
**Waktu berlalu begitu cepat, tiba tiba terlihat sebuah mobil datang ke rumah Amar dan berhenti di depan rumah Amar. Mendengar suara mobil berhenti di hadapan rumah Amar, Ibu Amar pun keluar untuk melihat siapa orang yang datang ke rumahnya.
Ketika ia sudah membuka pintu ia terlihat terkejut, matanya terbuka lebar dan matanya terlihat tidak berkedip melihat apa yang di lihat oleh Ibu Amar.
Beberapa saat kemudian, terlihat sebuah kaki masuk ke dalam rumah Ibu Amar dengan menggunakan sepatu boot berwarna hitam. Melihat kalau orang itu masuk ke dalam rumah, seketika Ibu Amar langsung menyingkir dari jalan yang menghalangi laki laki misterius itu tanpa mengatakan sepatah katapun.
Tak berselang lama, Ibu Juli dan Verdi keluar dari kamar Juli setelah dirinya menunggu cukup lama Ibu Amar kembali ke kamar yang di tempati oleh Juli.
Saat mereka sudah berada di luar kamar, mereka terlihat terkejut setalah melihat orang misterius itu berjalan masuk ke dalam kamar Juli. Saat itu, Ibu Juli terlihat tidak bisa berkata kata dengan apa yang sudah di lihatnya.
Waktu itu, melihat kedatangan kedua orang itu, orang misterius itu terlihat acuh tak acuh dan ia terlihat diam saja dengan melanjutkan berjalan menuju ke kamar yang di tempati oleh Juli. Saat ia sudah berada di dekat kamar yang di tempati oleh Juli, ia mengeluarkan pistol yang simpan di balik bajunya yang tebal dan berwarna hitam senada dengan warna sepatunya. Saat itu wajah dari orang misterius itu masih tidak terlihat.
Melihat orang misterius itu membawa pistol di tangannya Ibu Juli dan yang lain lainnya terlihat terkejut dengan hal itu.
Melihat hal itu, Ibu Amar pun bergegas menghampiri orang misterius itu, namun naas setelah ia berdiri di hadapan orang misterius itu dengan gagah dan berusaha melindungi kedua anak anaknya.
Door...
Suara tembakan terdengar di ruangan itu, semua orang terdiam melihat hal itu. Beberapa saat kemudian, darah mulai keluar dari perut Ibu Amar yang sudah di tembak oleh orang misterius itu.
Mendengar suara tembakan itu, Juli dan Amar pun bergegas keluar dari kamar dan melihat apa yang terjadi. Namun saat mereka berada di luar kamar, berapa terkejutnya mereka karena mereka melihat ibu satu satunya sudah tergeletak di lantai dengan berlumuran darah.
__ADS_1
"Ibu, ibu ada apa ini?" tanya Amar dengan khawatir kepada ibunya yang sudah tidak dapat berkata kata lagi. Melihat ibunya sudah tidak bernyawa, Juli hanya diam dengan mata terbuka lebar dengan pandang mata melihat ke arah ibunya yang tergeletak.
Setelah itu ia melihat ke arah orang misterius yang berada di hadapannya yang membawa pistol dengan tatapan mata yang tajam dan penuh dengan kemarahan.
Melihat kemarahan Juli, orang misterius itu menodongkan pistol nya ke arah Juli, Ibu Juli yang melihat hal itu berusaha untuk menyelamatkan Juli dengan merebut pistol itu, namun sayang hal yang sama, seperti yang terjadi dengan Ibu Amar terjadi kepada dirinya.
Melihat hal itu, Juli masih diam dengan tatapan mata tajam. Melihat ibunya tertembak, Verdi pun berusaha untuk menghampiri ibunya namun saat itu Juli menghentikan langkah Verdi, agar Verdi tidak menjadi korban juga.
Di sisi lain, Amar sangat sedih kehilangan ibunya yang sudah lama merawat dirinya. Namun, tiba tiba karena ia sudah terlalu marah dan tidak bisa mengendalikan emosinya, Amar pun menyerang orang misterius itu, menyadari hal itu Juli pun mendorong Amar hingga terjatuh, di saat bersamaan sebuah tembakan di luncurkan oleh orang misterius itu dan mengenai tangan Juli dan ia pun jatuh tersungkur di hadapan orang misterius itu.
