
setelah nya wajah Revan dan Lin shi terlihat gugup. melihat wajah kedua nya begitu aneh, akhirnya sang polisi tak bertanya lagi kepada mereka.
selesai semua itu, teman-teman Lusi berkumpul. dari mulai kelompok yang tak terlihat hingga yang terlihat sekali pun mengumpul di sana.
Lusi dengan santai berkata kepada teman-teman nya...
"teman-teman kali ini misi kita semua sudah selesai." ujar Lusi yang lalu di balas oleh Lin shi.
"bener banget, kalian ngerasa happy nggak?." tanya Lin shi yang lalu di balas juga oleh Lisa.
"seneng tapi masih bingung sebenarnya aku ini siapa?, aku mendengar kata Lusi dan Gu Qinzhang kalo aku ini kenalan lama dia, tapi kok aku sama sekali nggak tau dia siapa. jelas-jelas dia berbohong kan kepada kita semua?." ujar Lisa yang lalu mengundang tawa dari teman nya.
"hadeh gimana ini, Lisa masih belum ingat siapa dia." ujar Lin shi yang lalu di jelas kan oleh Lusi.
"biar aku aja yang ngejelasin." ujar Lusi yang lalu menceritakan dari awal hingga akhir semua nya.
Lisa yang sudah ingat itu langsung terkejut dan ternganga mendengar kisah nyata nya sendiri. ia merasa dulu biasa saja, tapi sekarang terasa lebih berat.
"lus, bisa kah aku ketemu sama keluarga ku?." tanya Lisa yang lalu di setujui oleh Lusi.
begitu juga dengan yang lain, mereka juga sama-sama meminta izin untuk pergi bertemu keluarga dan teman-temannya lama nya.
Lusi yang melihat itu langsung setuju. disisi lain lagi, Lin shi yang sadar itu langsung melirik tubuh teman-teman nya yang tiba-tiba mulai aneh.
di salah satu jari mereka, terdapat cahaya aneh yang membuat jari mereka mulai hilang. Kenny yang sadar itu paham, namun kenapa tubuh mereka tidak.
__ADS_1
itu kemungkinan besar karna tubuh mereka berdua masih ada atau karna memang mereka tak benar-benar mat* sungguhan.
melihat jari-jari itu, Lin shi langsung menghampiri dan bertanya...
"sejak kapan ini mulai terjadi?." tanya Lin shi dengan berbisik agar tidak ketahuan oleh Lusi.
Lusi baru mengenal dunia seperti ini, jadi ia masih belum bisa merelakan dengan semuanya. Lin shi yang sudah terbiasa dan paham itu hanya bisa pasrah.
"aku tidak tau, seperti nya saat di hutan tadi tangan ku sudah mulai seperti ini." jawab Lisa yang lalu di balas oleh Lun Jue.
"aku juga begitu, lihat ketiga jari ku sudah mulai menghilang. sebenarnya ini ada apa?." tanya Lun Jue yang lalu di jawab oleh Lin shi dengan serius.
"jangan beritahu kepada Lusi tentang ini, hanya kita-kita saja yang tau. aku akan bilang, setiap tahun, bulan, hari roh tak akan bisa hidup di dalam dunia manusia selama nya. jika satu misi selesai, maka diri nya akan menghilang dan pergi selama nya. aku sudah sering melihat hal ini, tapi Lusi belum sama sekali. jika kalian beritahu dia yang sebenarnya, takut nya Lusi tak rela dan akan sedih sendiri." ujar Lin shi yang membuat semua nya melemas.
mereka baru tau tentang semua itu, setelah hal itu mereka akhirnya sepakat untuk menutupi masalah ini dari Lusi sendiri.
akhirnya Kenny bisa bebas dan pergi kemanapun yang ia sukai. jam demi jam telah berlalu, kini pagi hari tiba, suasana pagi itu sangat lah indah.
tidak seperti biasa nya Lusi merasa tenang dan damai lagi. seperti saat pertama kali ia berada di sini, sepi, damai, dan tenang tanpa ada gangguan.
"hari ini tumbenan aku merasa lebih damai." ujar Lusi yang lalu di jawab oleh yang lain.
"memang nya kenapa lus?." tanya Lisa yang lalu di jawab balik oleh Lusi.
"nggak apa-apa sih, hanya saja terasa lebih tenang aja gitu. kayak pas baru pertama kali masuk ke dalam tubuh ini, suasana nya juga kayak gini." ujar Lusi yang membuat semua nya tersenyum indah.
__ADS_1
ntah lah perasaan mereka kali ini sedikit sedih karna harus berpisah dari Lusi yang baik dan terus menolong mereka.
Lusi yang begitu ceria, jika di tinggal sendiri apakah akan sedih. di saat hal itu juga, ia langsung bersiap-siap akan berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali.
jam demi jam telah berlalu, kini dia sampai di sekolah dengan aman. Lusi yang tidak melihat teman-teman nya kini mengeluarkan tatapan mata sedih.
seketika mata nya berkaca-kaca saat ini, ia tersenyum dan merasa sedih secara bersamaan.
"kenapa harus di sembunyikan sih, kalo gini aku harus pura-pura nggak tau aja. kalian mau ninggalin aku, aku rela jika itu memang terjadi." ujar Lusi yang lalu menghela nafas panjang.
ia pun kembali berkata beberapa hal lagi yang membuat ia kembali menangis.
"kalian pergi pun aku nggak masalah, tapi ingat jangan pernah lupain aku. aku bener-bener nggak sedih dan marah ke kalian semua. lagi pun walau nggak ada kalian, aku masih punya Lin shi, Revan, Yuan, Xiao Wen, Yi Xian, bahkan Guo Jia. semua nya adalah teman ku, kalian jika begitu. tapi aku sadar, kalian tidak akan pernah bisa berada di dekat ku selalu. aku menyayangi kalian seperti sahabat sejati ku." ujar Lusi yang lalu mengelap air mata yang banyak.
ia pun kembali berpura-pura senang dan lalu bertemu dengan Revan. melihat Revan akhirnya ia menghabiskan nya dan berkata...
"selamat pagi Rev." sapaan Lusi yang lalu di balas balik oleh Revan.
"pagi juga Lin atau Lusi?." ujar Revan yang mengundang tawa dari Lusi.
"panggil aja Lin shi di sekolah, soal nya kalo kamu bilang Lusi yang ada di kira nya kamu halu. yaudah yok masuk ke kelas, aku punya cerita besar lain nya." ajakan Lusi yang ingin mengalihkan pandangannya.
dari pada ia sedih terus lebih baik ia berpura-pura senang dan menganggap tidak tau dengan kondisi teman-teman nya sendiri.
walau begitu, di hati nya tetap tersimpan semua nya dengan sangat baik.
__ADS_1
"owh iya Lin, aku mau nanya, cara kamu bisa masuk ke dalam tubuh dia gimana?." tanya Revan yang lalu di jelas kan oleh Lusi.
"aku juga bingung, saat aku tiba di rumah sakit, aku hanya melihat Lin shi yang sedang terluka parah. terus dia nebak kalo aku ini orang yang bakal masuk ke dalam tubuh nya. setelah aku jawab iya, seketika semua nya berubah menjadi gelap. saat bangun aku sudah berada di tubuh nya sendiri." jelas Lusi yang membuat dia paham semua nya.