Romansa Cinta Senior Junior

Romansa Cinta Senior Junior
91


__ADS_3

Pembukaan kembali kafe dengan konsep baru sudah dilakukan. Perkuliahan semester ganjil pun sudah dimulai. Dita akhirnya menuruti Rendra hanya mengambil 20 SKS, begitu pun Bella yang tidak jadi mengambil 24 SKS karena dia sekarang kerja part time di kafenya Rendra. Jam kerja Bella menyesuaikan jadwal kuliahnya, yang jelas kerja selama 4 jam sehari, enam hari dalam seminggu. Dia lebih suka kerja di sore hari sepulang kuliah, karena kafe biasanya sangat ramai setelah jam pulang kerja sampai sekitar pukul 09.00 malam.


Rendra juga sudah mendaftar KKN dan mengurus surat-surat pengantar untuk PKL (Praktek Kerja Lapangan). Karena setelah KKN dia akan langsung PKL di tempat kerja Adi. Rendra hanya bisa bertemu Dita di rumah dan saat akhir pekan, karena di kampus mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.


Rendra beberapa kali bertemu dengan teman satu kelompok KKN-nya untuk membahas program kerja mereka selama KKN. Kelompok KKN Rendra terdiri dari 8 orang termasuk dirinya. Mereka semua berasal dari jurusan yang berbeda. Kebetulan Rendra ditunjuk sebagai ketua kelompok, dengan wakil Syahdan, bendahara Ainun, sekretaris Luna, sementara anggota lainnya Rafi, Widya, Ria dan Nurul. Mereka akan ditempatkan di salah satu desa yang masih berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.


Rendra tak lupa mengenalkan Dita dengan semua anggota kelompok KKN-nya agar mereka saling kenal dan tidak akan ada salah paham nantinya. Bagaimanapun mereka akan setiap hari bertemu dan tinggal bersama di lokasi KKN selama sekitar 1,5 bulan. Sesuai ketentuan dari kampus, mahasiswa yang melakukan KKN harus tinggal di lokasi selama masa KKN. Rendra juga mengatakan pada teman sekelompoknya kalau dia tidak akan memboncengkan cewek meski mereka teman satu kelompok.


Sebelum Rendra diterjunkan ke lokasi KKN, dia dan Dita mengadakan pengajian empat bulanan kehamilan Dita di rumah Ibu Dewi. Mereka mengundang keluarga, teman dekat dan anggota kelompok KKN, jemaah pengajian masjid, jemaah pengajian Ibu Dewi dan juga menyantuni anak yatim.


Acara pengajian itu diisi dengan membaca Al-Qur’an, mendengarkan tausiah dari ustaz mengenai adab mendidik anak sesuai ajaran Islam. Selain itu mereka mendoakan janin agar menjadi anak yang saleh, serta mendoakan kehamilan Dita dilancarkan sampai melahirkan nanti. Selesai acara mereka juga membagikan bingkisan makanan kepada tetangga sekitar.


Di awal masa KKN, Rendra dan Dita sulit tidur karena mereka terbiasa tidur saling berpelukan. Jadi setiap malam sebelum tidur mereka selalu melakukan video call sampai salah satu dari mereka tertidur, tapi biasanya Dita yang tidur duluan karena efek kehamilannya. Setiap pagi setelah Subuh mereka juga melakukan video call. Rendra mengaji, lalu Dita me-loud speaker gawainya dan diletakkan di dekat perut agar calon anak mereka tetap bisa mendengar sang ayah mengaji untuknya. Untung saja lokasi KKN Rendra tidak di daerah pelosok yang tidak ada jaringan internetnya, jadi mereka masih bisa lancar berkomunikasi meski waktunya terbatas.


Selama masa KKN, Dita tinggal kembali bersama Adi, berjaga-jaga kalau sewaktu-waktu Dita ingin makan sesuatu di malam hari atau ada hal yang terjadi, dia tidak akan sungkan mengatakannya pada Adi. Di siang hari biasanya Dita di rumah Ibu Dewi atau kadang di kafe untuk melihat perkembangan penjualan secara langsung. Meski sudah ada bagian admin dan bisa mengecek penjualan secara online, tapi dia lebih puas bila datang ke kafe. Sekaligus dia juga ingin melihat kinerja beberapa karyawan baru. Terkadang dia juga berdiskusi dengan baker tentang menu kekinian yang mungkin bisa mereka jual.


Rendra bisa meninggalkan lokasi KKN bila ada jadwal kuliah atau kepentingan yang mendesak. Bila sedang di kampus, Rendra selalu berusaha menyempatkan bertemu dengan Dita meski cuma sebentar. Mereka akan mengobrol saja atau makan siang bersama. Meski sesaat, setidaknya mereka bisa bertemu satu sama lain dan mengurangi kerinduan.


Pernah suatu hari Rendra minta izin pulang malam setelah kegiatan selesai dengan alasan harus masuk kuliah pagi dan akan terburu-buru bila harus berangkat dari lokasi KKN. Memang benar dia harus masuk kuliah pagi, tetapi alasan sesungguhnya karena dia sudah tidak bisa menahan rindu pada istrinya.

