Reinkarnasi

Reinkarnasi
episode 106 "mulai menjauh"


__ADS_3

setelah selesai berbicara lewat telfon, dengan segera Gu Qinzhang mematikan ponsel nya. dia kembali bekerja seperti biasa nya.


selain menjadi CEO di sebuah perusahaan, dia juga memiliki beberapa tempat yang cocok untuk menghasilkan uang.


contoh seperti saat ia menelpon Lin shi dan mengajaknya ke restoran, itu adalah hal pertama yang ia belikan.


contoh kedua, dia juga punya sebuah toko baju yang lumayan ramai, dari situ sudah membuktikan bahwa Gu Qinzhang tidak hanya menjadi seorang CEO saja.


Lin shi yang masih belum tau apa-apa hanya berpikir bahwa pekerjaan Gu Qinzhang, sebagian besar adalah pengusaha restoran.


"Gu Qinzhang sudah menampil kan satu tempat usaha nya, kenapa aku malah penasaran dengan itu ya, nampak nya aku harus mencari tau lebih banyak tentang nya." ujar Lin shi yang lalu berjalan pelan menuju kantin.


berbeda pula dengan teman-teman nya yang lain, mereka merasa khawatir dengan keadaan Lin shi yang sekarang.


bahkan Lin shi sudah memberi peringatan untuk agar tidak ada yang mendekati nya, mereka merasa pasti ada yang salah dengan nya.


"jujur, kita sebagai teman nya harus mendukung dan juga harus bersama dengan nya. buat apa kita jadi teman nya jika dia malah menyuruh kita untuk menjauh dari nya. walau hanya beberapa hari sekali pun, aku tidak begitu peduli. aku penasaran emang nya apa yang terjadi sekarang ini hah?." ujar Yuan yang merasa tak nyaman setelah mendengar itu.


Revan yang tau itu juga ikut tak setuju dengan hal ini, bukan karna apa-apa, tapi dia merasa khawatir dengan Lin shi.


apalagi dengan tubuh nya yang melemah, tanpa pengawasan dari mereka, takut nya terjadi hal buruk jika dia begitu terus.


"sebenarnya aku juga tak setuju dengan ide itu, aku juga takut Lin shi kenapa-napa. ingat satu hal, Lin shi sekarang memiliki masalah kesehatan, dia juga sering pingsan karna capek." ujar Revan yang membuat mereka sadar.


"benar itu, aku takut Lin shi kenapa-napa nanti nya. bagaimana jika kita diam-diam mengikuti dia terus, mungkin ada petunjuk yang bisa membantu dia dan kita juga." ujar Yuan yang lalu di setujui semua nya.


"benar sekali Yuan, kita lebih baik mengikuti dia. ya itung-itung nge bantu dia saat dia lagi kesusahan." ujar Xiao Wen yang di benar kan oleh Revan.


"bener itu kata kalian berdua, tapi Lin shi sekarang dimana ya?." tanya Revan yang lalu di jawab oleh Yuan.

__ADS_1


"tuh, dia kayak nya abis dari lapangan tadi. lihat wajah nya murung dan dingin gitu, padahal biasa nya kan aktif jarang murung dan tatapan mata dia sekarang ini berubah total gitu. kayak nya pemikiran dia jauh lebih sulit dari kita semua." ujar Yuan yang lalu memperhatikan Lin shi dari kejauhan.


melihat Lin shi sudah mendekat, mereka lalu bersembunyi sambil melirik kearah nya. Lin shi yang sadar itu hanya lewat tanpa kata-kata sama sekali.


ucapan dia kali ini sepenuhnya benar, dia menjauh dari semua nya agar mereka aman dari gangguan yang lain.


teman-teman nya yang lain juga ikut melirik Lin shi dengan tatapan bersalah, mereka merasa kasihan melihat Lin shi malah sendirian begitu.


