
Awalnya Ghanem hanya berfikir untuk mencium nya sebentar saja tapi rupanya akal warasnya tidak ingin menghentikan ciumannya, Ghanem malah semakin menenggelamkan dirinya.
Rasa manis dan mint dari bibir tersebut benar-benar menggodanya, membuat Jantung Ghanem seolah-olah bersiap melompat keluar saat ini juga.
Ini jelas bukan ciuman pertama mereka, tapi tidak tahu kenapa rasanya begitu manis dan menggoda membuat dirinya berdebar-debar untuk waktu yang begitu lama seolah-olah ini adalah ciuman pertama mereka.
Celakanya laki-laki itu tidak hanya mengingin kan sekedar ciuman semata, dia menginginkan sesuatu yang lebih karena dibawah sana mulai terasa penuh dan sesak.
Laki-laki itu bahkan membuat ciuman mereka terasa begitu panas bergairah, dan dengan reflek Ghanem mengangkat tubuh Violet untuk berpindah dari kamar mandi menuju ke arah kasur mereka.
Violet bahkan tidak menyadari ketika tubuhnya telah berpindah tempat, laki-laki itu benar-benar mampu menenggelamkan dirinya kedalam kobaran panas api hasrat yang membakar dirinya.
Dia tidak paham di masa lalu pernah atau tidak mereka melakukan nya, tapi perlakuan Ghanem membuat dirinya benar-benar terbuai dan terlena hingga begitu dalam.
Ciuman itu semakin memanaskan suasana malam tersebut, bahkan Violet semakin dalam terbawa hasrat dan pasrah berada di bawah Kungkungan Ghanem.
Ketika laki-laki itu menenggelamkan dirinya kedalam ciuman nya, dia sejak awal hanya bisa pasrah namun sebuah bisikan menggoda membuat dia ikut terlena dan mengikuti permainan yang Ghanem ciptakan.
"Buka mulut mu, sayang".
Ah God.
Bisikan itu terdengar memenuhi gendang telinga nya, Violet menurut hingga membuat Ghanem semakin dalam bergerak didalam sana, mengajarkan dirinya bagaimana caranya saling membelit lidah.
Laki-laki itu benar-benar mengabsen seluruh rongga mulutnya, mereka benar-benar berbagi Saliva.
Tidak ada rasa jijik, yang ada ciuman itu malah
menuntun mereka semakin jauh, tenggelam dalam kenikmatan yang berbeda.
Dan saat jemari Ghanem mulai menyusuri kulit mulus dibalik gaun tidur nya, membiarkan gaun tersebut terangkat keatas dan tangan kokoh itu malah menyeruak masuk dari bawah sana menuju kearah dadanya.
"Ghanem"
Lirih Violet begitu pelan, suara nya terdengar seperti sebuah desa..Han halus yang menggoda tatkala bibir laki-laki itu telah berpindah ke ceruk leher nya hingga membuat Violet bisa dengan rakus mengambil nafas nya.
Saat tangan Kokoh itu masuk ke dalam dadanya dan mulai meremas nya dengan lembut Seketika wajah Violet memerah, tangan kanan nya mencoba menahan gerakan itu.
Bagi nya itu benar-benar membuat dirinya mulai menggila, sebuah desiran aneh menyeruak masuk begitu saja menjalar keseluruh tubuh nya hingga menghantam hingga ke atas kepalanya.
Dan sensasi aneh itu persis Seperti magnet yang tidak bisa lepas dari besi-besi yang melekat disekitar nya.
Ghanem menghentikan gerakan nya, laki-laki itu saat ini tepat berada di atas tubuhnya, menatap dalam wajah Violet untuk beberapa waktu.
"Apakah peraturan kemarin bisa dihilangkan? kita bisa memulai nya dari malam ini?"
Ghanem bertanya mencoba mencari persetujuan dari sang istri.
Dia fikir dia butuh izin untuk meneruskan nya, tidak bisa bersikap terlalu egois mementingkan diri sendiri dan hasratnya yang sudah naik sejak tadi.
