Romansa Cinta Senior Junior

Romansa Cinta Senior Junior
47


__ADS_3

"Karena kita sudah mencapai kesepakatan mengenai hari pernikahan, ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan. Mengingat waktu pernikahan masih 4 bulan lagi, mereka berdua juga pasti nantinya akan sering bersama untuk menyiapkan pernikahan. Belum tentu ada mahram yang menemani mereka, sejujurnya saya takut hal itu akan menimbulkan dosa.”


“Dan dari tadi saya lihat Nak Rendra dan Dita beberapa kali saling memandang itu menjadi zina mata dan juga berdosa. Saya ingin menikahkan mereka saat ini secara Islam agar kami sebagai orang tua lebih tenang, mereka juga tidak berdosa bila sering bersama serta untuk menghindari fitnah di kemudian hari." Ucap Pak Wijaya yang membuat semua orang terkejut.


Seketika keadaan menjadi riuh. Ada yang setuju, ada juga yang menolak dengan berbagai alasan.


“Bun,” Dita hendak melayangkan protes pada bundanya.


“Dek, tolong kali ini ikuti kata ayah. Ini demi kebaikan kalian dan menjaga agar kalian tidak menambah dosa.” Pinta Ibu Hasna.


Dita menoleh pada Adi untuk meminta dukungan, Adi menganggukkan kepala agar Dita menuruti keinginan sang ayah. Dia akhirnya pasrah dan berusaha ikhlas menuruti keinginan keluarga, terutama ayahnya karena memang itu untuk kebaikan mereka. Sembari dia berdoa dalam hati semoga memang ini jalan yang terbaik untuk mereka.


Sementara itu Rendra meminta pendapat mamanya.


“Kalau kamu siap, mama mendukung. Itu juga untuk kebaikan kalian,” ujar Ibu Dewi.


Lalu Rendra beralih pada Shasha.


“Aku sama seperti Mama, kalau kamu siap Kakak juga mendukung.” Shasha menepuk bahu Rendra.


“Ren, pakde juga setuju dengan Pak Wijaya, daripada kalian tanpa sengaja berbuat dosa lebih baik dihalalkan sekalian. Tetapi nanti kalian tetap harus menikah secara resmi, yang penting sekarang sah secara agama. Kamu mau seharian memandangi Dita sudah tidak berdosa lagi.” Nasihat Pak Dewa.


Setelah mendapat dukungan dari keluarganya, Rendra menjadi mantap untuk menikahi Dita seperti permintaan Pak Wijaya. Saat ini dia sedang berpikir mahar (1) apa yang akan dia berikan karena mendadak dan dia memang tidak mengantisipasi hal ini akan terjadi. Dia ingat di dompetnya hanya ada uang tiga juta yang baru dia ambil dari ATM semalam.


“Bagaimana Nak Rendra sudah siap untuk saya nikahkan dengan Dita sekarang?” Tanya Pak Wijaya.


“Insya Allah siap Pak, tetapi saya hanya bisa memberi mahar sebesar tiga juta, apa Pak Wijaya dan Dita tidak keberatan?”


“Dita, apa kamu ikhlas menerima mahar yang akan diberikan Nak Rendra?”


“Insya Allah ikhlas, yang penting tidak memberatkan.” Ucap Dita. (2)


“Kalau begitu kita bisa segera melakukan ijab kabul. Adi, segera disiapkan tempatnya.” Titah Pak Wijaya.


Adi dibantu dengan beberapa kerabatnya bergegas menyiapkan tempat. Seolah memang sudah direncanakan sebelumnya, tak lama tempat untuk ijab kabul sudah siap.


Pak Wijaya duduk berhadapan dengan Rendra. Di samping Pak Wijaya duduk Pak Kadus sebagai saksi dari pihak Dita. Sementara Pak Dewa duduk di samping Rendra sebagai saksi dari pihaknya.


Dita tetap duduk di tempatnya, diapit oleh Bella dan bundanya. Dia merasa gugup hingga membuat telapak tangannya basah.


Setelah semuanya siap, Pak Wijaya menjabat tangan Rendra.