"Akhirnya kamu tunduk juga Juli dengan aku," ucap orang misterius itu yang tak lain adalah wanita polisi yang di dekati oleh Verdi di kantor polisi.
Mendengar ucapan itu, tatapan mata tajam langsung Juli arah kan ke wanita polisi itu. Melihat kalau pelakunya adalah wanita polisi itu, Verdi dan Amar terlihat sangat terkejut dan mereka sangat tidak percaya karena mereka merasa kalau polisi wanita itu adalah orang yang baik.
Ketika ia sudah berdiri di hadapan si wanita polisi itu, dengan tatapan mata tajam Juli menatap mata wanita polisi itu.
"Sudah aku duga, kalau kamu adalah pelaku yang sebenarnya. Dan... Aku juga sudah menduga kalau kamu yang membunuh Jihan," ucap Juli dengan tegas, serius dan tajam menatap wanita polisi itu dengan tajam.
Hahahaha....
"Yah, aku... Memang aku yang membunuh saudara kembar kamu, dan aku harus menghabisi semua keluarga kamu!. Kamu harus mati Juli, " jawab Wanita polisi itu lalu ia mengarahkan pistol itu ke arah kepala Juli.
__ADS_1
Juli yang menyadari hal itu, ia sedikit pun tidak berpindah dari tempatnya, lalu dengan nada serius ia justru meminta wanita polisi itu untuk menembak dirinya.
"Tembak aku!. Kamu ingin balas dendam dengan aku kan? Tembak aku," bentak Juli kepada Wanita polisi itu.
Door.... Door..
Suara tembakan pun kembali terdengar bergema di ruangan itu, semua orang pun langsung terdiam seakan jantung mereka berhenti berdetak. Namun tiba tiba, pistol yang di arah oleh polisi wanita itu ke kepala Juli dengan perlahan terjatuh ke lantai. Berselang beberapa detik, tubuh wanita polisi itu juga melayang dan jatuh ke lantai dengan keadaan kedua tangan terlentang. Dan terlihat, Verdi dengan membawa pistol yang dia arah kan ke wanita polisi itu dengan raut muka sedih bercampur marah.
Juli yang melihat hal itu pun juga terjatuh ke lantai, hal itu terjadi karena Juli juga terkena tembakan dari peluru Verdi. Melihat dirinya juga menembak Juli, Verdi menghampiri Juli. Berbeda dengan Versi, melihat Juli tertembak Amar hanya diam saja dengan tatapan mata yang kosong.
Menyadari kalau dirinya sudah membunuh Juli, Verdi pun menghampiri Juli dan menangisi Juli.
Ketika Verdi tengah menangis, sebuah cairan berwarna merah seperti darah muncrat ke wajah Verdi, melihat hal itu Verdi pun langsung melihat ke arah cairan itu dan betapa terkejutnya ia karena ia melihat Amar membunuh dirinya sendiri karena ia sudah kehilangan ibu dan adik adiknya. Saat itu, ia membunuh dirinya sendiri dengan menggorok lehernya sendiri dengan pisau yang ia simpan di salah satu kakinya.
Melihat hal itu wajah takut dan tidak percaya langsung tergambar di wajah Verdi. Tak ingin di salah kan atas kematian orang orang itu, Verdi pun menodongkan pistolnya ke kepalanya sendiri.
Di saat yang bersamaan polisi datang Sera mendengar laporan dari salah satu warga yang tinggal di dekat rumah Amar. Setalah para polisi datang, mereka meminta untuk Verdi menjatuhkan pistolnya, namun saat itu ia tidak mendengarkannya ia tetap menodongkan pistol itu ke kepalanya.
Saat itu Verdi memejamkan mata nya.
Dan door...
__ADS_1
Suara tembakan pun terdengar, Verdi pun membunuh dirinya sendiri dengan pistol itu. Dan hari itu adalah hari yang kelam, karena rumah peninggalan Amar menjadi lautan darah dari keluarga nya.
TAMAT**.