Romansa Cinta Senior Junior

Romansa Cinta Senior Junior
13


__ADS_3

“Itu siapa Ta, pacarnya Kak Rendra ya?” Tanya Bella dengan wajah sendu dan hanya dibalas Dita dengan mengedikkan bahu karena dia sendiri juga tidak tahu siapa gadis itu.


“Dia cantik Ta, mana mungkin aku bisa bersaing sama dia, pupus sudah harapanku jadi pacarnya Kak Rendra.” Gumam Bella pasrah sembari tetap memandang ke arah Rendra dengan tatapan yang menyedihkan.


Dita merasa tidak tega melihat Bella, dia merangkul Bella dan mencoba memberi kekuatan dengan mengelus-elus lengannya. "Beginikah pedihnya patah hati?"


“Kalau jodoh enggak akan ke mana, Bel.” Ujar Dita menenangkan Bella yang masih terpaku melihat pemandangan yang menyakitkan hatinya.


“Sudah enggak usah dilihat kalau hanya membuatmu sakit hati. Lebih baik kita nikmati malam ini, lupakan dia masih banyak cowok lain, Bel.” Nasihat Dita yang tidak ingin Bella terus larut dalam kesedihan.


“Enggak apa-apa Ta, setidaknya aku bisa melihat Kak Rendra untuk yang terakhir kali sebelum aku benar-benar melupakannya.” Bella masih bersikukuh dengan keinginannya, Dita hanya bisa pasrah dan membiarkan temannya itu ‘menikmati’ patah hatinya.


Sementara itu di panggung utama tampak beberapa orang yang merupakan anggota band sedang bersiap untuk tampil. Tak lama kemudian intro musik mulai terdengar.


“Selamat malam, perkenalkan kami dari Baja Band. Malam ini kami akan menyanyikan lagu-lagu untuk kalian yang sedang jatuh cinta. Are you ready?” Sapa sang vokalis dengan penuh semangat membuat semua yang ada di sana fokus ke panggung utama, begitu juga Bella yang akhirnya mengalihkan pandangannya ke sana.


“Ta, itu vokalisnya bukannya yang tadi bicara sama kamu ya?” Bella menunjuk ke vokalis band di atas panggung.


“Oh iya benar, Kak Bara.” Dita menganggukkan kepalanya.


“Wah keren kenalanmu vokalis band Ta, besok kenalin ya.” Sepertinya Bella sudah melupakan patah hatinya.


“Iya kalau ketemu lagi sama dia.” Dita tak bisa menjanjikan apa pun. Pertemuannya dengan Bara juga tanpa sengaja dan dia memang tidak berminat untuk kenal lebih jauh, apalagi mengingat Bara itu teman dekatnya Rendra. Ah mengingat Rendra selalu saja membuatnya kesal.


...Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu...


...Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta...


...Hati ini kembali temukan senyum yang hilang...


...Semua itu karena dia...


...Oh Tuhan, kucinta dia...


...Kusayang dia, kurindu dia, inginkan dia...


...Utuhkanlah rasa cinta dihatiku...


“Ta, itu Kak Bara dari tadi lihatin kamu terus loh sejak pertama nyanyi.” Bella mencolek Dita yang malah fokus membalas pesan di ponselnya.


“Masa sih? Enggak mungkin, pasti ngelihatin penonton.” Elak Dita, dia mulai kembali fokus ke panggung setelah membalas pesan dari bundanya. Dan benar saja Bara memang intens memandangnya membuat pandangan mereka bertemu dan seketika Bara menyunggingkan senyum manisnya pada Dita.


"Kenapa Kak Bara terus menatapku, tidak mungkin kan ...." Dita menepis pikiran buruknya.


Di sudut lain masih di area Gelex ....


“Ren, siapa itu yang dilihat terus sama Bara?” Tanya Adelia yang penasaran dengan sikap Bara yang dari awal lagu terus fokus memandang seseorang yang memakai hoodie hitam.


“Yang mana?” Tanya Rendra yang sama sekali tidak peka.


“Itu cewek yang pakai hoodie hitam.” Tunjuk Adelia.


Rendra mengikuti telunjuk Adelia, dia sempat terkejut melihat sosok gadis itu. Rendra melihat ke panggung dan benar saja sepanjang lagu arah pandangan Bara fokus ke Dita. Ada sedikit gelenyar aneh di hatinya saat menyadari sahabatnya itu benar-benar tertarik dengan Dita. “Jadi dia serius mau mendekati cewek gila itu.”


“Ren, kamu kenal dia?” Desak Adelia yang tak juga mendapat jawaban dari Rendra.


“Oh ... ya ... dia maba, anak arsi.” Jawab Rendra sedikit gugup.

__ADS_1


...Jauh waktu berjalan, kita lalui bersama...


...Betapa di setiap hari kujatuh cinta padanya...


...Dicintai oleh dia kumerasa sempurna...


...Semua itu karena dia...


Drrrttt ... drrrtttt ... drrrrttt ....


Menyadari ponselnya bergetar, Dita segera mengecek ponselnya ternyata Adi yang meneleponnya. Dita memberi kode pada Bella mau menerima telepon. Lalu dia beranjak dari sana dan mencari tempat yang tidak terlalu bising agar bisa mendengar suara Adi.