__ADS_1


Rendra sama sekali tidak memberitahu Dita kalau akan pulang karena memang mendadak dan dia ingin memberi kejutan pada istrinya. Dita terbangun saat merasakan elusan lembut di perutnya. Dia ketiduran saat menunggu video call dari Rendra, ternyata suaminya malah pulang ke rumah. Tentu saja dia bahagia karena bisa tidur bersama Rendra. Akhirnya malam itu pun mereka saling melepas rindu.


Kegiatan Rendra selama KKN mengajari anak-anak kecil atau orang tua yang ingin belajar membaca Al-Qur'an setiap hari setelah Magrib sampai Isya. Dia juga mengajarkan karate pada anak-anak atau remaja yang ingin belajar bela diri setiap Minggu pagi. Selain itu juga mengikuti kegiatan warga di sana seperti kerja bakti, pengajian, rapat RT, rapat RW dan berbagai kegiatan lainnya. Terkadang ada juga warga yang konsultasi dengannya karena akan membangun atau merenovasi rumah. Dan pastinya dia juga mengerjakan program kerja kelompok mereka.


Rendra menjadi incaran beberapa gadis dan orang tua yang ingin menjadikannya menantu mereka karena sikapnya yang baik, ramah, sopan dan rajin ke masjid. Setiap kali ada gadis yang coba mendekatinya dia akan menjelaskan kalau dia sudah punya istri dan sebentar lagi akan menjadi ayah. Kalau mereka tidak percaya dia akan menunjukkan foto pernikahan dan juga hasil usg Dita. Begitu pula bila ada orang tua yang ingin melamarnya jadi menantu, dia akan menjelaskan hal yang sama.


Tanpa terasa 1,5 bulan berlalu, tibalah saat Rendra ditarik dari lokasi KKN. Yang artinya dia bisa berkumpul lagi dengan istri dan calon anaknya. Bisa menemani Dita ke dokter kandungan lagi. Dia sempat tidak ikut saat jadwal periksa kehamilan Dita karena terbentur dengan jadwal kegiatan KKN, jadi Dita pergi ditemani mamanya. Meski sedih, tetapi dia harus tetap melaksanakan kegiatan dan tanggungjawabnya sebagai ketua kelompok.


Selesai KKN bukan berarti sudah bebas, dia masih harus membuat laporan KKN bersama teman satu kelompoknya. Mungkin juga dia harus datang kembali ke lokasi KKN untuk melengkapi laporan sekaligus bersilaturahim dengan warga dan perangkatnya.


Setelah acara penarikan KKN selesai, Rendra pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri. Dia tahu istrinya sudah ada di rumah dan menunggu kepulangannya. Dita juga berjanji akan memasakkan makanan kesukaannya. Membayangkannya saja sudah membuatnya bahagia.


"Assalamu'alaikum," salamnya saat masuk rumah tetapi tidak ada yang menjawab. Dia mendapati istrinya sedang sibuk memasak di dapur karena itu tidak mendengar salamnya.


"Assalamu'alaikum, Bidadari Surgaku. Serius banget masaknya sampai aku ucap salam enggak dengar."


Dita berjingkat saat Rendra memeluknya, tapi kemudian tersenyum karena belahan hatinya sudah datang.


"Wa'alaikumsalam, Mas Rendra Sayang."

__ADS_1


Dita mencuci tangannya, lalu membalikkan badan. Dia balas memeluk Rendra dengan erat. "Aku kangen, Mas."


Rendra mengecup puncak kepala Dita. "Aku juga kangen sama kamu dan baby, Sayang."


Rendra mengurai pelukannya lalu menunduk. Dia mengecup dan mengelus perut Dita yang membuncit. "Baby, ayah pulang. Ayah kangen banget sama kamu."


"Mas, dia bergerak. Dia senang ayahnya pulang." Dita menggeser tangan Rendra agar merasakan pergerakan di perutnya


"Masya Allah, anak ayah senang ya. Mulai hari ini ayah akan di rumah terus menemani kamu dan juga ibu." Rendra kembali bicara dengan calon anaknya.


"Udah dulu kangen-kangenannya. Mas, bersih-bersih dulu lalu ganti baju, habis itu kita makan."


"Siap, Sayang. But, give me a kiss first."


Dita berjinjit lalu mengecup singkat bibir suaminya, tetapi Rendra tak mau melepasnya. Akhirnya mereka berciuman dengan intens di dapur. Untung saja rumah sedang sepi jadi tidak ada yang akan menganggu mereka.


Mereka baru menghentikan ciuman setelah sama-sama kehabisan napas. Rendra lalu mengecup kening Dita.


"Kita lanjutkan ini nanti," ucapnya sambil mengedipkan sebelah mata. Rendra beranjak meninggalkan Dita, mengambil barang bawaannya lalu masuk ke kamar.

__ADS_1


Dita tidak membalas ucapan Rendra, hanya menampakkan senyum malu. Dia lalu melanjutkan lagi kegiatannya memasak makanan kesukaan Rendra.


Jogja, 020421 13.15


__ADS_2