Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Tidak akan menjatuhkan harga dirinya


__ADS_3

Mendengar suara keras yang jatuh dari arah balik dinding Seketika dua sosok manusia itu terkejut, Karan langsung menoleh kebelakang, perempuan yang ada dihadapan Karan Tampak diam sambil menggenggam erat tangan Karan.


"Siapa?"


Karan jelas mengerutkan keningnya.


"Ada apa?"


gadis itu bertanya cepat, masih Terus berusaha menggenggam erat tangan Karan.


"Tunggu lah disini, Rasty"


Ucap Karan sambil menepuk-nepuk punggung tangan gadis itu.


Yang dipanggil Rasty Tampak mengangguk kan kepala nya.


Saat Karan melesat kebelakang, dia tidak mendapati siapapun yang ada disana, sejenak bola matanya menatap ke seluruh penjuru tapi tetap tidak mendapati sosok siapa-siapa.


Hanya sebuah pot bunga yang tergeletak di lantai yang terbuat dari kaleng.


Tahu-tahu seekor kucing melesat melewati kakinya.


Sejenak laki-laki itu terdiam , dia fikir tenaga kucing itu boleh juga bisa menerjang pot bunga sebesar itu, Karan menarik kasar nafasnya.


Karan kembali berbalik, berjalan mendekati Rasty lantas mengelus lembut kepala gadis itu.


"Siapa?"


Rasty kembali bertanya sambil pandangan nya terus menatap lurus ke depan.


"Tidak ada orang, Seperti nya benar hanya seekor kucing atau angin"


Jawab Karan cepat.


"Aku fikir sebaiknya kita pulang saja, aku akan mengantar mu ke Mansion utama kita"


Ucap Karan pelan.

__ADS_1


"Hmm"


Rasty hanya mengangguk.


Sepersekian detik kemudian secara perlahan Karan mengangkat tubuh gadis itu dan memasukkannya kedalam gendongan nya ala bridal style.


Rasty tidak bicara apa-apa, menyandarkan kepalanya di dada laki-laki itu kemudian memejamkan perlahan bola matanya.


********


Disisi lain.


Violet secepat kilat berlarian menuruni anak tangga dengan nafas yang tidak beraturan, dia jelas tidak rela jika Karan menangkap diri nya memergoki laki-laki itu bersama perempuan lain.


Tidak lucu jika Seolah-oleh dia menjadi gadis yang tidak berdaya dan menjadi istri yang teraniaya.


Tidak akan!.


Violet tidak akan menjatuhkan harga dirinya dihadapan laki-laki seperti itu.


"Hahhhh? akhhhhh"


Violet terpekik kaget saat tangan seseorang menarik cepat lengan nya.


"Ada apa?"


Ghanem bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Kak?"


Violet bicara cepat masih dengan nafas tersengal-sengal.


"Ada sesuatu yang buruk terjadi?"


Tanya Ghanem cepat.


"Ahhh tidak ada"

__ADS_1


Jawab violet sambil berusaha menahan nafas Nya.


"Kak apa acaranya sudah selesai? bisa kita pulang sekarang? aku Fikir sebaiknya kita pulang sekarang"


Ucap violet dengan perasaan yang begitu kacau.


Dia tidak tahu ada apa dengan dirinya saat ini, tapi ketakutan terbesar nya adalah Karan dan perempuan itu ikut turun dari atas sana, memergoki diri nya dan Ghanem, entahlah dia takut Ghanem tahu jika dia baru saja melihat dua sosok manusia itu di atas sana.


"Ayo kita pulang"


Ulang Violet lagi dengan nada memohon.


Ghanem sempat menoleh ke atas tangga sejenak, kemudian dia langsung menoleh ke arah Violet.


"Hmmm"


Laki-laki itu mengangguk cepat kemudian membawa gadis itu menjauh dari sana dengan cepat.


Tapi seketika Violet mengerutkan keningnya.


"Kita lewat ke arah mana? bukankah ini bukan pintu keluar nya?"


"Akan sulit kembali melewati pintu depan, kita lewat pintu samping agar tidak terlihat oleh para paparazi"


Ucap Ghanem kemudian.


Iya juga, jika mereka bergerak ke sembarang arah terlalu berlebihan maka bukankah akan menjadi skandal, bagaimana mungkin Violet yabg notabene nya adalah istri Karan tapi pulang dan pergi bersama sang kakak ipar nya.


Saat mereka melewati pintu elevator dan melangkah masuk, tiba-tiba Ghanem secepat kilat memutar tubuh Violet ke arah dinding samping elevator tersebut


Sejenak bola mata Ghanem tidak sengaja berpapasan dengan sosok dua orang, dimana Karan tengah menggendong Rasty dengan erat nya dan masuk ke elevator kaca tepat disampingnya.



"Kak?"


Violet jelas terkejut, sebab Ghanem tiba-tiba merapat kan tubuh mereka dengan kedua tangan laki-laki itu menahan tubuhnya disisi kiri dan kanan nya, tidak memberikan dirinya ruang untuk bergerak kemana-mana.

__ADS_1


__ADS_2