Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Tidak pernah bisa berbohong


__ADS_3

"He em? benarkah?"


Dan laki-laki itu kembali bicara sambil berusaha menggodanya.


Laki-laki itu berusaha membuang jarak di antara mereka saat ini, setelah melepas kan stik kayu pemukul dari tangan Violet, Ghanem mencoba menarik pelan Pinggang violet dengan tangan kanan nya.


Eh?.


Gadis itu refleks terkejut saat tubuh mereka saling menyatu dengan sempurna.


Dia menatap Tangan Ghanem yang saat ini melingkar erat di area pinggang nya, mencoba untuk melepaskan diri karena malu.


Tapi sayang nya sekuat apa dia mencoba melepas kan pelukan tersebut, Ghanem malah semakin erat memeluk dirinya.


Dan Bola mata indah nya beberapa kali dia kerjap kan, sejenak Violet kembali membeku saat Ghanem mendorong perlahan tubuh nya kebelakang, membuat Punggung nya bersandar ke arah wastafel dibelakang nya.


"Ghanem!?."


Violet bicara lirih karena terkejut.


"Kalau begitu jelaskan pada ku kenapa harus membuang waktu hampir satu jam untuk menyembunyikan diri dikamar mandi?"


Tanya Ghanem sambil menikmati wajah cantik dihadapan nya itu yang terus merona malu sejak tadi.


Mendengar pertanyaan Ghanem membuat dirinya kehilangan kalimat baik untuk dijadikan alasan paling tepat yang bisa dia berikan.


Seolah-olah sedang berfikir keras mencari alasan yang paling tepat, Violet mencoba untuk memikirkan alasan nya.

__ADS_1


"Aku buang air besar sejak tadi"


Jawab Violet dengan jutaan kegugupan nya, dia gugup menatap bola nata dihadapan nya itu yang terus menatap dalam diri nya


Mendengar Jawaban itu seketika membuat Ghanem menaikkan alisnya, melirik sejenak ke arah Kloset lantas kembali menatap wajah violet, laki-laki itu terlihat mengulum senyumannya.


"Tidak membuat kloset nya basah sama sekali? itu terlihat cukup tidak masuk akal bukan, sayang?"


Tanya Ghanem sambil terus mencoba menatap netra di hadapannya itu, bisa dia lihat reaksi indah sang istri nya sejak tadi.


Laki-laki itu semakin mempererat pelukannya.


Dan Bisa dia rasakan saat Dada mereka terasa saling menyatu, degub jantung mereka seolah-olah saling bersahutan didalam sana.


Hingga saat bola mata Ghanem tanpa sengaja menangkap belahan dada yang tercipta dibalik gaun tidur tersebut, tidak tahu kenapa malah menimbulkan ereksi dibawah sana.


Ghanem mengumpat didalam hati.


Dia fikir gadis itu selalu mampu membuat ereksi nya meningkat secara tiba-tiba.


Violet seolah-olah satu-satunya gadis yang mampu meningkatkan hasrat kelelakian nya secara tiba-tiba dalam beberapa waktu ini.


"Itu .."


Violet fikir dia benar-benar ketahuan saat ini.


Iya dia bahkan tidak menggunakan kloset nya, lalu kenapa dengan bodohnya berkata dia tengah buang air besar sejak tadi.

__ADS_1


Dia benar-benar bukan type pembohong, mencoba nya sekali saja malah membuat dirinya malu dan ketahuan.


Sangat memalukan!.


Ucap nya dalam hati.


"Aku hanya merasakan sakit perut sejenak, lalu aku..."


Dia mencoba untuk membela diri tapi tiba-tiba jemari Ghanem menyentuh lembut bibirnya.


"Itu...."


"Lalu?"


Laki-laki itu bertanya setengah berbisik, menyentuh lembut bibir itu sambil mengusap nya secara perlahan.


Tidak tahu kenapa sentuhan lembut Jemari Ghanem membuat dia berdebar-debar untuk waktu yang lama.


Laki-laki itu memperhatikan baik-baik bibir Violet, warna dan bentuk bibir itu benar-benar mulai menaikkan ereksinya saat ini.


Tanpa berfikir dua tiga kali tiba-tiba Ghanem menyambar lembut bibir itu, membuat Violet refleks terkejut.


Eh?"


bola mata gadis itu jelas membulat dengan sempurna, Violet ingin merontah dan menolak tapi tidak tahu kenapa hati nya terlihat begitu berlawanan, seolah-olah menyukai nya gadis itu malah membiarkan dirinya terlena Didalam Ciuman lembut tersebut.


Violet Seketika menggenggam erat lengan Ghanem dan secara perlahan bola matanya terpejam dengan sempurna.

__ADS_1


__ADS_2