Romansa Cinta Senior Junior

Romansa Cinta Senior Junior
56


__ADS_3

Dita mulai tersadar dari tidurnya saat mendengar sayup-sayup suara orang yang sedang membaca Al-Qur’an dengan merdu. Dia mulai membuka matanya pelan dan mencari sumber suara yang tadi didengarnya. Dia lalu membalikkan badan, terlihat sosok Rendra yang sedang membaca Al-Qu’ran di meja kerjanya. Sambil tetap berbaring dan memandang suaminya, dia mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang disenandungkan oleh Rendra. Terasa merdu dan menenangkan.


“Masya Allah, indah dan merdu sekali suara Mas.” Puji Dita setelah Rendra selesai membaca Al-Qur’an.


“Eh ... sudah bangun? Kebangun karena suaraku ya, maaf ya.” Rendra mendekati Dita setelah menyimpan Al-Qur’an-nya.


“Enggak kok, memang sudah waktunya bangun. Jam berapa sekarang Mas?” Dita bangkit dari tidurnya lalu duduk sambil menggelung rambutnya.


“Jam 5.” Rendra duduk di samping Dita.


“Ya ampun Mas, kok enggak bangunin aku dari Subuh tadi sih. Kan aku malu sama Mama kalau bangunnya telat.” Protes Dita.


Rendra tersenyum. “Kan kamu juga lagi enggak salat, enggak apa-apa sekali-sekali bangun siang.”


“Ish ... tapi kan ini di rumah mama, kalau di Mas Adi enggak apa-apa.”


“Memang apa bedanya?”


“Ya beda lah. Udah aku mau mandi dulu,” Dita hendak bangkit dari duduknya tetapi tangannya ditarik Rendra.


“Ada yang ketinggalan, cup ....” Rendra mengecup kening Dita.


“Selamat pagi, Istriku.” Rendra mengusap pipi Dita sambil tersenyum.


“Pa ... pagi,” balas Dita lalu segera bangkit dari duduknya hendak ke kamar mandi.


“Itu ... ada bercak merah.” Celetuk Rendra sambil menunjuk celana tidur Dita.


Dita lalu melihat ke bekas tempat tidurnya, ada titik merah di sana. Seketika mukanya memerah, sungguh memalukan hari pertama tidur dengan suami malah terjadi hal yang membuatnya malu.


“Duh ... memalukan saja.” Dita menyentuh keningnya. “Maaf Mas, sudah membuat kotor. Ini diganti seprainya dulu ya. Nanti aku cuci sepreinya.”


“Ini hal yang manusiawi, enggak memalukan dan enggak salah. Jangan minta maaf. Sudah mandi dulu sana, biar ini nanti aku yang membereskan.”


“Iya, aku mandi dulu tapi ini nanti biar aku yang ganti dan cuci.” Dita bergegas mengambil baju ganti dan perlengkapannya lalu masuk ke kamar mandi.


Setelah Dita masuk ke kamar mandi, Rendra mengganti baju koko dan sarungnya dengan baju yang dia pakai tidur semalam. Lalu dia melepas seprai dan menggantinya dengan yang baru. Hal semacam itu sudah biasa dia lakukan sejak dulu, mamanya memang mendidik dia untuk mandiri dan tidak malu mengerjakan pekerjaan rumah. Selesai


mengganti seprai dia keluar kamar lalu merendam seprei setelah sebelumnya mengucek noda darah yang tadi tertempel di sana.


“Dita di mana Ren?” tanya mamanya saat melihat Rendra mau masuk lagi ke kamar.


“Baru mandi, ada apa Ma?” Rendra menghampiri mamanya yang sedang di dapur.


“Enggak apa-apa.”

__ADS_1


“Dita baru enggak salat, jadi enggak aku bangunin Subuh tadi.”


“Ya sudah, nanti bilang sama Dita kalau kita berangkatnya jam 7 pagi biar enggak kesorean pulangnya.”


“Memangnya mau belanja di mana kok berangkatnya pagi banget?”


“Di Solo.”


“Hah ... di Solo? Seharian dong perginya.”


“Iya mungkin, makanya mending pagi berangkatnya. Kamu ikut kan Ren?”


“Enggak bisa Ma, aku sudah terlanjur janji mau melatih pagi ini. Mendadak sih perginya. Kalau Dita enggak ikut enggak apa-apa kan Ma?”


“Justru Dita harus ikut, kan mau cari kain buat bajunya juga. Kalau kamu enggak bisa ya enggak apa-apa biar nanti Mas Adi yang bawa mobil.”


“Seharian aku enggak ketemu Dita dong Ma,” Rendra mulai merajuk.


“Astaga anak mama sudah jadi bucin ya sekarang, ini kan juga buat acara pernikahan kalian. Nanti mama balikin utuh Dita-nya. Seharian kemarin kan kalian sudah bersama, semalam juga tidur bareng. Masih kurang?”


“Enggak pernah cukup Ma kalau sama Dita tuh. Mama kaya enggak pernah muda saja.” Rendra mengerucutkan bibirnya.


“Iya ... iya ... yang masih pengantin baru ... yang lagi kasmaran.” Ledek Ibu Dewi.


“Mama nih malah meledek, aku mau ke kamar aja.” Rendra beranjak meninggalkan mamanya.


