Reinkarnasi

Reinkarnasi
Bertemu wanita penyelamat yang berparas cantik


__ADS_3

Perang benar benar terjadi, para pasukan iblis sudah mulai mendekati benteng pertahanan pertama sedangkan di waktu


yang berbeda, para pasukan tianchi sudah


mulai bergek dan terus berjalan menyusuri


hutan yang amat rimbun pepohonan nya.


Tak lama setelah itu terdengar dari


kejauhan suara telapak kaki kuda yang


beradu dengan sangat cepat, menuju


pasukan tianchi, dan ketika para pasukan


tianchi hendak ingin melihat Siapakah


yang menunggangi kuda mengerikan itu,


tiba tiba datang seorang wanita yang


entah dari mana datang nya namun


paras nya amatlah cantik dan wanita itu


memanggil para pasukan tianchi untuk


segera mengikutinya menyebrangi sungai


dan tianchi tidak mengerti apa yang


dimaksud dengan ucapan wanita


yang berparas cantik itu, namun


tianchi percaya bahwa wanita itu berpihak padanya dan bukan wanita jahat, sontak


tianchi mengikuti arahan dari wanita


itu, dan segera memerintah kan


pasukannya untuk menyebrangi sungai.


Tak lama setelah para pasukan tianchi


menyebrangi sungai mereka melihat ada


sekelompok sosok makhluk yang


sangat mengerikan


ia menunggangi kuda yang amat


menyeramkan rupa nya dan ia terlihat


seperti manusia namun wajahnya hitam


tak terlihat bagaimana bentuk wajah nya


hanya bisa melihat kekosongan dalam


gelap di wajah nya dan jari jemari


tangan yang tampak seperti batu yang keras dengan kuku yang panjang dan tajam


sehingga bisa dengan mudah menyayat


apa saja yang ada di depannya.


Dengan wajah mereka yang tak nampak


dan hanya ada kegelapan di raut wajah


mereka, semua pasukan tianchi terkejut

__ADS_1


sekaligus bertanya tanya siapa kah sosok


yang menunggangi kuda tersebut, dan ketika


sosok misterius itu ingin mengejar pasukan tianchi dengan menyebrangi sungai itu.


Tiba tiba wanita cantik yang memberikan


arahan tersebut mengucap kan mantra,


bibir nya bergerak dan melontarkan


kata kata yang tak di mengerti dan tak pernah


di dengar sebelumnya.


Ketika sesosok makhluk misterius itu


sudah mencapai ke tengah tengah sungai


tiba tiba air di sungai itu berubah menjadi


lebih deras dan membentuk gelombang air


yang amat tinggi menghanyut kan sebagian dari sosok misterius itu kemudian wanita itu


berkata pada makhluk itu untuk segera pergi


jika tidak ingin di musnahkan, lantas


sosok misterius itu pun pergi dan tidak


lagi mengejar pasukan tianchi.


Setelah kejadian itu tianchi


berterimakasih kepada wanita berparas


cantik itu, atas bantuannya para pusakan


makhluk misterius itu, meskipun ia tau pasukannya lebih banyak jumlah nya


dari pada sesosok misterius itu


namun sosok misterius itu sangat sulit


untuk di kalah kan , tianchi pun


bertanya siapa nama dari wanita yang menyelamatkan nyawa mereka itu, dan


wanita itu berkata.


"Aku adalah air, angin, dan udara semua


menyatu dalam diriku, kau tidak akan


pernah bisa menemukan identitas ku


karena aku adalah tekateki yang sulit


untuk bisa kau jawab, aku hanya


membalas budi apa yang telah


Hai fengsi lakukan pada ku. " ucap


wanita cantik itu dengan kata kata ambigu.


"Kau mengenal pangeran?


bagai mana kau tahu kalau kami


adalah pasukan berjirah hitam dari


pangeran Hai fengsi, siapa kau

__ADS_1


sebenernya? " tanya tianchi dengan


raut wajah bingung.


"Dia adalah lelaki baik yang pernah aku


temui, jika bukan karenanya aku tidak


akan bisa menolong kalian semua


hari ini, tentu aku tahu kalau kalian


adalah pasukan Hai fengsi karena


kalian membawa bendera kemenangan


yang mirip dengannya pada hari itu,


huh,,, aku tidak akan pernah lupa


atas kebaikan yang pernah di lakukan


untuk ku, jika kalian bertemu dengan


pimpinan kalian, jangan lupa sampaikan


salamku pada nya. " penjelasan dari


wanita cantik itu.


"Tapi, pangeran...


aku tidak tahu bagai mana kondisinya


sekarang apakah dia masih hidup atau mati hari terakhir kami melihat pangeran


Hai fengsi adalah kami berkumpul


bersama di tepian bukit, disana adalah


hari terakhir di mana kami bisa berkumpul


bersama, aku tidak bisa berjanji padamu


tentang hal itu. " ucap Tianchi sambil


menahan air mata karena kehilangan


sosok pemimpin yang ia kaguni itu.


"Apa kau tau jika ia di bunuh atau


apa kau tau dia sudah mati?


kau sendiri mengatakan kau tidak


tau apakah pemimpin mu itu


masih hidup atau mati jadi


jangan berkecil hati tetap lah lakukan


apa yang di perintah kan nya dengan


berani dan aku yakin dia masih


hidup dan mungkin ketika ia kembali


dia akan membawa kabar yang amat mengejutkan dan kalian pasti akan


menang, percayalah pada kata kata ku


ia akan kembali dengan selamat. "


ucap wanita itu dan menghilang

__ADS_1


seperti hembusan angin.


__ADS_2