Gadis itu membuka bola matanya secara perlahan, dia menatap wajah ghanem untuk beberapa waktu.
Bisa dia lihat pandangan Ghanem telah di penuhi kabut gai..rah, laki-laki itu seolah-olah berada di ambang hasrat nya dan laki-laki itu butuh sebuah pelepasan sempurna.
Dan Violet memberikan tatapan yang sama, dibalik rasa ragu dan takut jelas terselip sebuah gairah yang mulai membuncah, dia tidak menolak nya karena dia fikir dia menyukai nya.
Violet mengangguk kan kepalanya sejenak dengan wajah malu-malu, memberikan tanda pada Ghanem jika laki-laki itu bisa melanjutkan nya, bukan kah dia seorang istri? yang memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan suami nya?.
Begitu anggukan tanda setuju keluar Ghanem tampak tersenyum.
Violet fikir kenapa tiap kali laki-laki itu tersenyum pada nya, rasanya ada jutaan kebahagiaan yang tidak bisa ucapkan dengan kata-kata, rasa nya begitu luar biasa.
Tanpa berfikir dua tiga kali Ghanem kembali menyambar bibir Violet, dan dibandingkan dengan ciuman yang tadi, ciuman kali ini jelas kalah lebih menuntun, dalam dan begitu panas, menggebu dipenuhi gairah yang berbeda.
Ciuman yang Ghanem ciptakan benar-benar terasa seperti sesuatu di luar akal warasnya, diiringi degub jantung yang tidak ingin berhenti serta darah yang terus berdesir sejak tadi.
Ciuman itu akhirnya terlepas dan beralih pindah menuju ke ceruk lehernya, seperti awalan yang tadi, tangan Kokoh laki-laki itu mulai menyeruak masuk kedalam pakaian nya, menyapu halus kulit Violet secara perlahan.
"Ahhhh"
Satu desa..Han lolos dari bibir indah itu.
Violet berusaha menahan nya sejak tadi, tapi tidak tahu kenapa dia tidak bisa mengendalikan suara nya.
Dia mencoba menahan gerakan tangan Ghanem, karena rasanya sensasi gila menjalar di seluruh tubuhnya saat tangan itu mengeranyangi dada nya.
Tapi tangan kiri laki-laki itu mencoba mengunci tangan nya sedangkan tangan kanan nya terus bergerak masuk kedalam sana.
Sentuhan Ghanem bagaikan sebuah candu baru untuk dirinya.
"Ahhh"
Gadis itu melenguh.
"Aku suka mendengar suara nya"
Ghanem berbisik lembut kemudian dengan lincah bibir laki-laki itu menggigit pelan ujung telinga Violet.
Kabut gairah terlihat memenuhi diri Ghanem, semakin dia mencoba menenggelamkan diri, menerkam gadis itu dari bibir, leher hingga ke dada nya suara hati nya seolah-olah terus berbisik.
Lakukan lah.
Dan seketika dia merasakan ereksi nya, dibawah sana teras semakin berat, penuh dan sesak.
Tapi dia tidak akan langsung melakukan nya, dia ingin membuat gadis itu basah terlebih dahulu dan siap menerima nya dengan baik.
Kali ini tangan nya bergerak cepat menaikkan gaun tidur tipis tersebut, sedang kan bibirnya terus menyusuri jejak leher Violet untuk beberapa waktu.
Memastikan gaun itu terlepas tangan nya dengan cekatan melepas kan penutup didadanya hingga suara.
Tess
Memenuhi telinga nya.
Seketika laki-laki itu membuang penutup dada berwarna hitam itu ke arah sembarang tempat.
__ADS_1
Laki-laki itu masih bergerak Menyesap nya leher Violet, meninggalkan noda berwarna disana, bahkan terus menjilatinya nya serta memberikan beberapa tanda bahwa seluruh tubuh itu dia lah satu-satunya pemilikan nya.