Dita masih belum keluar dari kamar mandi saat Rendra masuk kembali ke kamarnya. Dia lalu duduk di sisi tempat tidur sambil mengecek gawainya.


Tak lama Dita keluar dari kamar mandi dengan handuk membungkus rambutnya.


“Lho Mas, kok sepreinya sudah diganti.” Protes Dita begitu dia melihat seprei baru sudah terpasang rapi.


“Sudah aku rendam juga tadi,” sahut Rendra santai sambil meletakkan gawainya di atas nakas.


“Kan aku sudah bilang biar aku ganti dan cuci, gimana sih Mas. Itu kan tugas ....”


“Sssttt ...,” Rendra memotong ucapan Dita lalu menarik tangan istrinya itu hingga Dita terduduk di pangkuannya. Dita memberontak ingin bangun tetapi Rendra menahannya, tentu saja tenaga suaminya itu lebih kuat membuatnya akhirnya pasrah duduk di pangkuan Rendra.


“Mas ih, jangan kaya gini. Aku kan berat.” Dita masih mencoba lepas dari kungkungan Rendra.


“Sssttt ... diam. Biarkan seperti ini sebentar.” Rendra meletakkan kepalanya di bahu Dita. Indra penciumannya menikmati harum tubuh Dita yang baru saja mandi. Mereka diam dalam posisi itu selama beberapa saat tanpa mengatakan apa pun.


“Aku nanti enggak ikut kalian pergi, aku bakal kangen banget sama kamu.” Akhirnya Rendra bersuara, masih dengan posisi seperti tadi.


“Memangnya Mas mau ke mana?”

__ADS_1


“Ke Gelanggang, aku sudah janji melatih pagi ini. Rencananya kan aku mau ngajak kamu latihan juga.”


“Ya sudah, lain waktu aku ikut. Kalau sekarang aku harus jadi anak yang berbakti dulu sama orang tua. Kan kita nanti juga ketemu lagi, Mas.”


“Nanti kita paling ketemunya sore, habis itu pasti kamu tidur di Mas Adi lagi kan.” Rendra mengangkat kepalanya dengan wajah cemberut.


Dita tersenyum, “ya nanti aku tidur sini lagi deh.”


Rendra tersenyum lebar sambil menatap mata Dita. “Benar kamu mau tidur di sini lagi?”


Dita menganggukkan kepala sambil tetap tersenyum.


“Terima kasih, Cintaku.” Rendra memeluk Dita lalu menciumi seluruh wajah Dita.


“Udah Mas. Ini sudah hampir jam 6 loh, Mas harus siap-siap kan. Belum sarapan juga.”


“Cium dulu biar aku tambah semangat pagi ini.” Rendra memejamkan matanya.


Dengan malu-malu Dita mencium pipi kiri dan kanan Rendra. “Sudah,” ucapnya sambil tersipu.


“Masih kurang,” Rendra membuka matanya sambil tersenyum menggoda.


Rendra memegang tengkuk Dita, dia lalu mengecup pelan dan lembut bibir Dita. Menyesap dan menikmati rasa manis bibir kenyal dan basah itu. Tak lama Rendra menjauhkan dirinya, dia tersenyum lalu mengusap bibir Dita membuat Dita tersipu dan menundukkan wajah.


“Jangan suka menunduk, aku jadi tidak bisa menikmati kecantikanmu.” Rendra mengangkat wajah Dita yang memerah.


Rendra lalu mengecup kening Dita.


“Energiku sudah penuh sekarang.” Rendra tersenyum, dia melepaskan tangannya dari tubuh Dita.


Dita bangun dari pangkuan Rendra, dia lalu melepas handuk yang membungkus rambutnya. Setelah menyisir rambut dan merapikan diri, Dita keluar dari kamar dan langsung menuju dapur untuk membantu Ibu Dewi menyiapkan sarapan. Sementara Rendra berganti pakaian dan menyiapkan baju dan perlengkapan yang akan dia bawa nanti.


...💞💞💞💞💞...


Assalamu'alaikum


Apa kabar semuanya? Semoga teman-teman selalu diberikan kesehatan 🤗


Mohon maaf baru bisa up hari ini, karena seharian kemarin saya harus wira wiri ke rumah sakit. Qadarullah kemarin hasil tes PCR ibu saya positif covid 19, jadi saya harus mengantarkan beliau ke RS dan dinyatakan dokter harus menjalani isolasi di RS. Mohon doanya ya teman-teman semoga ibu saya kembali sehat dan bisa beraktivitas seperti sedia kala 🙏. Mohon doanya juga semoga saya juga tetap sehat dan masih tetap bisa menulis 🙏.


Mungkin untuk beberapa hari ke depan saya juga tidak bisa menjanjikan bisa up setiap hari. Saya menulis ini juga salah satu cara saya agar bisa sedikit mendistrak pikiran, bisa sedikit melepaskan beban pikiran apalagi kalau saya membaca komentar teman-teman yang bisa membuat saya senyum-senyum sendiri hingga menjadikan imun naik 🙂🙂🙂.


Tak lupa saya ucapkan terima kasih pada teman-teman yang selalu mendukung saya dapat bentuk apa pun.


Jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan, minum vitamin dan tetap jaga hati dan pikiran agar tetap bahagia. 🤗🤗🤗

__ADS_1


Wassalamu'alaikum


__ADS_2