Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Satu kenangan acak di masa lalu


__ADS_3

Mansion Utama Hurairah


Jelang makan malam


19.45 PM


Violet tampak sedikit canggung saat serkan membuka pintu mobil mereka, laki-laki itu mengeluarkan tangannya untuk beberapa waktu.


rencananya terdengar begitu konyol sekali bagi Violet, ketika bibi Melly dan Rasty berkata ketika Ghanem boleh pergi dengan Britania maka mereka berkata Violet artinya boleh pergi dengan serkan.


"Tapi itu akan menyakiti perasaannya?!"


Violet berkata sambil menggigit bibir bawahnya.


"Oh come baby, itu bukan masalah"


Serkan berkata sambil menatap dalam bola mata Violet.


"Aku akan membantu mu dengan begitu cantik, mari bermain tarik ulur untuk membuat dia...."


Serkan menghentikan kalimat nya.


"Jatuh bangun"


Ucap laki-laki itu lagi.


"Jatuh bangun?"


Violet Terus mengerutkan keningnya.


"Bermain persis seperti layangan, buat dia setengah mati, tarik lalu ulur, tarik kembali lalu ulur kemudian"


"Aku seperti type perempuan penggoda"


Protes Violet tiba-tiba.


"Tidak juga"


Jawab serkan sambil mengembangkan senyuman nya.


Dan kini dia benar-benar merasa seperti sedang bermain hati, tidak ada niat untuk menyakiti Ghanem sedikit pun, namun benar saat melihat laki-laki itu turun dari mobil yang ada dihadapan mereka, Seketika bola mata Violet menatap kedepan Sana.


tidak tahu sebenarnya ada perasaan seperti apa saat ini, namun rasanya cukup membuat dia tidak menyukai nya.


karena itu saat Serkan mengulurkan tangan nya, secara perlahan Violet menyambut tangan laki-laki tersebut.


Begitu Violet turun dari mobil tiba-tiba.

__ADS_1


"Ohhh my God"


Suara seseorang memecah keadaan.


Itu adalah bibi Melly.


"Menantu...kau datang juga, aku fikir kau tidak akan datang"


Bibi Melly terlihat sengaja meninggikan suaranya, wanita itu menghitung waktu agar Ghanem dan Britania menoleh ke arah mereka.


Violet fikir ingin menyapa, tapi kedua tangan bibi Melly langsung menyentuh wajah nya.


"Kau ..cantik sekali menantu"


Ucap wanita itu sambil terkekeh senang kemudian dia memeluk Violet secara perlahan.


"Berlagak sedikit sombong, malam ini kamu jangan terlalu ramah, buat dia terus memperhatikan mu"


Bisik bibi Melly cepat Lantas melepaskan pelukannya.


"Ya?"


Violet jelas sedikit terkejut mendengar ucapan bibi tua Hurairah itu.


Dia ingin bertanya, tapi bibi Melly buru-buru melengos meninggalkan mereka.


Ghanem jelas memperhatikan penampilan Violet dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya, sejenak dia mematung, tidak tahu kenapa jantung rasa nya penampilan seperti itu terlihat tidak asing di matanya.


"Sayang?"


Britania berkata sambil mengulas senyuman nya, menggenggam erat tangan Ghanem untuk beberapa waktu.


Laki-laki itu langsung membuang pandangannya dari Violet, dia langsung melangkah masuk bersama Britania.


Sedangkan Violet masih terasa begitu canggung saat harus melangkah masuk sembari tangan nya digenggam oleh serkan.


"Kenapa?"


Serkan bertanya sambil berjalan lurus ke arah depan menggenggam erat tangan violet tanpa berniat menoleh kearah gadis tersebut.


"Tidak apa-apa"


Jawab Violet pelan.


"Kamu tahu?"


Tanya serkan tiba-tiba ketika mereka baru masuk ke arah pintu depan Mansion utama Hurairah.

__ADS_1


"Ya?"


Violet bertanya sambil menatap kearah serkan, bisa dia lihat lekukan rahang tegas laki-laki itu tercetak dengan begitu sempurna.


"ini kali pertama kali kamu mau menerima genggaman tangan ku lagi setelah masa SMA kita dulu"


Ucap serkan tiba-tiba.


"Kala itu aku benar-benar mengalah untuk Ghanem demi persahabatan kita"


Lanjut nya lagi.


"Ya?"


Mendengar ucapan serkan Seketika Violet membulatkan bola matanya, dia tampak bingung mendengar ucapan laki-laki itu.


Sepersekian detik kemudian serkan langsung menghentikan langkah nya, dia langsung menoleh ke arah Violet untuk beberapa waktu.


"Ketika Ghanem tidak mampu mempertahan kan mu, aku yang akan Terus menggenggam erat tangan mu, Kali ini aku tidak akan melepaskan genggaman tangan ku sekali lagi, kecuali kamu yang meminta aku untuk melepaskan nya satu hari nanti, Letta"


Violet Seketika membeku saat mendengar nama itu diucapkan dari Balik bibir serkan, jantung nya berdetak begitu kencang, tiba-tiba satu ingatan Menghantam dirinya.


"Kamu tahu dimana letaknya hati ku?"


"Disini, ditempat mu"


"Letta.."


"Letta..."


"Letta..."


Seketika Violet mencoba menekan kedua telinganya, dia tidak tahu ingatan macam apa yang menghantam dirinya saat ini.


"Aku bilang aku mencintaimu"


"Kak...?!"


"Lepaskan genggaman mu dari Ghanem"


Tidak....tidak ...


Seketika kepala Violet terasa begitu sakit, satu dua ingatan terus menghantam kepalanya tanpa henti, seperti susunan kaset kusut yang dia tidak tahu dari mana asal nya.


"Sayang...?"


"Sayang?"

__ADS_1


__ADS_2