
jam demi jam telah berlalu, kini mereka bertemu satu sama lain di tempat yang sudah di janji kan di grup chat.
di situ Yi Xuan dan Guo Jia, nampak senang bisa bertemu dengan teman-teman nya yang lain. setelah itu mereka pun makan bersama di sebuah kafe yang tak jauh dari tempat mereka berada.
di saat itu juga, Lin shi asli dan Ying Zhi hanya berjalan di sana menatap setiap sudut di kafe itu. Ying Zhi merasa familiar dengan tempat ini.
setelah nya ia pun berjalan dan maju keluar untuk melihat nama kafe. di saat itu juga, Ying Zhi langsung terkejut melihat nama nya.
ia mulai terbayang dengan masalalu lama nya, di situ ia langsung melamun dan tiba-tiba menghilang dari pandangan Lin shi mau pun Lusi.
Lusi yang penasaran langsung berkata...
"Lin shi check keadaan dia, aku merasa ada yang aneh dengan nya." ujar Lusi yang di setujui oleh Lin shi.
ia pun langsung pergi menghilang tanpa jejak. setelah nya suasana kembali normal, Lusi yang sudah selesai makan langsung berkata.
"ehhh teman-teman, kalian mau ikut aku nggak?." tanya Lin shi yang membuat teman-teman nya penasaran dan heran.
"kemana?." tanya dari Yuan yang lalu di jawab oleh Xiao Wen.
"ke pasar?." jawab sekaligus tanya dari Xiao Wen yang juga ikut merasa penasaran.
di situ Lin shi langsung tersenyum dan menjawab....
"bukan ke pasar juga, sebenar nya niat awal pergi ke pasar malam nya ntar pas malam jadi seru, sekarang maksud aku itu mau ngajak kalian ke kantor polisi. aku mau ketemu Gu Qinzhang, lagi pun udah lama banget nggak ketemu dia." jelas Lusi yang awal nya membuat ekspresi teman-teman nya tak suka, namun karna melihat wajah sedih Lin shi, akhir nya mereka setuju.
"boleh." ujar Yuan yang lalu di balas oleh Yi Xuan.
"bagaimana pun dia juga pernah main bareng kita, aku yakin dia begitu pasti ada sebab nya. jadi menurut aku lebih baik kita lupain hal itu, lebih baik kita lihat keadaan dia sekarang." ujar Yi Xuan yang di setujui oleh semua nya.
setelah mendengar perkataan para teman nya, akhir nya Lin shi kembali berkata...
__ADS_1
"baik lah kita bakal ke sana setelah makan, baru selesai ke sana aku bakal ngajak kalian ke sesuatu tempat." ujar Lin shi dengan positif nya.
menit ke menit telah berlalu, kini mereka selesai makan. Lin shi yang melihat teman-teman nya sudah siap, kini langsung berkata...
"aku bakal bayar dulu, kalian tunggu di sini." ujar Lin shi yang lalu di tahan oleh Revan.
"biar aku aja yang kesana, kamu di sini duduk." ujar Revan yang lalu di setujui langsung oleh Lin shi.
setelah nya Revan pergi berjalan ke tempat kasir dan membayar makanan mereka. di situ Lin shi terus menatap Revan dengan seksama.
ia merasa sifat Revan tak pernah berubah, masih dingin namun baik kepada teman dekat nya. di situ ia merasa sedikit khawatir jika suatu hari ia bertemu dengan wanita yang ia sukai.
ia takut suatu hari nanti ia malah di tinggal pergi oleh wanita itu, pasti rasa nya sakit. di saat itu juga Lusi terus melamun hingga membuat teman-teman nya yang lain penasaran.
"ehhh Lin shi kenapa ya?." tanya Yuan yang penasaran.
"paling ngelamun lagi, btw baru-baru ini gua nggak pernah lihat dia ngomong sendiri lagi. ehhh btw kalian ngeh nggak sih, Lin shi itu sebenar nya punya kekuatan lain." ujar Kenny yang di jawab oleh Guo Jia.
"kau juga, aku juga pernah sekali denger dia bicara sendiri. waktu itu awal nya aku kira dia memang ada temen bicara, tapi pas aku check ternyata dia ngomong sama angin. aneh nggak sih menurut kalian." ujar Guo Jia yang berbisik di depan orang nya langsung.
setelah beberapa saat kemudian, baru lah Revan kembali ke sana. di situ mereka langsung keluar dari kafe dan segera bergegas pergi.
setelah setengah jam berada di perjalanan, akhir nya mereka tiba di kantor polisi. Lin shi langsung turun dari motor dan berkata...
"tunggu sebentar, aku pen lihat apa kah masih ada jadwal untuk melihat." ujar Lin shi yang langsung masuk ke dalam kantor polisi.
di situ ia langsung bertemu dengan salah satu nya, ia pun langsung ramah dan menyapa polisi tersebut.
"halo pak, saya boleh nanya nggak?." tanya Lin shi dengan ramah.
mendengar ada pertanyaan tentu saja ia dengan ramah menjawab.
__ADS_1
"silah kan tanya saja." ujar pak polisi yang langsung di jawab oleh Lin shi.
"pak, masih ada tidak waktu untuk menjenguk?." tanya Lin shi yang lalu di balas oleh pak polisi.
"mari ikut saya." ujar nya dengan ramah.
di situ Lin shi langsung mengikuti pak polisi ke tempat duduk.
"silah kan bicara lagi." ujar pak polisi yang lalu di jawab oleh Lin shi.
"jadi gini pak, saya bersama dengan teman-teman saya mau jenguk seseorang. dia salah satu tahanan di penjara, bisa kah kami jenguk dia?." tanya Lin shi yang lalu di jawab oleh nya.
"bisa, mari saya lihat teman anda." ujar pak polisi yang lalu di setujui oleh Lin shi.
ia pun mengangguk kepala dan langsung menyuruh teman-teman nya masuk. di situ semua nya langsung masuk ke dalam.
melihat anak-anak ini, akhirnya ia berkata....
"sebutkan nama nya, lalu soal waktu saya kasih 30 menit." ujar pak polisi yang lalu di jawab oleh Lin shi.
"atas nama Gu Qinzhang, bisa kah kami bertemu dengan nya?." ujar Lin shi yang di jawab oleh pak polisi.
"ikut saya." ujar nya yang lalu berjalan di ikuti oleh Lin shi dan teman-temannya.
di situ mereka sudah tiba di sana, Gu Qinzhang yang berada di dalam sel hanya bisa melamun setiap saat. ia hanya bisa menunduk kan kepala dan tak bergerak sama sekali.
namun beberapa saat kemudian, tiba-tiba terdengar suara yang aneh. ia pun langsung menoleh dan melihat suara apa itu.
saat itu juga ia melihat polisi membuka kan sel nya, ia pun senang.
"Gu Qinzhang, ada orang yang ingin bertemu dengan mu, saya kasih waktu 30 menit untuk bicara." ujar pak polisi yang lalu di suruh berjalan.
__ADS_1
di situ Gu Qinzhang langsung berjalan maju, seketika ia merasa senang melihat Lin shi. di situ Lin shi juga tersenyum dan berdiri.
ia menghampiri Gu Qinzhang dan memeluk nya dengan erat, ia juga merasa rindu dengan teman nya itu. walau ia pernah berbuat salah, tetapi tetap saja ia merasa rindu kepada nya.