Violet terlihat tersengal-sengal, dia Fikir perlakuan Ghanem benar-benar membawa diri nya melayang-layang menuju ke langit Nirwana paling indah.
Bahkan saat bibir itu beralih ke dada nya Seketika tangan Violet menggenggam erat lengan Ghanem.
"Ghanem..."
Gadis itu kembali mengeluarkan desa..Han nya, kali ini suara itu diiringi dengan rengekan manja yang mampu meningkatkan hormon testosteron Ghanem.
Dan laki-laki itu semakin bersemangat menyesap bahkan memainkan dada gadis itu secara bergantian, memberikan juga jejak kepemilikan, menyapu ariola juga niple nya.
Tindakan itu memicu suara Violet yang makin menggila, membuat gadis itu merasakan sesuatu di bawah perut nya bergejolak begitu saja.
Mencipta aneka macam sensasi panas dingin yang Mampu membuat dibawah sana mulai basah.
Bahkan saat tangan Ghanem mulai mengelus kedua belah paha nya, Seketika Violet menggigit bibir bawahnya.
Wajah itu terlihat begitu Seksi dan meng hai..rah kan.
Hingga akhirnya sapuan lidah itu secara perlahan mulai menurun menuju ke arah perut dan pusatnya.
"Oh no .."
Violet benar-benar tersengal-sengal, seolah-olah dia baru saja lari maraton mengelilingi satu gedung bertingkat tanpa henti.
Nafasnya memburu dengan tidak teratur, deru keringat membasahi tubuh nya, Dingin nya AC seolah-olah tidak berhasil mendinginkan suasana.
"Tidak ingin kah kamu mendesah kan nama ku sayang?"
Ghanem tahu-tahu kembali mensejajarkan diri nya, wajah tampan mendominasi itu telah berada tepat di hadapan dirinya.
Gadis itu terlihat dipenuhi kabut gai..rah terlarang, ini benar-benar membuat dia menggila, bahkan seketika dia memekik pelan saat sesuatu menyentuh penutup bawah nya, menggesek dengan lembut benda kecil dibawah sana.
"Akhhhh"
Melihat ekspresi wajah Violet membuat laki-laki itu merasa tidak sabar untuk menyatukan diri mereka, tapi laki-laki itu fikir dia masih ingin membuat gadis dibawah nya itu basah lebih dahulu.
"Apakah ini menyiksa?"
Bisiskan sensual itu benar-benar membuat Violet semakin menggila.
"Ghanem..."
Dia merengek sambil mencoba menahan tangan laki-laki tersebut yang mulai masuk kedalam penutup tipis yang tersisa dibawah sana.
Seolah-olah tidak leluasa dengan kain penutup nya, Ghanem secepat kilat membuang kain tipis penutup terakhir itu.
Seketika wajah Violet memerah, dia benar-benar tidak menggunakan apapun saat ini, persis seperti bayi mungil yang baru dilahirkan.
Tapi hal itu sama sekali tidak berhasil, satu jari laki-laki itu secara perlahan menyeruak masuk ke dalam sana.
"Ini menyiksa..."
Suaranya terdengar begitu bergetar, siksaan itu jelas terasa begitu aneh untuk dirinya.
Ghanem masih sempat menggoda nya, menatap bola mata yang dipenuhi kabut gairah seolah-olah memohon agar Ghanem menghentikan tindakan nya.
Bibir nya ingin sekali agar laki-laki itu berhenti, tapi tubuhnya jelas bicara berlawanan.
"Sayang?"
Bisik Ghanem lantas mencoba memainkan jarinya.
"Akkhhh no..."
Violet menggelengkan kepalanya.
"Sayang ini menyiksa, ini juga perih"
Ini pertama kalinya dia menyebutkan kata sayang, sensasi dibawah sana benar-benar menyiksa nya selain nikmat ada rasa perih yang menghantam nya secara bersamaan.
Mendengar gadis itu memanggil ku sayang, Seketika ujung bibir Ghanem terangkat.
