Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Menemukan nya


__ADS_3

Rasty memijat kepalanya yang terus terasa sakit dalam beberapa hari ini, sejak karena mengalami koma, Ghanem menghilang entah kemana dan violet yang masih sulit mengenali orang-orang di sekitarnya.


Rasty mau tidak mau ikut andil turun tangan untuk mengurusi semua orang termasuk perusahaan bersama bibi kedua.


Bibi pertama huraira memutuskan untuk tidak ikut campur dan terlibat dalam urusan perusahaan, dia takut tragedi bertahun-tahun yang lalu masih diingat oleh orang-orang akan membuat orang-orang masih tidak menyukainya.


mau tidak mau Rasti dan bibi kedua harus bisa mengatur waktu antara urusan perusahaan dan rumah, belum lagi mengerahkan tegang khusus untuk mencari Ghanem yang siapa tahu masih ada gambarnya meskipun sebenarnya mereka sudah mulai menyerah dengan keadaan.


mungkin laki-laki itu nanti bisa ditemukan tapi tidak ada keyakinan jika gane makan temukan dalam keadaan hidup hidup.


menurut sejarah orang yang terombang-ambing di lautan mengalami kecelakaan dahsyat pada akhirnya hanya akan ditemukan tubuh mereka saja.


Bahkan pemerintah jelas telah menutup seluruh kasus itu, dan pihak pelayaran bahkan telah mengeluarkan uang asuransi untuk para korban.


Resty sebenarnya tidak menginginkan uang asuransi tersebut keluar dia masih percaya jika ganeng baik-baik saja, ya pelayaran yang bekerjasama dengan asuransi mencairkan uang asuransi tersebut tanpa banyak bicara.


seolah-olah mereka benar-benar mengklaim jika Ghanem telah meninggal dunia.


Tanpa ada manyat atau bahkan sedikit saja potongan potongan tubuh Ghanem yang ditemukan di lautan.


Saat dimana para kru penyelamat, pemerintah, angkatan laut, SAR dan lainnya melakukan pencarian dan mendapatkan berbagai macam potongan tubuh korban.


Malam tes DNA dilakukan, namun saat tes DNA keluar tidak ada satupun potongan tubuh yang bisa disamakan dengan identitas Ghanem.


Karena itu Lesti masih berpikir jika Ghanem pasti selamat di lautan lepas, hanya saja pertanyaan adalah di mana laki-laki itu berada saat ini.


Belum lagi beban Rasty soal karan, laki-laki itu tidak kunjung bangun dari tidur panjangnya.

__ADS_1


berulangkali Resti menarik nafasnya bahkan dia berpikir tidak akan bisa hidup saat ini, dia pikir bagaimana caranya dia bisa bertahan dengan keadaan seperti ini.


Namun dia ingat bagaimana cara Karan mendampingi hidupnya dulu saat dia berada di titik terendah nya, Karan selalu percaya jika dia akan sembuh dari keadaannya.


Maka Rasty fikir ini giliran dia menyakini dirinya sendiri jika karan akan baik-baik saja dan segera terbangun dari komanya.


"Semua akan baik-baik saja"


Bibi Alea bicara sambil memijat sejenak kedua bahu Alea dari arah belakang.


"Bi?"


Perempuan cantik itu memutar jalan, ikut duduk disamping Rasty sambil meraih gelas dan minuman dingin dihadapan mereka.


"Anggap saja ini ujian"


Rasty mengangguk kan kepalanya perlahan.


"Violet bagaimana keadaan nya?"


Bibi Alea kembali bertanya.


"Dia baik-baik saja, aku menyakinkan dia jika Ghanem suami nya akan kembali secepat nya, meskipun sulit mengenali Ghanem dari foto-foto yang aku berikan, dia berusaha untuk menyakinkan diri jika mereka sudah menikah"


Jawab Rasty pelan.


"Dia ingin pulang ke mansion Utama, mencoba mengingat-ingat soal mereka dimasa lalu"

__ADS_1


Lanjut Rasty lagi.


Bibi Alea baru akan menjawab ucapan Rasty, tiba-tiba suami bibi Alea muncul dari arah pintu depan.


"Ada apa Sayang?"


"Kita harus bergegas sekarang"


Ucap Hill pada kedua perempuan dihadapan nya itu.


"Kenapa paman?"


Rasty tampak mengerutkan keningnya"


"Mereka telah menemukan Ghanem"


"Ya?"


Seketika semua orang tercekat


"bagaimana keadaan nya?"


Bibi Alea bertanya cepat sambil berdiri dari duduknya.


"Ini bukan hal yang baik, kalian harus menerima sebuah kenyataan soal Ghanem"


Seketika semua orang menelan salivanya, dari arah sudut pintu Violet tampak mematung mendengar ucapan sang paman hill A Top.

__ADS_1


__ADS_2