Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Tidak memiliki kesempatan lagi


__ADS_3

elvitania terus mundur beberapa langkah saat dia melihat seseorang datang mendekat, dengan deru nafas yang kacau balau tidak beraturan dia mencoba berbalik, memaksakan kaki melangkah cepat menghindar dari orang tersebut.


Dia fikir dia bisa menghindar tapi siapa sangka tarikan kasar terjadi di rambut dan lehernya.


"Apa lagi yang kamu rencanakan kali ini?"


Suara itu begitu mendominasi, elvitania seketika membeku dan tercekat, itu adalah Serkan.


"Kau merencanakan sesuatu untuk Violet dan Ghanem?"


Bisa dia lihat nada marah dan kebencian di Balik bibir laki-laki tersebut.


Kalau tidak salah mereka pernah bertemu 3 kali selama seumur hidup nya.


Di kediaman Hurairah, acara permainan tebak kata dan dulu.... dulu sekali saat peresmian kerjasama Hillatop company dan Azzura company di masa lalu, mereka bertemu tidak sengaja di sebuah elevator dan terjebak di dalam nya, tapi bisa dia tebak laki-laki itu pasti lupa pada pertemuan pertama mereka apalagi kala itu penampilan nya begitu sederhana dan sedikit kacau balau.


Dia baru saja ketumpahan makanan catering, dengan wajah berbingkai kan kaca mata, rambut yang di Ikat kebut seada nya dan wajah yang jelas tidak terlihat jelas karena terjebak di dalam elevator yang gelap.


Hanya bola mata mereka yang menyatu kala itu, tidak sengaja saling bertemu, kemudian mereka bicara bersama saat terjebak hampir ½ jam di dalam lift Hillatop company.


"Kamu tidak takut terjebak didalam kegelapan?"


Laki-laki itu bertanya sambil bersandar di sisi belakang elevator, Bertanya dengan nya sambil pandangan bola mata laki-laki itu terus menatap ke atas.


Dia fikir laki-laki itu sedang mencoba membuat suasana menjadi stabil dan tidak menegang.


Kondisi memang cukup gelap, tapi dia jelas masih tahu dan bisa melihat Dengan baik bagaimana rupa laki-laki itu.


"Tidak"


Elvitania menjawab sambil ikut mendongak keatas, dia fikir apa asik nya menatap ke arah langit-langit elevator tersebut.


"Aku punya seorang teman yang jika terjebak didalam kegelapan akan membuat dia jadi histeris"


Cerita laki-laki itu pelan.


Elvitania melirik kearah laki-laki itu untuk beberapa waktu, dia mengulum kan senyuman nya.


"Teman atau orang yang spesial?"


Tanya gadis itu pelan.


"Aku fikir yang dibicarakan orang yang spesial, Laki-laki jarang membicarakan teman perempuan mereka yang tidak berkesan pada perempuan lain, kecuali seseorang itu benar-benar terasa istimewa di hati nya"


Lanjut elvitania lagi.


Mendengar ucapan gadis itu serkan langsung menoleh.


"Begitu kentara? Kamu pandai membaca lawan bicara"

__ADS_1


Ucap Serkan cepat.


Elvitania terkekeh.


"Terlihat begitu jelas, ada cinta di balik bola mata itu"


Obrolan panjang terjadi kala itu.


Dia tidak bisa menebak siapa gadis yang dimaksud laki-laki itu, tapi kini dia tahu siapa gadis yang dimaksud Serkan.


Gadis yang di cintai Laki-laki itu adalah violet.


Dia Tidak tahu bagaimana hubungan laki-laki itu dengan saudara kembar nya di masa lalu, tapi melihat laki-laki itu begitu membenci wajahnya, bisa di lihat betapa benci nya laki-laki itu pada Britania.


Dia fikir pasti hal buruk terjadi di masa lalu soal hubungan mereka, itu mungkin berkaitan saat Britania Menukar identitas mereka.


Bisa jadi Britania telah menipu laki-laki itu.


Tarikan kasar serkan pada rambut dan lehernya mengejutkan ingatan elvitania, terasa begitu pedas dan perih, laki-laki itu menjambak rambut nya dengan cara Begitu menyakitkan.


"Aku peringatkan kamu sekali lagi, berhenti bermain-main dengan ku, jaga sikap mu dan berbuat baiklah pada Violet"


Serkan bicara tepat di balik telinga kanannya.