Sesuai dugaan nya, saat Britania yang memanggil nya dia biasa-biasa saja, tapi saat Violet yang memanggil nya dengan kalimat yang sama, ada desiran hebat yang menghantam relung hatinya.
Terdengar begitu manis, energik dan membuat ereksi nya langsung meningkat drastis.
laki-laki itu langsung menyambar bibir Violet sejenak, mengecupnya begitu dalam kemudian dia membuka baju kaos nya dengan cepat.
Lantas Ghanem mulai membuang celananya kesembarang tempat.
Dia fikir dia tidak bisa menunda nya terlalu lama, laki-laki itu langsung turun kebawah, menaikkan secara perlahan kedua kaki violet agar membentuk huruf U di atas kasur tersebut.
Jika tadi Jemari nya yang bermain, kini lidah nya yang menggantikan posisi tersebut.
Gila...!.
Violet terpekik didalam hati.
Begitu lidah itu menyeruak masuk kedalam dan bermain dibawah sana, dia benar-benar merasakan jutaan kupu-kupu berterbangan di area perut nya, sesuatu yang berat menghantam kepalanya.
"Sayang..."
Seolah-olah tidak peduli Rengekan sang istri, laki-laki itu terus bermain di bawah sana, membiarkan gadis itu mendapat kan rasa puas yang belum didapatkan nya.
Dan Violet benar-benar merasa sesuatu yang aneh akan tumpah di bawah sana, dia mencoba menggenggam erat sprei kasur tersebut saat dia fikir sesuatu yang besar seolah-olah bersiap menerjang keluar.
Gadis itu benar-benar sampai pada puncak nya.
Bisa Ghanem rasakan sesuatu tumpah memenuhi lidah dan mulut nya.
Laki-laki itu langsung menyambar tisu di atas nakas, menghapus cairan yang mengenai bibir nya.
Violet mencoba menghela lega nafasnya,dia fikir ini telah berakhir, tapi rupanya belum,
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Ghanem sudah naik ke atas tubuh nya, laki-laki itu lagi-lagi menyatukan bibir mereka.
__ADS_1
Rasanya sedikit aneh bagi nya, tapi Ghanem terlalu pintar membawa dirinya, dan dibawah sana seolah-olah sesuatu yang besar dan keras menempel secara perlahan diluar milik nya.
Kemudian tiba-tiba laki-laki itu menghentikan gerakan nya, menatap netra violet untuk beberapa waktu.
"Siap pada permainan inti nya?"
"Ya?"
Gadis itu tampak bertanya bingung.
Dia fikir tadi bukan inti nya kah?!
"Ini akan terasa menyiksa, sebentar tidak lama, kemudian kamu akan terbiasa"
Mendengar ucapan Ghanem Dengan ragu-ragu dia mengangguk kan kepalanya.
Dan laki-laki itu kembali menyambar bibirnya, sedangkan dibawah sana mulai menyeruak masuk Secara Perlahan namun pasti.
Sesuai ucapan Ghanem, disaat laki-laki itu mencoba menyeruak masuk, sesuatu yang menyakitkan terasa di seluruh permukaan kulit nya.
Oh no ..!.
Violet memekik dalam hati, Jemari-jemari indah nya mencoba menahan dada Ghanem.
Semakin Ghanem memaksanya masuk, semakin sakit dan perih rasanya, dia benar-benar merasa begitu tersiksa.
Laki-laki itu melepaskan ciumannya, menatap kembali bola mata indah gadis tersebut.
Jika tadi bola mata indah itu dipenuhi kabut gai.rah, kini berubah menjadi kabut air mata.
"Ini sakit..."
Dia fikir ingin berhenti saja, tapi mereka sudah bergerak setengah jalan.
"Sebentar"
Ghanem bicara sambil mencoba menghapus air mata yang turun itu secara perlahan, Ghanem tampak membenahi posisi tangan nya, dia berbisik pelan dibalik telinga Violet, meminta gadis menarik pelan nafasnya kemudian membuang nya.
