung terlihat laki laki misterius itu sudah berada di sana dan mengawasi kedatangan Verdi. Mengetahui kalau Verdi sudah datang, laki laki misterius itu pergi dari tempat awal ia berdiri.


Verdi pun keluar dari mobilnya dengan tergesa gesa. Saat ia sudah berada di luar mobil ia menatap gedung itu tanpa mengedipkan matanya. Ketika ia melihat ke arah gedung ia mengingat waktu dirinya menyiksa Juli dengan parah dan sekarat. Ia juga mengingat saat dirinya mendorong Juli hingga jatuh ke tanah. Saat ia mengingat ingat masa lalunya ia menyadari kalau ada seseorang di dalam gedung itu. Verdi yang mengetahui hal itu pun langsung bergegas masuk ke dalam gedung tanpa ragu akan resiko yang dia hadapi selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2