"Ananda Narendra Daneswara Bin Indra Jayanegara. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak perempuan saya yang bernama Anindita Kusuma dengan mas kawin uang senilai tiga juta rupiah, dibayar tunai.”


“Saya terima nikah dan kawinnya Anindita Kusuma Binti Wijaya Kusuma dengan mas kawin yang tersebut di atas tunai.”


"Sah," ucap kedua saksi dengan lantang.


"Alhamdulillah." Raut kelegaan terlihat di wajah semua yang ada di sana.

__ADS_1


Dita langsung memeluk bundanya begitu saksi mengucapkan kata sah. Tak terasa air mata keduanya menetes karena haru dan bahagia. Begitu pula Bella, Ibu Dewi, Shasha dan Nisa juga ikut meneteskan air mata haru.


Lalu Pak Wijaya melafalkan doa yang di-aamiin-kan oleh semua orang.


بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ


Artinya : Semoga Allah memberkahimu di waktu senang dan memberkahimu di waktu susah, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majjah).


Pembawa acara lalu meminta Rendra dan Dita untuk berdiri berhadapan. Dengan diantar Bella, Dita menghampiri Rendra di tempat ijab kabul.


Setelah Dita berdiri di depannya, Rendra memberikan mahar yang tadi dia sebutkan saat ijab kabul. Lalu Dita mencium punggung tangan Rendra sebagai tanda bakti pertamanya sebagai istri. Kemudian Rendra memegang ubun-ubun Dita lalu memanjatkan doa


اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُك خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِك مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتهَا عَلَيْهِ


Artinya :Ya Allah, aku meminta kepada-Mu kebaikan istriku dan kebaikan apa yang dia munculkan pada pernikahan. Dan aku berlindung padamu dari keburukan istriku dan keburukan apa yang dia munculkan pada pernikahan.” (Riwayat Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah)


Rendra lalu mencium ubun-ubun dan kening Dita setelah membaca doa.


"Kamu cantik sekali hari ini, i love you." Bisik Rendra di telinga Dita setelah mencium keningnya. Hal itu sukses membuat wajah Dita merona dan menundukkan wajahnya karena malu.


Seluruh prosesi ijab kabul sampai Rendra mencium kening Dita tak luput dari jepretan kamera fotografer dan juga Baim. Beberapa kerabat juga ada yang mengabadikan dengan kamera gawainya masing-masing.


Setelah semua prosesi selesai, Ibu Dewi dan kedua putrinya menghampiri Rendra dan Dita. Ibu Dewi langsung memeluk Rendra dan memberikan rentetan doa juga nasihat. Setelah itu Ibu Dewi memeluk Dita yang lalu diikuti oleh Shasha dan Nisa.


"Semoga kalian bisa membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah (3). Mama selalu mendoakan kebaikan untuk kalian." Ucap Ibu Dewi sambi memeluk Dita.


"Aamiin ... terima kasih Tante," balas Dita.


Dita menganggukkan kepala, "iya Ma."


Setelah itu Rendra mengajak Dita untuk menghampiri ayah dan bundanya. Mereka mencium kedua tangan orang tuanya dengan takzim, memeluk dan mendengarkan nasihat dan doa yang mereka panjatkan.


Dita langsung mencari dan memeluk Adi usai bertemu ayah bundanya. Dia menangis di pelukan kakaknya itu. "Terima kasih Mas sudah selalu menjaga dan menyayangiku. Doakan aku terus ya Mas."


"Ssshhh ... jangan menangis nanti make up-mu luntur," seloroh Adi yang otomatis membuatnya mendapat pukulan dari Dita. Bukannya Adi tidak mau berkata dan bersikap serius, tapi itu semata-mata dia lakukan agar dia tidak menangis karena harus melepas adik kesayangannya itu menjadi tanggung jawab suaminya sekarang. Meskipun mungkin nanti Dita akan tetap tinggal bersamanya sampai saatnya tiba Dita tinggal dengan Rendra.


Rendra mengikuti Dita memeluk Adi setelah istrinya itu melepaskan pelukannnya. Adi pun memberikan selamat, nasihat juga doa untuk mereka berdua.


