Reinkarnasi

Reinkarnasi
Part 26 Sesosok misterius yang sebenarnya


__ADS_3

Di dalam kamar ibunya, orang misterius itu terlihat menurunkan senjatanya dari ibunya dan ia kemudian melangkah mundur menjauhi ibunya. Entah apa yang di pikiran oleh orang misterius itu, jika ia ingin membunuh keluarga Juli lalu kenapa ia tidak membunuh Ibu Juli ketika Ibu Juli yang memasrahkan nyawanya kepada orang misterius itu.


Ketika menyadari kalau orang misterius itu tidak membunuh dirinya dan lebih memilih untuk melangkah mundur menjauh dari dirinya. Ibu Juli terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi. Ia kemudian menghentikan langkah orang misterius itu.


"Kenapa kamu menghentikan langkah kamu untuk membunuh aku?" tanya Ibu Juli kepada orang misterius itu dengan nada serius namun matanya sedih menatap ke arah cermin, melihat orang misterius itu.


Mendengar ucapan itu, orang misterius itu pun hanya diam, wajahnya yang tertutup setengah dan hanya memperlihatkan wajahnya, memperlihatkan bagaimana ia merasakan kesedihan yang di rasakan oleh Ibu Juli.


Pada awalnya, Ibu Juli tidak menyadari siapa laki laki misterius itu namun ketika ia menyadari dari sudut matanya, Ibu Juli terlihat sedih.


"Juli!" panggil Ibu Juli kepada orang misterius itu setelah melihat mata orang misterius itu.


Setalah memanggil orang itu dengan nama Juli, Ibu Juli langsung berbalik ke arah orang misterius.


"Maafkan Ibu Juli," ucap Ibu Juli sambil berusaha membuka penutup muka orang misterius itu, namun saat tangan ibunya berada di dekat wajah orang misterius itu mengarahkan pistolnya ke arah kepala ibunya. Menyadari hal itu, ibunya hanya diam ia menatap tajam orang misterius itu selama beberapa saat. Setelah itu ia menutup matanya dan minta orang misterius itu untuk membunuh dirinya.


"Bunuh aku! Untuk apa aku hidup kalau kamu justru ingin menghancurkan hidup ku?" ucap Ibu Juli dengan sedih kepada orang misterius itu.


Mendengar ucapan itu, orang misterius itu pun menarik pelatuk pistolnya. Dengan tatapan matanya yang tajam ia benar benar seakan ingin membuat Ibu Juli tak bernyawa.


Door.......

__ADS_1


Suara tembakan terdengar dari kamar ibunya, mendengar ada suara tembakan Verdi yang saat itu berada di luar kamar ibunya langsung bergegas masuk ke dalam kamar ibunya. Saat ia sudah berada di dalam kamar ibunya ia terkejut karena ia melihat ibunya berdiri di depan orang misterius itu dengan pistol yang ternyata di geser ke posisi lain hingga membuat peluru yang ia tembakkan mengenai cermin yang ada di belakang ibunya.


Menyadari kalau ada orang yang meneror keluarganya di dalam kamar itu, Verdi pada langsung bergegas untuk menangkap orang misterius itu, namun sayang saat orang misterius itu di pegang oleh Verdi. Ia tidak melawan seperti biasanya. Ia bahkan menjatuhkan pistolnya ke tanah.


"Sampai kapan pun, kamu tidak akan pernah bisa menangkap aku," ucap orang misterius itu dengan nada serius. Mendengar suara dari orang misterius yang sangat mirip dengan suara Juli dengan lirih Verdi pun melepaskan pelukannya dengan menyebut nama Juli di dekat orang misterius itu.


Ia kemudian menjauhi orang misterius itu dengan perasaan yang tidak percaya atau yang lainnya.


"Tidak mungkin, kamu tidak mungkin Juli. Juli sudah mati!" ucap Verdi dengan sangat tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Apanya yang tidak mungkin," jawab orang misterius itu lalu ia membuka penutup matanya. Seketika wajah Verdi yang saat itu tidak percaya, langsung berubah sangat terkejut dan wajah ibunya yang saat itu bersedih atas kehilangan sesosok suami ia juga terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Aku Juli! Apa kamu lupa Kak Verdi?" tanya Juli dengan serius kepada Verdi sambil berjalan mendekati Verdi. Melihat hal itu, justru Verdi terlihat ketakutan dan memilih untuk melangkah mundur menjauhi orang itu.


