Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Tidak Setegar diri nya


__ADS_3

Rasty tampak menatap wajah Karan yang terus tertidur lelap selama beberapa bulan ini untuk beberapa waktu, setelah membersihkan tubuh Karan, mengganti seluruh pakaian laki-laki itu dan memastikan semua nya sempurna dia langsung duduk tepat disisi kanan sang suami.


Perempuan itu mengelus lembut tangan sang suami tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari balik bibir nya, dia sejenak membiarkan telapak tangan itu menyentuh pipi nya dengan tangan kirinya.


Entah bagaimana dia ingin mengungkapkan perasaan nya saat ini dia tidak tahu, tapi rasanya seolah-olah ada hantaman keras yang memenuhi hatinya.


Tidak menyangka jika perjalanan hati yang mereka lalui bisa sepanjang ini, berliku dan begitu sulit.


Disaat dia masih membutuhkan bimbingan dan tangan kokoh ini untuk Terus menggenggam telapak tangan nya, laki-laki itu malah melepaskan diri nya begitu saja.


Padahal Karan tahu betapa rapuhnya dia selama ini, jika bukan karena Karan yang terus berkata semua akan baik-baik saja, dia tidak mungkin bisa bertahan hingga sejauh ini.


Tapi kini laki-laki ini terbaring dihadapan nya, seolah-olah merasa nyaman dengan keadaan nya, melepaskan tangan nya dan enggan membuka bola matanya dalam waktu dekat ini.


Sayang...!!


Rasti menatap dalam wajah tampan dihadapan nya itu.

__ADS_1


Ini ujian bukan?.


Tanya Rasty dalam hati.


Kamu selalu berkata saat Tuhan menguji kita, itu artinya Dia tidak sedang melupakan kita kan?, itu artinya Tuhan tengah memberi peringatan kecil agar kita selalu mengingat dirinya kan?.


Rasty terus bicara dalam hati, dia memejamkan perlahan bola matanya.


Tapi ujian nya berat sekali saat ini.


Aku tidak tahu bagaimana cara kamu bertahan kemarin saat mendapati keadaan ku yang seperti kemarin itu, sedangkan aku sekarang bahkan tidak bisa berhenti menangis sejak awal kamu tidak mau membukakan mata mu.


Aku seringkali bertanya didalam hati, menangis kah kamu saat mendapati keadaan ku dulu sayang?.


Rasty ingat bagaimana sabarnya Karan memperlakukan dia dimasa kemarin saat dia bahkan tidak bisa melakukan apapun, terus bergantung pada karan dan butuh seseorang untuk memenuhi seluruh kebutuhan nya.


Laki-laki itu sedikit pun tidak pernah mengeluarkan keluhan nya, bahkan Rasty sama sekali tidak mendapatkan laki-laki itu terisak atau menangis dikamar mandi atau dibelakang nya.

__ADS_1


Kita melewati banyak musim tanpa saling menggenggam tangan, tahun-tahun bersama kita terlewati tanpa kebahagiaan.


Kadang aku berfikir, apa sejak awal kita memang tidak diizinkan bersama? sebab ada banyak sekali rintangan yang harus kita lewati hingga hari ini.


Rasty mencoba menarik nafasnya panjang, seketika air mata nya tumpah.


Aku tidak bisa Setegar kamu saat menghadapi kesulitan sayang.


Perempuan itu seketika menepuk-nepuk dadanya, dia menangis sejenak tanpa ingin mengeluarkan suara nya tapi tidak tahu kenapa isakan tangis nya tiba-tiba pecah tanpa bisa dia hentikan.


Bangunlah, aku mohon!!.


Ada banyak sekali kesulitan yang aku hadapi saat ini, bahkan Britania telah kembali untuk menggoda kakak laki-laki mu yang lupa ingatan, belum lagi persoalan perusahaan yang membuat ku kadang kala tidak bisa bernafas dengan baik.


Rasty melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Karan, dia perlahan naik ke atas kasur dimana Karan terlelap, perempuan itu berbaring didamping Karan, lantas memeluk erat tubuh laki-laki itu.


Bangunlah, Semua benar-benar tidak baik-baik saja untuk ku saat ini!.

__ADS_1


__ADS_2