Romansa Cinta Senior Junior

Romansa Cinta Senior Junior
58


__ADS_3

Satu minggu kemudian ....


Tengah malam ini Rendra merencanakan kejutan di hari ulang tahun Dita yang jatuh esok hari. Kebetulan besok hari Senin jadi waktunya pas Dita tidur di rumahnya. Siang tadi dia meminta bantuan Nisa membeli kue ulang tahun untuk istrinya, tentu saja tanpa sepengetahuan Dita.


Pukul 23.30 Rendra diam-diam bangun, dia berusaha sepelan mungkin bangkit dari tempat tidur agar Dita tidak ikut terbangun. Dengan mengendap-endap, dia keluar dari kamarnya lalu menuju ke kamar Nisa.


Tok ... tok ....


“Nis ... Nisa ...,” panggil Rendra di depan pintu kamar Nisa.


Tak lama Nisa membuka pintu sambil mengucek matanya. “Apa Kak?” Tanyanya masih setengah sadar.


“Mana kuenya Dita?” Tanya Rendra balik.


“Oh itu di meja belajar,” Nisa menunjuk ke arah meja belajarnya lalu dia membuka pintu kamarnya lebih lebar agar Rendra bisa masuk.


Rendra kemudian masuk ke kamar Nisa untuk mengambil kue ulang tahun Dita.


“Makasih ya, Nis. Sisa uangnya buat kamu aja.” Rendra lalu keluar dari kamar Nisa.


"Ya Kak, sering-sering aja nitip dibeliin Nisa." Sahut Nisa, dia menutup pintu kamar setelah Rendra keluar.


Rendra menyiapkan kejutannya di meja makan sendirian, dia memang tidak mengajak anggota keluarga lainnya karena ingin melewatkan momen pergantian usia Dita hanya berdua saja. Rendra memasang lilin dengan angka satu dan sembilan di atas kue.


Lima menit menjelang tengah malam, dia menyalakan lilin angka yang tadi dipasang di atas kue. Setelah itu dengan perlahan dia membuka pintu kamar, lalu masuk ke kamar dengan membawa kue di tangan kanannya. Dia meletakkan kue di atas meja kerja, kemudian mendekati Dita yang masih tertidur pulas.


Rendra menyalakan lampu tidur lalu mencium pipi Dita pelan. "Sayang," panggilnya sembari mengusap pipi Dita.


Dita pelan-pelan membuka mata, keningnya berkerut. "Ada apa, Mas?" tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.


Rendra tersenyum pada Dita, lalu dia mengambil kue ulang tahun yang tadi ditaruh di atas meja kerja.


"Selamat hari lahir Istriku Tercinta, Anindita Kusuma," ucap Rendra sambil membawa kue ulang tahun ke hadapan Dita.


Semula Dita sempat bingung, tetapi akhirnya dia tersenyum saat menyadari kalau sekarang adalah hari lahirnya. Dita bangun dari tidurnya, lalu duduk berhadapan dengan Rendra.


"Ya Allah ... terima kasih Mas kejutannya." Dita tersenyum lebar.


"Tiup dulu dong lilinnya, keburu meleleh ini."


Dita memejamkan mata sejenak sambil berdoa dalam hati, lalu dia meniup lilinnya.


Rendra lalu memeluk Dita dengan satu tangan, karena tangan satunya dia pakai untuk membawa kue.


"Barakallah fii umrik, Cintaku. Semoga panjang umur, selalu dalam lindungan Allah, selalu ditetapkan iman Islamnya, selalu menjadi istri salihah, dilancarkan kuliahnya, makin cinta sama aku. Doa-doaku yang terbaik untukmu ... aamiin."


Rendra mengecup kening Dita, lalu kedua pipi dan terakhir sekilas di bibir.


"Aamiin ... terima kasih Mas. Semoga Allah mendengar dan mengabulkan doa-doa Mas. Aamiin."

__ADS_1


"Aamiin. Aku nyalakan lampu dulu ya baru kita potong kuenya." Rendra beranjak dari kasur untuk menyalakan lampu utama. Dita pun berpindah duduk di sisi tempat tidur.


Rendra meletakkan kue di atas meja agar Dita lebih mudah memotongnya.


"Duduk sini, Sayang." Rendra menarik kursi agar Dita duduk di sana.


Dita bangkit dari duduknya lalu menuruti keinginan Rendra untuk duduk di kursi.


"Mau besar apa kecil Mas potongannya?" Tanya Dita sebelum memotong kue.


"Terserah kamu, Sayang." Rendra mengusap kepala Dita.


"Kecil aja ya, udah malam. Nanti jangan lupa sikat gigi lagi." Tapi Dita memotong kue dengan ukuran besar, berniat menjahili suaminya. Dia kemudian menyuapkan kue pada Rendra. "Potongan pertama untuk suamiku yang paling baik."


Rendra menerima suapan Dita, dia menggigitnya sekali. "Kamu ngerjain aku ya, tadi katanya mau dipotong kecil ini kok gede banget. Ayo, kamu harus ikut makan juga,"


Rendra menyuapkan kue yang tadi Dita berikan padanya. Dita menolak, dia menggelengkan kepala sambil menutup mulutnya.