Tak lama azan Zuhur berkumandang, acara dihentikan sejenak untuk menjalankan salat Zuhur berjemaah di masjid.


Usai salat Zuhur berjemaah, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dan saling beramah tamah. Sebagian ada juga yang memberi selamat pada Rendra dan Dita juga berfoto bersama mereka.


Bella dan Baim menghampiri Rendra dan Dita.


"Selamat ya Ta, akhirnya jadi Nyonya Rendra sekarang. Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah." Doa Bella sambil memeluk erat Dita.


"Aamiin ... makasih ya Bel untuk semuanya." Dita mencium kedua pipi Bella lalu melepaskan pelukannya.


"Kak Rendra, selamat ya. Jaga Dita dengan baik, lecet sedikit saja aku akan buat perhitungan sama Kakak. Jangan lupa buatkan ponakan yang lucu-lucu." Kata Bella saat bersalaman dengan Rendra.

__ADS_1


"Siap, program membuat ponakan segera diproses hahaha," canda Rendra sambil mengerling pada Dita, yang membuat istrinya itu memelototinya.


Baim pun mengucapkan selamat dan memberikan doa-doanya. Lalu mereka berempat foto bersama, tak lupa Bella meminta foto selfie berempat yang akan dia unggah di akun sosial medianya. Kedua sahabat Dita itu menikmati makan siang yang sudah disediakan setelah selesai berfoto.


Saat Rendra dan Dita duduk beristirahat usai menerima selamat dan foto bersama, Bara menghampiri mereka.


"Congrats, Bro. Now i can see with my eyes that you love each other. Please take care of her. I wish all the best for you two." (Selamat, Kawan. Sekarang aku bisa melihat sendiri kalau kalian saling mencintai. Jagalah dia. Aku mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua.)


"Thank you for everything, Bro (Terima kasih untuk segalanya, Kawan)." Rendra menepuk punggung Bara saat mereka berpelukan.


"Selamat ya Dita, aku bahagia melihat kalian bahagia. Yang sabar ya kalau Rendra mulai bertingkah absurd." Kata Bara saat bersalaman dengan Dita.


"Terima kasih, Kak." Dita tersenyum tulus pada Bara.


Lalu mereka foto bertiga, setelah itu Bara bergabung dengan Bella dan Baim.


"Mau makan?" Tanya Rendra usai Bara meninggalkan mereka.


"Nanti saja, kalau kam ... eh Mas Rendra sudah lapar, makan dulu saja." Jawab Dita.


"Tapi aku maunya makan bareng kamu." Ucap Rendra sambil menatap mata Dita penuh cinta.


"Ya sudah, ayo kita ambil makan," ajak Dita karena dia tidak tahan ditatap Rendra sebab membuat detak jantungnya berdetak jauh di atas normal.


Dita bangkit dari duduknya, lalu menuju ke meja prasmanan. Rendra kemudian mengikutinya dari belakang.


...※※※※※...


Catatan:


(1)   “Berikanlah mas kawin (mahar)


kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS. An Nisa’: 4)


(2)   "Wanita yang paling besar berkahnya ialah


wanita yang paling mudah (murah) maharnya." (HR. Ahmad, Al-Hakim dan


Al-Baihaqi)


(3) Sakinah Mawaddah Wa Rahmah


Sakinah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah ketenangan, ketentraman, aman atau damai.


Keluarga sakinah berarti keluarga yang di dalamnya mengandung ketenangan, ketentraman, keamanan, dan kedamaian antar anggota keluarganya. 


Mawaddah berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah perasaan kasih sayang, cinta yang membara, dan menggebu.


Adanya perasaan mawaddah pastinya mampu membuat rumah tangga penuh cinta dan sayang. Perasaan cinta mampu memberikan perasaan saling memiliki dan saling menjaga.

__ADS_1


Rahmah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah ampunan, rahmat, rezeki, dan karunia. Rahmah terbesar tentu berasal dari Allah SWT yang diberikan pada keluarga yang terjaga rasa cinta, kasih sayang, dan juga kepercayaan.


__ADS_2