
Episode spesial ini saya persembahkan untuk author favorit saya, Kak Sephinasera
...💕💕💕💕💕...
Setelah pertemuan terakhir Dita dan Rendra tempo hari, mereka tidak pernah bertemu lagi. Selain karena kesibukan kuliah, mengerjakan tugas dan praktikum, Rendra juga sedang sibuk menjadi panitia penyelenggara seminar di kampusnya.
Sebagai Menko Kemahasiswaan BEM KM, Rendra mempunyai beberapa program kerja yang sudah dia buat, dan salah satu programnya yaitu menyelenggarakan seminar nasional dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober. Seminar nasional yang diselenggarakan kali ini bertajuk “Peran dan Inovasi Pemuda Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif”.
Pemuda merupakan kunci keberhasilan penerapan ekonomi kreatif karena mampu berpikir di luar kebiasaan atau out of the box sehingga mampu mengembangkan sesuatu menjadi lebih bernilai. Dengan keterbatasan lapangan pekerjaan diharapkan para pemuda mampu menciptakan suatu kreasi yang bisa memberikan kesejahteraan bagi dirinya dan masyarakat. Karena alasan inilah, tajuk itu diambil untuk lebih memotivasi pemuda agar lebih kreatif dan mau berwirausaha.
Rendra tentu saja harus mencari narasumber yang kompeten dan juga merupakan praktisi di bidangnya sehingga dapat membagikan pengalamannya saat seminar nanti. Salah satu narasumber yang akan diundang nanti adalah Syailendra Darmastawa.
Syailendra Darmastawa, siapa yang tidak kenal dia, sosok pemuda dari luar Jawa yang sukses sebagai pengusaha muda dan saat ini berprofesi sebagai dosen, bahkan menjadi Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Industri UGM. Dia mulai berbisnis dari SMA meski masih berskala kecil. Selain itu dia juga aktif sebagai atlet taekwondo yang sering menjuarai berbagai kompetisi taekwondo di Kalimantan. Meski begitu dia merupakan siswa berprestasi terbukti berhasil masuk TI UGM melalui jalur PBUB (Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi).
Dia aktif di berbagai organisasi di kampus, sering menjadi koordinator atau ketua di berbagai kegiatan kampus, sempat menjadi ketua UKM Taekwondo dan Pjs Ketua Senat KM UGM. Lulus dengan predikat cumlaude dan mantan Mapres 2 tahun berturut-turut, sungguh prestasi yang luar biasa kan. Saat menjadi mahasiswa inilah titik awalnya memulai bisnis yang saat ini masih terus berjalan. Dia mendirikan perusahaannya sendiri yang diberi nama PT. ManjoMaju yang membawahi beberapa bidang usaha seperti properti, otomotif (jual beli mobil second, bengkel, rental mobil), event organizer, kafe, dan usaha rintisan lainnya. Meski saat ini dia sudah tidak terjun langsung di perusahaannya, tetapi masih sebagai Komisaris Utama dan pemegang saham terbesar di ManjoMaju.
Dia juga mendirikan komunitas pengusaha muda Young Enterpreneur Club (YEC) yang aktif mengembangkan kemampuan bisnis mahasiswa melalui kegiatan seminar, workshop dan lainnya sampai mereka bisa memiliki bisnis sendiri. YEC juga sudah memiliki cabang di luar kota Jogja.
Saat ini dia sedang mengembangkan Rumah Bambu Indonesia Gemilang. Dia membangun rumah bambu futuristik sebagai sarana bagi anak-anak di sekitar rumahnya agar mempunyai aktivitas yang bermanfaat sekaligus memfasilitasi para mahasiswanya terjun langsung ke masyarakat sebagai pembimbing dan pendamping anak-anak. Selain disediakan perpustakaan, di sana juga dibuka kelas taekwondo, bimbingan belajar dan belajar membaca serta menghafal Al-Qur’an tanpa dipungut biaya sedikit pun. Dia memang selalu memiliki ide agar bisa menebar manfaat bagi sesama, sungguh sosok yang sangat inspiratif dan cocok sebagai role model bagi anak muda yang ingin berwirausaha.