"Istriku curang nih, aku gelitik loh kalau enggak mau buka mulut." Dita tetap bersikeras tidak mau membuka mulut. Akhirnya Rendra menggelitik pinggang Dita hingga membuat istrinya kegelian dan memintanya untuk berhenti.


"Udah Mas ... udah," pinta Dita dengan wajah memelas.


Rendra berhenti menggelitik pinggang Dita. Dia tersenyum penuh kemenangan.


"Ayo makan kuenya, atau mau aku suapin pakai mulut hummm." Rendra mengangsurkan tangan untuk menyuapi Dita kue.


Dita langsung membuka mulutnya daripada nanti disuapi Rendra pakai mulut malah akan terjadi hal yang iya iya. Akhirnya mereka menghabiskan potongan kue itu berdua.


Dita bangkit dari duduknya kemudian beranjak ke kamar mandi untuk sikat gigi dan mengambil wudu. Setelah itu dia membentangkan dua sajadah dan memakai mukena sambil menunggu Rendra selesai wudu.


Setelah semuanya siap, Rendra mulai mengimami salat Tahajud. "Allahu Akbar."


Selesai salat dan berdoa, Dita mencium punggung tangan suaminya, lalu Rendra mencium kening, pipi dan bibir Dita. Setelah membereskan peralatan salat, mereka kemudian naik ke tempat tidur lagi.


Seperti biasa mereka melakukan pillow talk (1) sebelum tidur. Mereka berbaring saling berhadapan.


"Nanti malam kita dinner berdua ya. Aku mau kamu pakai gamis yang pas lamaran itu."


"Tapi susah kalau pakai gamis naik motornya Mas."


"Aku nanti bawa mobil dong, Sayang. Masa mau dinner romantis bawa motor sih." Rendra tersenyum sambil mengelus pipi Dita.


"Memang mau dinner di mana Mas?"


"Rahasia dong, bukan kejutan nanti kalau aku kasih tahu."


Dita mengerucutkan bibir karena Rendra tidak mau memberi tahu.


"Itu bibir monyong begitu apa minta dicium hummm," Rendra tersenyum menggoda.

__ADS_1


Seketika Dita langsung menutup mulutnya dengan tangan begitu mendengar godaan Rendra.


Rendra tertawa kecil melihat tingkah istrinya itu.


"Nanti aku jemput ya habis Magrib, biar enggak kemalaman pulangnya."


"Iya, Mas."


"Kamu mau hadiah apa?"


"Aku dikasih doa saja sudah cukup, Mas. Enggak pernah merayakan juga setelah aku besar. Dulu terakhir merayakan waktu SD kelas tiga mengundang teman-teman sekelas dan tetangga, setelah itu tidak ada perayaan lagi."


"Kenapa?"


"Bukan hal yang penting juga Mas untuk dirayakan. Ulang tahun ini kan justru membuat umur kita di dunia makin berkurang. Harusnya kita lebih mendekatkan diri pada Allah bukannya bersenang-senang."


"Benar apa yang kamu bilang, tapi enggak apa-apa kan sekali waktu kita mensyukuri pertambahan umur dengan makan bersama keluarga. Apa kamu juga mau kita berbagi di panti asuhan?"


"Mau ... aku mau, Mas." Dita menjawab dengan antusias dan mata yang berbinar.


"Kalau begitu Sabtu besok kita ke panti asuhan. Hari ini enggak memungkinkan kita ke sana karena kita sama-sama kuliah sampai siang. Enggak apa-apa kan?"


"Iya Mas, enggak apa-apa. Besok Jumat sepulang kuliah kita bisa menyiapkan apa saja yang akan kita bawa ke sana."


"Ya udah sekarang kita tidur dulu, lumayan bisa tidur 2 jam sebelum nanti salat Subuh."


"Iya, Mas." Dita mulai mencari posisi yang nyaman untuk tidur.


Seperti biasa Rendra mengecup kening Dita sebelum tidur. "Selamat tidur, Cintaku."


Setelah berdoa, mereka kemudian tidur saling berhadapan dengan Rendra memeluk tubuh Dita.


...---oOo---...


Catatan:


(1) Pillow talk adalah perbincangan intim yang dilakukan antara pasangan di atas tempat tidur. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun koneksi antar pasangan.


...💞💞💞💞💞...


Assalamu'alaikum


Apa kabar teman-teman? Semoga teman-teman senantiasa diberikan kesehatan 🙂🙂🙂


Alhamdulillah hari ini ibu saya sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit kemudian dilanjutkan dengan isolasi mandiri di rumah. Terima kasih atas perhatian dan doa dari teman-teman semua, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan teman-teman.


Maaf bila part ini agak enggak jelas ceritanya atau feel-nya kurang 🙏


Tak lupa terima kasih atas dukungannya, terima kasih yang sudah menyempatkan membaca, memfavorit, menyukai, berkomentar, memberi hadiah ataupun vote. Jangan sungkan-sungkan untuk memberikan kritik dan saran karena saya sadar saya masih jauh dari sempurna.

__ADS_1


Jangan lupa tetap jaga kesehatan, minum vitamin dan jaga hati serta pikiran agar tetap bahagia 🤗🤗🤗


Wassalamu'alaikum


__ADS_2