
setelah selesai berbicara banyak hal dengan Kenny, Lisa pun kembali dan melihat keadaan Lusi. ia melihat kondisi Lusi sama seperti tadi.
"Lin shi, apa Lusi masih belum bangun?." tanya Lisa yang lalu di balas dengan gelengan kepala dari Lin shi.
melihat hal itu ia sadar dan lalu merubah raut wajah nya menjadi sedih. Kenny yang sama-sama melihat kondisi Lusi kini hanya menghela nafas.
"ha.... seperti nya kasus ini semakin susah di tangani. Lusi seperti nya lelah sungguhan, maka nya ia masih pingsan terus." ujar Kenny yang membuat orang di sekitarnya kaget.
"sejak kapan kau ada disini?." tanya Lun Jue yang lalu di jawab oleh Kenny.
"sejak tadi, bahkan aku juga udah sempet ngobrol bareng Lisa." jawab Kenny yang sama sekali tidak di respon mereka.
melihat mereka tak menanggapi jawaban kenny, kini ia sedikit kesal dan lalu pergi dari sana. berbeda pula dengan Revan dan yang lainnya.
ia masih duduk disana dan menunggu kabar Lusi, Revan yang dari tadi panik kini hanya bisa mondar mandir di depan pintu UKS.
ia merasa khawatir dengan kondisi Lusi yang sekarang, apalagi ia beberapa hari ini sama sekali tak bersama dengannya.
"maaf kan aku Lin, tidak seharusnya kami meninggalkan mu sendiri." bathin Revan yang malah di dengar oleh Lusi.
di alam bawah sadar Lusi, Lusi yang tau itu hanya terdiam sejenak. mendengar isi hati Revan yang begitu dalam untuk nya.
ya walau bukan untuk nya, tapi setidaknya ia masih tetap sama. terhadap teman-teman nya ia selalu peduli dan tidak memikirkan hal lain.
"hah.....sifat lama Revan masih sama seperti dulu." ujar Lusi yang tersenyum tipis.
namun di saat beberapa menit kemudian, tiba-tiba cahaya terang datang menghampiri ia. seketika mata Lusi terasa sakit dan lalu menutup mata nya.
disaat ia membuka kembali mata nya, tiba-tiba ia sudah melihat segala nya.
__ADS_1
"aku ada di mana?." tanya Lusi yang lalu membuat ia sadar.
dari mulai suara nya yang sudah berubah menjadi pria, kini ia mulai merubah raut wajah nya menjadi sedikit sedih.
melihat Lin shi sudah bangun, dengan segera orang dari ruang UKS itu langsung berjalan pelan menuju arah nya. bahkan ia juga memberi peringatan kecil untuk Lin shi.
"jangan terlalu banyak gerak, apalagi terlalu banyak pikiran. kamu ini masih muda sudah begitu banyak beban." ujar orang itu yang malah membuat Lin shi merasa tak nyaman.
setelah ia mengatakan hal itu, ia pergi dari ruang UKS dan memberitahu kondisi Lin shi yang sekarang.
ia pun membuka pintu dan lalu berkata kepada para murid-murid yang ada disana. bahkan ia menyebutkan bahwa Lin shi tak boleh ini itu.
"untuk guru nya, Lin shi sudah sadar kali ini. tetapi ada satu hal yang harus kalian jaga, jangan biarkan ia kelelahan dan jangan biar kan ia memikirkan banyak hal. faktor utama penyebab ia pingsan adalah banyak nya beban yang ia rasa. ngomong-ngomong disini ada keluarga nya?, karna ada hal yang ingin saya kata kan secara pribadi." ujar orang itu yang membuat mereka sadar.
namun di saat orang itu bertanya ada keluarga nya tidak, Revan seketika maju dan berkata sedikit.
ya walau ia tak punya hubungan darah apapun, tapi dia adalah orang yang paling dekat dengan Lin shi sendiri. bisa di bilang Revan juga memahami sifat dan juga kesehatan Lin shi secara langsung.
"baik lah, ayo masuk keruang saya. akan saya kata kan beberapa hal." ujar orang itu yang lalu mengajak Revan ke ruangan nya.
sesampainya di ruang itu, Revan yang terus mengikuti nya kini berjalan pelan masuk kedalam. tanpa ia sadari, orang yang berbicara dengan mereka adalah roh jahat.
Lusi yang masih setengah sadar kini merasa ada aura lain di ruangan ini. ia merasa ada sesuatu yang aneh terjadi di sekitar sini.
melihat jam dan ruangan ini, ia mulai tersadar. saat ia terbangun, orang itu muncul dengan aura jahat di belakang nya.
nampak seperti seseorang yang sedang ingin mencoba membalas kan dendam. melihat hal itu, Lusi mulai memanggil teman-teman nya.
"Lin shi...Lin shi..." teriak Lusi yang lalu muncul Lin shi dari depan nya.
__ADS_1
"sudah bangun?." tanya Lin shi yang lalu di jawab oleh Lusi.
"sudah, tapi ada hal aneh di sekitar sini. apa kalian merasa ada aura jahat di sini, karna kali ini aku merasa ada aura jahat sungguhan di sini." ujar Lusi yang membuat mereka penasaran.
disisi lain lagi, Revan yang tadi nya ikut dengan orang itu kini semakin masuk ke dalam ruangan gelap. ia mulai merasa bahwa ada yang mengganjal di sini.
ia merasa ada sesuatu yang aneh sedang terjadi di sini, namun siapa sangka di saat ruangan itu mulai gelap tiba-tiba muncul sesosok mahluk menyeramkan.
Revan yang mudah takut kini berteriak memanggil nama Lusi dari jauh. karna seperti biasa nya, saat ia sedang takut ia akan berteriak memanggil nama Lusi.
"Lusi....." teriak Revan yang membuat Lusi sendiri merasa semakin tak nyaman.
ia mulai merasa ada sesuatu yang aneh di sekitar sini, karna ia mulai curiga, ia langsung saja bangun dari tempat tidur nya.
ia langsung berdiri dan keluar dari ruangan itu. saat ia keluar, semua orang yang melihat itu senang.
"Lin shi, kamu kenapa bangun sekarang?." tanya buk guru yang lalu di jawab aneh oleh Lin shi.
"Revan di mana buk?." tanya balik Lin shi dengan wajah khawatir.
"Revan tadi ikut orang yang jaga ruangan UKS ini, dia bilang kata nya ada hal penting yang harus ia kata kan." jawab buk guru yang mulai menambah curiga dari Lin shi.
"Revan dalam bahaya sekarang buk, katakan orang itu membawa Revan ke arah mana?." ujar sekaligus tanya dari Lin shi.
mereka semua pun menunjuk tepat di mana belakang sekolah. melihat arah itu, ia sadar dan lalu mencoba menyuruh Lin shi untuk segera menemui Kenny.
"Lin shi, cari Kenny sampai dapat, bilang kepada nya aku ingin bertemu di belakang sekolah sekarang juga." ujar Lusi yang lalu berlari ke arah tepat di mana semua nya menunjuk.
saat itu para murid dan guru masih belum sadar apa yang terjadi, namun sesaat kemudian tiba-tiba buk guru sadar bahwa arah yang ia tunjuk tepat di belakang sekolah.
__ADS_1
melihat hal itu, dia sadar dan langsung saja berlari mencari Lin shi dan Revan. disisi lain lagi, Revan yang tadi nya takut kini pingsan karna melihat wajah nya.