
Matahari pun sudah terlihat memperlihatkan dirinya, ia sudah terlihat keluar dari persembunyiannya yang ia lakukan.
Di tempat lain, terlihat polisi yang menjadi anak buah Juli tengah bangun dari tidurnya. Ia kemudian melihat ke arah Jihan setelah ia menyadari kalau Jihan masih belum bangun dari tidurnya, polisi itu pun dengan perlahan mengambil ponsel nya dan mencoba mengubah Juli, namun saat ia ingin menghubungi Juli. Ia memilih keluar dari kamar karena ia tidak ingin Jihan mendengar suara dan terbangun dari tidurnya. Ketika ia sudah berada di luar kamar, ia mulai mengetik sebuah nomor dan menghubungi nomor itu.
Namun, ia berusaha menghubungi Juli, nomornya justru tidak di jawab oleh Juli.
Di dekat sebuah mobil, Juli terlihat masih memaksa ibunya untuk masuk ke dalam mobil. Saat itu ia tidak mengangkat panggilan dari si polisi, hal itu terjadi karena Juli tengah sibuk berdebat dengan ibunya. Melihat panggilan nya tidak di jawab oleh Juli, raut muka khawatir terlihat tergambar jelas di wajahnya polisi itu. Ia mundur mandir ke sana kemari dengan terus menerus mencoba menghubungi Juli, namun nihil. Juli tetap tidak mengangkat panggilan dari polisi itu.
"Kemana kamu Juli? Kenapa kamu tidak menjawab panggilan ku?" tanya polisi itu dengan raut muka khawatir dan ia kemudian kembali berusaha menghubungi Juli lagi, namun tetap sama Juli tidak mengangkat panggilan itu.
Di dekat mobil, dengan marahnya ia dan emosi yang sudah membara di hatinya, Juli terus memaksa ibunya untuk masuk ke dalam mobil. Setalah membuat kemarahan Juli memuncak akhirnya Ibu Juli pun memutuskan untuk masuk ke dalam mobil, dengan raut muka takut bercampur sedih. Juli yang melihat hal itu akhirnya memilih diam dengan terus menatap ke arah Ibunya dengan tatapan mata yang tajam.
Setalah Juli masuk ke dalam mobil, Juli memerintahkan supirnya untuk pergi ke rumah sakit. Saat itu ia tidak peduli dengan luka yang di dera nya, ia hanya peduli dengan kemarahan yang ia rasakan.
Melihat Juli tidak merespon sedikitpun panggilan nya, polisi itu pun berusaha bangun dari tidurnya, namun saat itu ia sadar kalau Jihan juga bangun dari tidurnya. Merasakan hal itu, polisi itu pun memeriksa ke dalam kamar yang di tempati oleh Jihan, dan saat ia sudah membuka pintu kamar ia melihat Jihan memang sudah bangun dari tidurnya dan duduk di atas tempat tidurnya.
Melihat hal itu, polisi itu pun menghampiri Jihan dan menanyakan kepada Jihan yang ia inginkan, namun saat itu ia tidak memberi tahu tentang keadaan yang sebenarnya.
__ADS_1
"Jihan! Apa kamu ingin sesuatu?" tanya Polisi itu dengan baik.
Jihan yang melihat kedatangan si polisi itu, ia hanya tersenyum dan ia tidak menjawab pertanyaan dari polisi itu, ia hanya bertanya tentang kakaknya karena ia tidak melihat kakaknya.
"Dimana kakak?" tanya Jihan kepada polisi itu dengan sangat baik dan ber- nada rendah.
Mendengar pertanyaan itu, selama beberapa saat polisi itu berhenti dan tidak berkata sepatah katapun, ia juga membuang mukanya dari hadapan Jihan dengan raut muka sedih. Ia kembali mengingat kejadian di saat Juli menjadi Jihan.
Saat itu terlihat polisi dan Juli saling berdebat untuk menjadi Jihan atau tidak. Setalah melakukan perdebatan panjang, akhirnya Verdi pun Ketika polisi itu meng
Melihat polisi itu hanya diam, Jihan pun merasa terjadi sesuatu dengan kakaknya. Dengan perlahan ia tiba tiba bangun dari tidurnya dan menghampiri polisi itu. Ketika berada di depan si polisi itu Jihan pun terlihat sangat serius, ia menatap mata polisi itu sedangkan si polisi itu tampak sangat terlihat sedih, khawatir dan bingung. Ia tidak berani untuk melihat mata Jihan.