Setelah mencari informasi jadwal mengajar Pak Rendra (nama panggilan Syailendra Darmastawa), dia bersama Satria, teman sesama panitia, pergi menemui Pak Rendra untuk memberikan undangan sekaligus meminta beliau sebagai pembicara di seminar nanti.
Rendra mengetuk dua kali pintu ruangan yang ada tanda tulisan Ketua Program Studi S1 Teknik Industri setelah sebelumnya memastikan Pak Rendra berada di dalam.
“Masuk,” terdengar suara dari balik pintu.
Rendra kemudian meraih gagang pintu lalu memutarnya. “Assalamu’alaikum, selamat siang, Pak.” Sapanya saat pintu telah terbuka.
“Wa’alaikumsalam, ayo silakan masuk. Duduk dulu, saya selesaikan ini sebentar.” Dengan senyum ramah, Pak Rendra menyambut mereka. Beliau terlihat sedang memeriksa tugas mahasiswanya saat mereka datang.
“Terima kasih, Pak.” Rendra dan Satria lalu duduk di kursi yang ada di depan meja Pak Rendra.
Tak lama kemudian, setelah menyelesaikan pekerjaannya Pak Rendra mulai fokus pada mereka.
“Maaf ya harus menunggu, tanggung tadi baru koreksi tugas. Oya, ada apa ya? Sepertinya saya belum pernah melihat kalian?” Tanya Pak Rendra ramah.
“Maaf Pak bila sudah mengganggu waktunya. Kami dari BEM KM, sebelumnya perkenalkan saya Narendra dan teman saya ini Satria. Kami panitia seminar nasional yang akan diselenggarakan pada 28 Oktober untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Maksud kedatangan kami ke sini untuk mengundang Pak Rendra sebagai pembicara di seminar nanti.” Jawab Rendra sembari menyerahkan surat undangan pada Pak Rendra.
Pak Rendra menerima undangan tersebut, lalu membuka dan membacanya.
“Bagus ini judulnya, sesuai dengan situasi sekarang. Apa saya sendiri pembicaranya?”
__ADS_1
“Ada satu lagi Pak, Mas Yudi, beliau memanfaatkan limbah kopi menjadi parfum mobil, aksesoris, dan lain-lain.”
Pak Rendra menganggukkan kepalanya berulang kali, “jadi benar-benar inovasi produk ya.”
“Iya Pak, nanti memang diharapkan yang mengikuti seminar bisa lebih kreatif berinovasi.”
“Lalu teknisnya bagaimana? Maksud saya, jam berapa saya harus mengisi?”
“Untuk seminarnya sendiri waktunya dari pukul 08.00 sampai 12.30 wib. Nanti ada pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu sambutan dari rektor atau yang mewakili, dijadwalkan sampai pukul 08.30. Kemudian Pak Rendra baru Mas Yudi. Atau Pak Rendra ada permintaan untuk waktunya?”
“Apa nanti ada sesi tanya jawab?” Tanya Pak Rendra lagi.
“Pastinya Pak, saya yakin nanti akan banyak yang bertanya. Apalagi kepada praktisi mereka pasti lebih antusias untuk bertanya. Setiap pembicara kami beri waktu 2 jam untuk materi dan tanya jawab.” Jelas Rendra.
“Saya lihat jadwal sebentar ya,” Pak Rendra lalu membuka buku agendanya. “Tanggal 28 Oktober ada jadwal bimbingan tapi bisa diatur nanti waktunya. Baik saya bersedia, jadi saya di sana dari jam 08.00 sampai 10.30 ya.”
“Iya Pak, bila ada materi untuk presentasi nanti bisa kami ambil sebelum hari H, agar nanti lebih lancar acaranya dan bisa langsung ditampilkan materinya jadi tidak ada waktu terbuang.”
“Oke, nanti saya hubungi kalau materinya sudah siap. Biar nanti disiapkan sama tim saya.”
“Baik, Pak. Bolehkah kami minta nomor ponselnya, Pak?” Tanya Satria dengan sopan, lalu Pak Rendra menyebutkan nomor ponselnya. Satria dan Rendra kemudian menyimpannya di daftar kontak mereka.