“Assalamu’alaikum, Mas.” Sapa Dita di telepon.


“Wa’alaikumsalam, sudah pulang belum, Dek?”


“Belum Mas, sebentar lagi. Kenapa Mas?”


“Kalau begitu aku jemput ya, ini mas sudah perjalanan pulang.”


“Aku naik ojol aja Mas, nanti Mas kejauhan pulangnya.”


“No, mas enggak izinkan kamu naik ojol, ini udah malam, Dek. Tunggu mas jangan pulang dulu.”


“Ya udah Mas, nanti Mas tunggu di Bunderan aja kalau ke Gelanggang ramai. Biar nanti aku jalan ke Bunderan.”


"Oke nanti mas kabarin kalau sudah sampai Bunderan."


"Oke," Dita memasukkan kembali ponselnya ke saku setelah Adi menutup teleponnya.


...Oh Tuhan, kucinta dia...


...Kusayang dia, kurindu dia, inginkan dia...


...Utuhkanlah rasa cinta dihatiku...


...(Dia – Anji)...


Setelah lagu selesai, penonton bertepuk tangan dan bersorak sorai. Sepanjang tadi lagu dinyanyikan semua fokus menikmati lagu dan suara merdu Bara, ada yang terharu, ada yang terlena, dan yang datang berpasangan menjadi semakin terhanyut dengan suasana romantis dengan menyenandungkan lagu itu bersama.


Dita kembali ke tempat Bella dan Baim berada setelah lagu pertama selesai.


"Siapa yang menelepon, Ta?" Tanya Bella begitu Dita berdiri di sampingnya.


"Mas Adi, nanti mau jemput aku." Jawab Dita.


"Oh, enak ya punya kakak yang care gitu, aku juga mau hihihi."


"Mau dijemput jam berapa, Dit?" Sela Baim.


"Udah di jalan sih, tapi enggak tahu sampai di sini jam berapa. Nanti mau hubungi aku kalau udah sampai Bunderan." Jelas Dita.


"Kamu mau balik jam berapa, Bel?" Tanya Baim pada Bella yang sedang asyik menyanyi mengikuti lagu yang sedang dinyanyikan Bara.


"Jam berapa sekarang?" Bella malah balik bertanya tanpa menoleh pada Baim.


"Sembilan lebih lima belas." Baim melihat jam di pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Ya udah 15 menit lagi kita cabut." Sahut Bella.


"Nanti barengan aja keluarnya ya, Dit. Aku temenin kamu ke Bunderan." Usul Baim.


"Oke."


Mereka kembali menikmati lagu yang dinyanyikan oleh Bara dan band-nya. Masih tetap menyanyikan lagu bertemakan cinta tetapi pandangan Bara sudah tidak terpusat lagi pada Dita.


"Terima kasih sudah bernyanyi bersama kami, sampai bertemu kembali dengan Baja Band. Kalian luar biasa." Setelah mengacungkan dua jempol pada penonton, Bara menutup penampilannya dengan membungkukkan badan pada penonton selama 3 detik.


Setelah itu Bara menghampiri teman-teman band-nya. "Guys, gue turun duluan ya," pamitnya.


Tanpa menunggu jawaban dari mereka, Bara segera turun dari panggung, lalu dengan setengah berlari dia menghampiri Dita yang masih bersama teman-temannya.


"Dita," panggil Bara yang membuat Dita, Bella dan Baim menoleh ke arahnya.


"Eh, Kak Bara." Sapa Dita yang masih terkejut dengan kedatangan Bara.


"Kakak keren nyanyinya, suaranya bagus banget." Puji Bella sambil menatap kagum Bara yang berdiri di depannya.


Membuat Bara menoleh pada Bella. "Terima kasih pujiannya."


"Boleh kenalan kan Kak, saya Bella temannya Dita." Bella mengangsurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Bara.


"Bara." Bara membalas uluran tangan Bella lalu berjabat tangan dengannya.


"Baim."


"Bara."


Setelah berkenalan dengan dua temannya, Bara kembali fokus pada Dita.


"Kamu pulangnya sama siapa? Aku antar ya?" Tawar Bara sambil berharap Dita menyetujuinya.


"Terima kasih Kak tawarannya, tapi maaf saya nanti dijemput."


Drrrttt ... drrrttt ....


Kembali ponsel Dita bergetar, dia segera mengangkat panggilan dari Adi.


"Mas sudah di Bunderan, Dek." Suara Adi di seberang telepon.


"Oke Mas, aku ke sana sekarang." Dita menyimpan lagi ponselnya.


"Maaf Kak Bara, saya sudah dijemput." Pamit Dita.


"Oh ya, hati-hati di jalan." Balas Bara dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan.


"Kami pulang dulu Kak." Baim ikut berpamitan.


"Oke." Bara mengacungkan jempolnya.


Dita, Bella dan Baim beranjak menjauh dari Bara, sementara Bara hanya bisa menatap punggung mereka yang semakin mengecil. "Siapa yang menjemput Dita, apa pacarnya? Ah sialan lupa lagi tadi minta nomornya."


...※※※※※...


Catatan :

__ADS_1


arsi : jurusan arsitekstur sering disingkat arsi


Bunderan : Bundaran UGM


__ADS_2