"kasihan Lin shi, dia malah sendirian kali ini." ujar Xiao Wen yang merasa kasihan dengan Lin shi.


semua nya juga begitu, mereka sama-sama kasihan melihat nya. jam demi jam telah berlalu, kini mereka semua sudah pulang kerumah masing-masing.


Lin shi yang masih belum sampai di rumah, kini menelpon Gu Qinzhang dan memberitahu nya.


saat Gu Qinzhang mengangkat telpon nya, dengan segera Lin shi langsung berkata...


"sepertinya aku sedikit telat kali ini, maaf kan aku Gu Qinzhang." ujar Lin shi yang langsung berkata.


"tidak masalah Lin, lagi pun janjian nya kan jam tujuh malam." jawab Gu Qinzhang yang lalu membuat Lin shi merasa lega.


"baiklah, aku tutup telpon dulu. aku sudah hampir sampai di rumah nih." ujar Lin shi yang lalu di jawab oleh Gu Qinzhang.


"eummm...bye bye..." ujar Gu Qinzhang yang langsung saja menutup telponnya.


beberapa menit kemudian, dia sampai di rumah dengan tatapan mata yang sedikit lelah.


"hari yang lelah lagi." ujar Lusi yang menghela nafas.


dia langsung masuk kerumah dan naik ke lantai atas menuju kamar nya. dia langsung mandi tanpa ada ucapan kata-kata.

__ADS_1


saat selesai mandi, baru lah ia turun dan kembali menyapa mereka semua dengan ramah.


"maaf tadi langsung naik keatas, tadi aku terburu-buru pengen mandi. btw ibu, aku minta izin untuk keluar rumah, malam ini teman aku mengajak ku ke restoran dia untuk mencoba banyak hal." ujar Lin shi yang lalu di angguk oleh ibu nya.


"pergi lah Lin shi, jika kau mau pergi maka lakukan saja. ibu tidak melarang mu, asal jangan pulang malam. kamu pergi bareng teman-teman atau gimana nih?." tanya sang ibu yang lalu di jawab oleh Lin shi.


"aku pergi hanya dengan Gu Qinzhang buk." ujar Lin shi kepada sang ibu.


"Gu Qinzhang?, Revan sama yang lain kemana?." tanya sang ibu yang membuat Lin shi terdiam.


"mereka sibuk akhir-akhir ini buk, biarkan saja mereka melakukan pekerjaan mereka. lagi pun aku juga punya kesibukan lain sekarang." jawab Lin shi yang lalu pergi.


dia langsung keluar dari rumah dan duduk di salah satu kursi yang ada di depan rumah nya.


dia nampak termenung disana sambil menatap langit, dia terus menatap bintang dan sesekali menghela nafas sebanyak mungkin.


sang adik yang melihat kakak nya begitu, dengan segera keluar dan bertanya...


"kakak kenapa?." tanya sang adik sambil menatap mata nya.


"nggak kenapa-napa kok, kamu masuk sana, kakak sebentar lagi mau pergi. kakak ada urusan di luar, kamu baik-baik di rumah ya." ujar Lin shi sambil mengelus pelan rambut adik nya.


"kakak, jangan bilang kakak ingin pergi ke pasar lagi." ujar sang adik yang lalu membuat Lin shi tertawa.


"hahaha...adik bisa saja, kakak tidak pergi kepasar kali ini. kakak mau pergi ke restoran bareng teman kakak, dia mau kakak menjadi orang pertama yang ada disana." jawab jujur Lin shi kepada adik nya.


"aku boleh ikut nggak kak?." tanya sang adik dengan polos nya.


"tidak boleh dek, kamu itu masih masih ada sekolah besok, di tambah hari ini malam. kakak nanti bawa kamu kesana saat kamu libur dan juga kita pergi bersama gimana?." ujar Lin shi yang lalu di setujui oleh adik nya.

__ADS_1


"okelah kak." jawab nya sambil berjalan masuk ke rumah.


__ADS_2