"Kebingungan adalah sebuah kebingungan, itulah yang aku mainkan. Kalian tidak akan pernah tahu siapa aku dan dari mana aku, karena apa? Karena ini adalah sebuah permainan yang harus di selesaikan!" ujar Juli dengan nada serius kepada kedua orang itu.


"Tidak mungkin, kamu tidak mungkin Juli, Juku itu sudah mati. Orang yang sudah mati tidak akan mungkin hidup kembali," jawab Verdi dengan nada tinggi sambil melangkah mundur menjauhi orang misterius itu.


Ketiak merasa ia sudah berada di ujung jalan dan tidak bisa melangkah mundur lagi karena terhalang oleh sebuah meja kayu di dalam kamar itu, Verdi pun hanya bisa diam dan berusaha menghindar dari orang itu karena saat itu orang itu sudah berada sangat dekat dengan Verdi.


Saat ia berada di dekat Verdi orang yang mirip dengan Juli itu langsung mencekik leher Verdi dengan sangat marah dan kesal. Ia kemudian menatap mata Verdi yang terlihat sangat kesakitan dan merintih memohon mohon kepada orang itu.

__ADS_1


Saat itu orang itu tidak mendengarkan permintaan Verdi ia hanya diam dan terus mencekik leher Verdi.


Tak berselang lama, orang itu melepaskan cekikikan nya hingga membuat Verdi jatuh ke tanah. Melihat hal itu, orang itu menundukkan kepalanya dan mengerakkan kepala Verdi untuk melihat wajahnya.


"Kenapa? Kenapa kamu melakukan ini kepada ku, hah?" tanya orang itu dengan nada rendah namun serius. "Apa kesalahan ku hingga kamu melakukan hal kejam itu kepada ku?" ucap lanjutan orang itu dengan mata tiba tiba memerah dan berkaca kaca.


Melihat semua kejadian itu, pada awalnya Ibu Juli diam saja namun menyadari kalau Verdi dalam bahaya ia mencari barang untuk ia pukulan atau tusukan kepada orang itu.


Setalah beberapa saat melihat ke sana kemari, akhirnya ia melihat pecahan kaca yang panjang dan tajam. Melihat hal itu Ibu Juli terlihat tidak mempedulikan apapun dan langsung mengambilnya. Saat ia sudah mengambilnya dengan tatapan mata yang serius ia mengatakan kepada orang itu.


"Kalau kamu memang Juli maka tidak akan aku biarkan kamu menyakiti keluarga ku lagi Juli, " ucap Ibu Juli lalu ia berlari ke arah orang itu dan berdua menusukkan pecahan kaca itu kepada orang yang mirip dengan Juli.


Namun, saat ia sudah berhasil di dekat orang itu. Ibu Juli tiba tiba berhenti dan tak berselang lama setetes demi setetes darah muncul dan menetes di lantai.


Melihat hal itu, Verdi terlihat sangat terkejut karena ia mengira kalau ibunya yang tertusuk namun justru karena kemarahan yang luar biasa orang itu tidak takut dan tidak merasakan sakit karena ia memegangi pecahan kaca itu dengan sangat erat. Melihat hal itu, Ibu Juli yang saat itu hanya diam langsung melepaskan pecahan kaca itu dan menjauhi orang itu.


"Ibu ingin membunuh aku lagi?" tanya orang itu kepada Ibu Juli yang terlihat sangat ketakutan. Ia kemudian berbalik dan berjalan mendekati Ibu Juli. Di saat itu, Verdi yang saat itu tidak berdaya akhirnya memilih untuk bangun dari tempatnya dan ia melihat orang itu terus mendekati ibunya.


Saat ia berada di hadapan Ibu Juli, orang itu menghantamkan pecahan kaca itu ke lantai hingga membuat pecahan kaca itu hancur berkeping keping. Saat itu darah terlihat terus menetes jatuh ke lantai. Melihat hal itu jiwa keibuan yang di miliki oleh Ibu Juli pun keluar.


Ibu Juli pun terlihat sedih melihat tangah orang itu terluka, ia akhirnya memilih untuk mendekati orang itu dan mengobati luka dari orang itu. Saat ia tengah di obati oleh Ibu Juli, orang itu terus menerus menatap tindakan Ibu Juli.

__ADS_1


__ADS_2