Bibir laki-laki itu menempel di pipinya, bicara sambil menggeram, seperti di katakan di awal terselip kemarahan mendalam di Balik suara laki-laki itu.


Cara melindungi yang ekstrim menyiratkan betapa sesungguhnya laki-laki itu begitu mencintai seseorang yang telah di miliki oleh orang lain.


Elvitania ingin menjawab, jika serkan telah salah paham pada nya, tapi suara nya jelas tidak bisa keluar sama sekali. Sejak awal seluruh sistem saraf tubuh nya seolah-olah sengaja di suntik lumpuh agar tidak menjadi batu halangan untuk Britania dan Sunita.


Gadis itu ingin sekali berkata pada serkan jika dia bukan Britania, tapi dia adalah saudara kembar nya.


Dia ingin meminta bantuan Laki-laki itu saat ini,dia butuh seseorang yang bisa mengirimkan pesan SOS pada hill penerus hill atau bahkan Ghanem sang penerus Hurairah.


"Aku masih memberikan mu toleransi kali ini Britania, tapi sekali lagi aku mendapatkan kamu bermain-main dengan kehidupan Violet dan Ghanem, bisa aku pastikan bagaimana aku akan menyiksa dan menghabisi kamu Tanpa Basa-basi"


Ucap Serkan masih sambil menjambak kasar rambut elvitania.


Air mata mengalir perlahan di balik bola mata cantik elvitania, dia berteriak didalam hatinya, tidak bisa kah suaranya keluar saat ini?.


"Lepaskan dia, serkan"


Sebuah suara mendominasi di arah depan sana, Seketika bola nata elvitania terbelalak kaget.


Tidak ..tidak .. tidak...


Dia tahu siapa laki-laki di ujung lorong itu.


Hendrik!.

__ADS_1


Elvitania menggenggam erat lengan Serkan, dia berharap laki-laki itu bisa membaca ekspresi nya.


Jangan kembalikan aku pada laki-laki itu, please!.


"Ohhhh coba lihat, laki-laki simpanan mu datang untuk menjemput diri mu"


Elvitania menggelengkan pelan kepalanya, air mata kembali keluar dari bola matanya.


Dia ingin sekali menangis saat ini, ingin sekali memberontak, ingin sekali melarikan diri dari sana.


Jika Hendrik mendapatkan nya, maka bisa dia pastikan ini adalah waktunya terakhir nya untuk bisa lari dari keadaan.


Jika Britania dan Sunita mendapatkan nya, maka semua rencana busuk orang-orang ini akan tercapai sesuai keinginan mereka.


Elvitania semakin mempererat genggaman nya, nafas tersengal-sengal terdengar dibalik bibir elvitania, dia memohon, benar-benar memohon agar laki-laki itu bisa menyelamatkan diri nya.


"Kembalikan dia pada ku, perempuan itu sedang menikmati keadaan tinggi nya, dia butuh pemenang nya"


Ucap Hendrik sambil melangkah mendekati serkan dan elvitania.


"Kau bahkan tidak berubah sama sekali"


Ucap serkan pelan di balik telinga nya.


"Aku fikir ucapan mu untuk berubah di masa lalu benar"


Hah....!!!


Serkan mendengus.


"Bahkan kamu masih menikmati indahnya kebersamaan dengan laki-laki itu"


Ucap serkan lagi.


"Aku memperingati kamu sekali lagi, jika kamu macam-macam pada Violet sekali lagi, aku pastikan aku akan membiarkan orang-orang ku menggilir mu hingga pagi"


Setelah berkata begitu serkan langsung mendorong tubuh elvitania dengan kasar, memberikan nya pada Hendrik yang telah berdiri tepat dihadapan mereka.


Laki-laki itu berbalik dengan jutaan kebencian nya.


Kedua tangan Hendrik langsung menangkap tubuh elvitania, Laki-laki itu langsung meraih rahang elvitania lantas berbisik.


"Aku akan menunggu setelah Ghanem meniduri mu, akan aku pastikan aku juga menikmati tubuh mu"


Setelah berkata begitu terdengar kekehan Hendrik yang begitu mengerikan di balik telinga elvitania.


Tuhan..... tidak bisakah aku mengulang waktu?.


Gadis itu memejamkan perlahan bola matanya, seketika buliran air mata jatuh dari kedua pelupuk mata nya.

__ADS_1


__ADS_2