
Setelah usai makan malam bersama
Ruang Santai
Mansion Utama Hurairah
Ditengah kegelisahan Violet, bola mata gadis itu terus berusaha menatap ke arah Serkan.
Jutaan pertanyaan terus menghantam kepalanya, siapa laki-laki itu? kenapa ada ingatan semacam itu dikepala nya? seolah-olah serkan bukan sosok asing untuk dirinya.
"Mau bermain kata?"
Tanya bibi ke dua Hurairah, Alea.
"Cara main dan peraturan nya?"
Serkan bertanya cepat.
Bola matanya menatap sejenak kearah bibi Alea lantas langsung menoleh ke arah Violet.
"Ini permainan favorit Violet di masa lalu, bibi bisa memikirkan peraturan main nya"
Ucap serkan tiba-tiba.
"Ya?"
Rasty bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Aku fikir kakak Belum menceritakan nya pada ku jika kakak mengenal Violet sebelumnya?"
Tanya Rasty cepat.
Dia fikir kemarin seolah-olah mereka baru saling mengenal, tapi sedikit aneh saat serkan tahu bagaimana selera berpakaian gadis itu.
Violet menatap balik wajah Serkan Sejenak, kemudian dia menundukkan kepalanya perlahan.
"Dia adik kelas ku"
Jawab serkan cepat.
__ADS_1
Ghanem Tampak bersandar disudut Kursi sofa, dia memperhatikan gerakan Violet dan serkan sejak tadi.
Dia mencoba membaca gerakan dua orang tersebut sejak tadi.
"Satu kali kalah, 1 gelas minuman, aku suka tantangan berat"
Ucap Ghanem tiba-tiba.
"Itu tidak baik, kita mungkin bisa minum, tapi Violet dan Rasty bukan type peminum"
Protes bibi Alea.
"Soal Rasty, aku akan mengurus nya jika mabuk"
Bibi Melly menyahut cepat, tangan nya menggenggam erat tangan Rasty, seolah-olah meminta agar perempuan itu mengikuti permainan itu saat ini.
"Dan Violet Bukankah ada Ghanem? kenapa kamu harus pusing memikirkan soal itu?"
Bibi Melly kembali menambah kan.
"Tidak dengan minuman, kau sejak dulu tahu Violet bukan type peminum?"
Serkan jelas menolaknya, ekspresi wajah nya langsung terlihat tidak enak.
Ucap Ghanem cepat.
"Sayang?"
Britania langsung menyela, mencoba bicara di antara mereka.
"Itu bukan taruhan yang baik"
Protes perempuan itu cepat.
"Itu tidak akan membunuh mu bukan? kamu begitu kuat saat minum"
Ghanem mengulas senyuman nya ke arah Britania.
Bibi Melly Tampak melotot melihat adegan itu.
Buru-buru wanita itu menyeruak masuk dan duduk di antara Ghanem dan Britania.
__ADS_1
"Oh keponakan, bibi fikir karena merindukan mu Bibi harus duduk disamping mu"
Ucap wanita itu sambil mencoba tersenyum ke arah Ghanem, kemudian dia menoleh ke arah Britania.
"Kau pasti peminum handal, biasa nya perempuan muda yang kuat minum suka keluar masuk ke klub malam"
Ucap wanita itu sambil menaikkan ujung Alisnya.
Seketika ekspresi wajah Britania berubah menjadi tidak enak.
"Aku dengar Banyak orang yang mengenal mu, bahkan suami adik ku alea dan serkan pun mengenal mu dari klub malam?"
Tanya bibi melly dengan nada yang begitu pedas.
Oh god.
Rasty tampak menelan salivanya.
Jika berurusan dengan bibi tua Hurairah memang begitu mengerikan.
"Bibi itu tidak benar, aku bukan orang yang seperti itu, iya bukan serkan?"
Ucap Britania dengan suara mendayu nya, menatap ke arah serkan untuk beberapa waktu.
Tidak paham kenapa Serkan enggan berkata pada semua orang dia mengenal Britania, Rasty fikir mungkin karena urusan pelik antara Britania, hill dan Serkan sendiri di masa lalu.
Alih-alih menjawab, serkan malah membuang pandangannya.
Britania jelas menggenggam erat telapak tangan nya.
"Mari tidak memulai permainan ini, aku khawatir Violet akan mabuk pada akhirnya"
Ucap Britania cepat.
"Kenapa Kau begitu takut soal itu? bukankah aku belum tentu kalah didalam permainan nya"
Sahut Violet cepat sambil menatap tajam bola mata Britania.
"Itu bagus, kita bisa memulai permainan nya"
Ghanem menyahut cepat, bola mata nya seketika menatap tajam ke arah Violet ketika tanpa sadar pandangan mereka bertemu.
__ADS_1
Sejenak Gadis itu menjadi sedikit risih, dia mencoba membuang pandangannya Sambil mengusap lembut Tengkuk nya.