Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Tidak membuang makanan untuk anjing dibelakang rumah


__ADS_3

Seketika suasana benar-benar menjadi menegang, nenek muda Hurairah jelas merasakan kepanikan luar biasa, dia benar-benar ingin sekali menyingkirkan Karan saat ini juga, dia fikir kenapa laki-laki itu tidak terus tertidur didalam koma nya saja.


"Tidak ada hal yang penting, nenek fikir kenapa Karan tidak memberitahukan kesembuhan nya, jika kami tahu dia baik-baik saja, seharusnya nenek meminta Britania membawakan buah tangan untuk nya"


Wanita tua itu selalu pintar berbelit lidah.


Persis seperti ular king kobra.


King cobra tak hanya dijuluki sebagai ular berbisa terpanjang di dunia. Ular jenis ini juga disebut sebagai yang paling cerdas di dunia.


Dan Perlu diingat bahwa king cobra hewan yang paling cerdas di dunia. Dia bisa mengontrol kapan ketika mengigit, kapan dia mengeluarkan bisanya dan kapan tidak.


"Benar-benar kotor"


Karan bicara sambil mencoba membersihkan lengan kameja nya.


Dia jelas menyinggung nenek muda Hurairah, tapi belum ingin membuka kedok wanita tua itu pada Ghanem.


Dia masih menunggu satu orang lagi keluar Di belakang dua orang ini.


Sejenak Ghanem melirik kearah Britania.


"Sepertinya kau sudah lupa soal pertemuan terakhir kita bukan?"


Tanya Ghanem sambil menaikkan ujung alisnya.


mendengar pertanyaan Karan sejenak perempuan itu seperti orang yang terkejut.


"Ya?"

__ADS_1


"Dimana terakhir kali kita bicara, brita?"


"Ah ...aku fikir aku melupakan nya"


Perempuan itu bicara kemudian langsung menggenggam erat lengan nenek muda Hurairah.


Karan menaikkan ujung bibirnya.


Persis seperti dugaan nya.


Perempuan itu seolah-olah memiliki kepribadian ganda, terkadang mengerikan, terkadang seperti orang yang mampu membuat orang iba melihat kelakuan nya.


"Sudah-sudah, bukan kah ini waktu yang tepat untuk makan siang bersama?"


Nenek Hurairah berkata cepat, menepis tangan Britania dengan cepat, seolah-olah berkata jika perempuan itu hari ini benar-benar tidak bisa di andalkan.


Saat nenek muda Hurairah berkata soal makan siang, violet terlihat menaikkan sejenak alis nya.


Ucap Violet pelan dengan ekspresi tidak enak.


Nenek muda Hurairah Tampak menatap Violet dengan tatapan kesal, dia seolah-olah masih kesal dengan kejadian yang tadi, dia fikir kesalahan baru ini bisa dijadikan senjata untuk menjatuhkan kembali gadis itu didepan Ghanem.


"Kau ini cucu mantu yang sangat payah"


Oceh wanita itu sambil menunggu Violet membenahi kursi untuk dirinya.


Violet buru-buru ingin membenahi kursi nenek muda Hurairah, tapi tiba-tiba Ghanem berkata.


"Seharusnya nenek menghubungi aku saat akan berkunjung, istri ku bisa menyiapkan makanan yang nenek sukai, istri ku biasa nya hanya menyiapkan menu untuk dua orang hingga empat orang tidak lebih dan mencoba menyesuaikan seleranya dengan lidah ku"

__ADS_1


Ucap Ghanem cepat.


"Violet tidak terbiasa membuang makanan dan memberikan sisa nya kepada anjing dibelakang rumah"


Mendengar ucapan Ghanem di akhir membuat nenek muda Hurairah melongo.


"Ya?"


Anjing dibelakang rumah?.


Kata-kata itu terdengar begitu kasar menurut nya.


Beberapa Minggu membiarkan Ghanem kembali ke Hurairah membuat laki-laki itu berubah drastis, dia seolah-olah kembali kesulitan mengendalikan Ghanem.


"Aku tidak tahu akan ada banyak tamu yang datang"


Violet tampak mencoba menundukkan kepalanya, suaranya terdengar begitu lembut dan tetap penuh dengan penyesalan.


"Bukan masalah, kau bisa makan belakangan bersama Rasty"


Wanita itu malas untuk berdebat, jika dia melakukan nya dia takut Ghanem akan tersinggung dan semakin sulit dikendalikan.


"Bukan masalah, aku dan Violet yang akan makan paling akhir, kalian bisa mendapatkan makan siang lebih dulu"


Tiba-tiba Ghanem bicara sambil mengembangkan senyuman nya ke arah nenek muda Hurairah.


"Tapi sayang?"


Britania jelas keberatan.

__ADS_1


Mendengar Britania berkata sayang, seketika Violet menatap wajah perempuan itu, dia mendengus kesal.


Yang benar saja.


__ADS_2