Saat nafas baru saja di buang oleh violet, Dan tanpa diduga dalam sekali hentakan laki-laki itu benar-benar berhasil menerobos masuk kedalam sana.
"Akhhhhh "
Pekikan Violet memenuhi ruangan kamar tersebut, gadis itu secepat kilat menaikkan kepalanya, dia benar-benar menggigit bahu Ghanem tanpa basa-basi.
Seolah-olah ada banyak sekali jaringan urat syaraf nya yang terputus tiba-tiba, dan sesuatu seolah-olah baru saja terkoyak dibawah sana.
Sakit, perih dan entah apalagi dia tidak tahu.
Ghanem menaikkan ujung bibirnya, dia fikir ini benar-benar malam pertama mereka.
Laki-laki itu diam sejenak, mencoba membuat Violet terbiasa dengan miliknya.
Gadis itu sejenak terisak.
Ghanem menatap wajah sendu dan syahdu itu, rasa iba menghantam dirinya.
"Maafkan aku"
Bisik laki-laki itu pelan, mencium lembut pelupuk mata Violet secara bergantian.
Violet hanya bisa pasrah.
Setelah memastikan Violet terbiasa, laki-laki itu perlahan mulai menggerakkan tubuhnya, saling membawa diri menuju ke arah yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Deru nafas mereka saling berlomba mengikis jarak di antara mereka, sesekali mereka terus berbagi saliva, terkadang enggan melepaskan ciuman mereka.
Kelembutan Ghanem mampu meruntuhkan jutaan rasa sakit dibawah sana, berganti rasa baru yang Sulit violet jabarkan dengan kata-kata.
Laki-laki itu bahkan memperlakukan dirinya dengan begitu manis, membuat dia berkali-kali mengeluarkan suara-suara manja, dipenuhi rengekan dan rasa de..Sahan dibalik bibir indah tersebut.
Mereka bergerak berpacu melewati waktu, menghabiskan malam panjang dalam jutaan gelombang hasrat yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Malam pertama yang mereka yakini begitu unik dan menarik, saling melupakan namun saling mengharapkan, tidak saling mengingat namun dipenuhi kabut cinta bercampur gai.. Rah yang luar biasa.
Hingga berakhir pada pelepasan indah dimana dua tangan anak manusia saling bertautan dan menggenggam erat antara satu dengan yang lainnya.
Mengeluarkan suara indah saling meleguh merangkul nik..mat.
"Akhhhh"
"Bersama"
Bisikan penuh gairah cinta tersebut memacu kecepatan dibawah sana hingga berakhir pada pelepasan hingga ke menabrak pada dinding pembatas akhir dimana biasa nya akan ada makhluk lain yang akan berkembang didalam nya.
"Terimakasih banyak sayang, i love you"
Sebaris kata itu terdengar begitu sedikit tapi mampu membuat perempuan manapun Merasa begitu dihargai setelah mereka menyerah kan sesuatu yang begitu berharga didalam hidup mereka.
Bahkan mereka selalu berharap kata-kata itu selalu hadir di masa-masa lain ketika Sepasang manusia mendapatkan pelepasan akhir mereka.
******
Catatan :
Maafkan author kasih bonus siang yang full hareudang, gilaaa ini adalah part paling panjang yang pernah author tulis dari seluruh novel yang pernah adaπ€π€π€π€πππππππππ.
Yang bekerja selamat beraktifitas dan jangan lupa menagih ke hareudang'an dengan yayang nya setelah pulang nanti.
Yang dirumah boleh kasih kode sama pasangan π€π€π€π€π€ππππβ€οΈβ€οΈβ€οΈπππ.
Yang jomblo maafkan lahππ»ππ»ππ»ππ»π₯Ίπ₯Ίπ₯Ίπ€π€π€.
Love you selangit cakrawala makkkkk
Salam sayang dan cinta
__ADS_1
Eva Hye Seung