"Ju.. Juli, dia ada. Dia masih di kamarnya!" jawab polisi dengan gugup dan terbata bata. Melihat hal itu Jihan semakin menekan polisi itu untuk memberi tahu tentang keadaan Juli yang sebenarnya, namun si polisi itu tetap berusaha menutupi kecurigaan dari Jihan.
"Jangan bohong, dimana kakak?" tanya Jihan lagi dengan tatapan mata yang serius.
"Aku berkata yang sebenarnya Jihan, Juli berada di kamarnya," ucap polisi itu dengan tegas di dekat Jihan.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari polisinya, Jihan tampak sangat tidak percaya dengan yang di ucapkan oleh polisi itu, dengan langkah uang sedikit kebingungan ia pergi ke kamar kakaknya. Tak berselang lama, Jihan pun sampai di dekat kamarnya namun saat ia berada di dekat kamar yang di tempati oleh Juli, Jihan dengan raut muka yang khawatir ia langsung membuka pintu kamar Juli dengan terburu buru. Tapi, saat pintu kamar sudah terbuka terlihat Juli tengah berada di atas tempat tidur. Melihat hal itu Jihan pun langsung menghentikan langkahnya, ia kemudian kembali keluar dari kamar Juli.
Saat keduanya sudah berada di luar kamar yang di tempati oleh Juli. Polisi itu kembali mengingat masa lalu ketika Juli belum pergi ke rumah ibunya.
Saat itu terlihat Juli berdiri di hadapan polisi itu dengan tatapan mata yang serius.
"Dengarkan saya, saat ini Anda yang saya percayai bukan orang lain. Saya minta kepada Anda, tolong sebelum Jihan bangun dari tidurnya ambillah patung yang ada di gudang dan letakkan di atas tempat tidur!."
Setelah mengatakan hal itu Juli pun pergi dan terlihat si polisi itu sedih melihat kepergian Jihan.
Beberapa saat polisi itu pun memeriksa kamar Jihan, menyadari kalau Jihan masih terlelap dalam tidurnya polisi itu pun langsung meluncurkan rencananya yang di ucapkan oleh Juli, dimana dirinya mengambil patung itu. Ketika ia berada di dalam gudang, ia berusaha mencari cari patung yang di maksudkan oleh Juli, namun ia tidak menemukan patung itu. Saat ia berada di dekat sebuah lemari kaca ia melihat patung lilin yang sangat persis dengan Juli, melihat hal itu polisi itu pun langsung mengangkat patung itu dan membawa patung itu ke kamar Juli. Karena saat itu, ia keberatan dengan patung itu akhirnya ia pun mencari sesuatu untuk mengangkat patung itu.
Beberapa saat kemudian, ia melihat sebuah meja dengan roda di kaki kaki meja itu. Setelah itu ia meletakkan patung itu di atas meja dan dengan perlahan ia mendorong meja itu.
Akhirnya polisi itu pun sampai di depan kamar Juli, namun saat ia sudah berada di dalam kamar Juli ia terlihat kesulitan untuk mengangkat patung itu. Namun, setelah berjuang sendirian akhirnya polisi itu dapat memindahkan patung itu dari atas meja ke atas tempat tidur yang di tempat oleh Juli. Saat itu kegiatan polisi itu terekam oleh CCTV, namun ia tidak memperdulikan hal itu. Ia tetap terus melanjutkan tindakan itu.
Tak berselang lama, polisi itu pun kembali ke masa sekarang dimana dirinya berdiri di dekat pintu bersama dengan Jihan yang terlihat sudah mulai percaya dengan apa yang di lakukan oleh polisi itu.
__ADS_1
Setelah melihat Jihan percaya kalau Juli sudah tidur, polisi itu pun mengajak untuk pergi, ketika ia memang sudah pergi. Di balik dinding terlihat orang misterius itu berdiri dengan tatapan mata penuh dengan emosi yang membara dan hatinya. Melihat Jihan dan polisi itu pergi beberapa saat kemudian, orang misterius itu pun juga ikut pergi dari tempat ia berdiri.