“Baik, saya tunggu ya.” Kata Pak Rendra sambil tersenyum ramah.
“Oya, tadi namamu Narendra ya? Panggilan kita sama ya berarti.” Seloroh Pak Rendra.
“Iya Pak, tetapi beda nasib.” Balas Rendra dengan senyum malu.
“Weh ora oleh ngomong ngono (eh tidak boleh bicara begitu). Kamu masih muda, masa depan masih panjang. Umur kalian berapa dan jurusan apa?”
“Dua puluh satu tahun Pak, jurusan teknik sipil.” Jawab Rendra.
“Dua puluh dua tahun Pak, jurusan manajemen.” Jawab Satria.
“Nah kuwi isih enom (masih muda kan), saya dulu juga memulai usaha di usia seperti kalian. Target saya dulu 30 tahun sudah bebas finansial, uang bekerja untuk saya bukan saya bekerja untuk uang. Alhamdulillah tercapai meski harus jatuh bangun terlebih dahulu.” Terang Pak Rendra.
“Apa kalian juga berdua juga berminat untuk buka usaha sendiri?” Tanya Pak Rendra kemudian pada mereka berdua.
“Alhamdulillah, saya ada kafe kecil-kecilan Pak,” jawab Rendra.
“Kalau saya belum Pak,” balas Satria.
__ADS_1
“Apik kuwi wes wani buka usaha (bagus itu sudah berani membuka usaha), justru usaha itu dari kecil lebih bagus lalu berproses menjadi besar. Yang penting jangan pernah menyerah untuk berusaha, pastinya akan banyak rintangan, nah tinggal bagaimana sikap kita menghadapi rintangan itu. Saya suka anak muda yang berani mengambil risiko.” Ujar Pak Rendra.
“Kapan-kapan kalian mainlah ke rumah bambu, siapa tahu bisa mendapat inspirasi, memberi ide atau malah ikut membantu mendampingi anak-anak di sana.” Lanjut Pak Rendra yang tak pernah berhenti tersenyum setiap berbicara. Sungguh sosok yang sangat ramah dan menyenangkan.
“Baik Pak, insya Allah kami akan ke sana. Karena sudah cukup, kami mohon pamit Pak. Terima kasih atas sambutan Bapak, dan kami mohon maaf karena sudah mengganggu waktu Bapak bekerja.” Pamit Rendra sopan.
“Wah, kok buru-buru padahal saya masih pengen ngobrol loh. Tidak mengganggu, justru saya senang bertemu dengan anak muda kreatif seperti kalian. Saya tunggu ya kedatangan kalian di rumah bambu.”
Rendra dan Satria menganggukkan kepala, lalu mereka bertiga bersalaman.
...※※※※※...
Catatan:
BEM KM : Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa
Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama (sumber wikipedia).
Pjs : Pejabat sementara
Mapres : Mahasiswa Berprestasi
Role model : panutan
...💕💕💕💕💕...
Terima kasih pada Kak Sephinasera yang sudah mengizinkan Bang Rendra menjadi cameo. Di sini beliau sebagai Pak Rendra, dosen yang penuh wibawa, bukan Bang Rendra yang jago sepik sepik 😁. Semoga bisa sedikit mengobati rasa kangen pada Bang Rendra.
Bagi teman-teman yang belum mengenal Syailendra Darmastawa (Bang/Pak Rendra), silakan melipir ke cerita Kak Sephinasera yang berjudul Kisah Tak Berujung dan Always Gonna be You. Saya jamin bakal baper dan susah move on 😄.
Terima kasih untuk teman-teman yang sudah dan selalu mendukung cerita ini, maaf bila saya masih belum bisa up setiap hari apalagi crazy up. Saya benar-benar masih belajar menulis yang kadang terkena writer's block.
Maturnuwun sanget yang sudah mem-favorit, menyukai, memberi komentar bahkan memberikan vote cerita ini. Apalah saya tanpa dukungan semua teman-teman 🙏.
Masih sangat saya nantikan kritik dan sarannya agar saya bisa lebih baik lagi ke depan. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.
Kokoro no tomo (Ayaka Kirei)
__ADS_1