
Violet secara perlahan membukakan bola mata nya, mencoba membiasakan diri dengan pemandangan didepannya untuk beberapa waktu.
Seketika bola mata nya membulat saat dia sadar siapa yang ada di hadapannya.
Ghanem tengah terlelap tepat di samping nya, posisi tidur mereka miring kesamping, saling menghadap antara satu dengan yang lainnya.
"Hahhh?!"
Gadis itu langsung menutup mulutnya, dia fikir jangan sampai kepanikan nya mengeluarkan suara.
Violet mencoba menelusuri ruang, fikirnya dimana dia sekarang?.
Kamar Ghanem?.
Bagaimana bisa?.
Violet berusaha untuk mengingat-ingat apa yang terjadi semalam, permainan nya membuat di menegak beberapa gelas minuman, dia kalah telak, laki-laki itu begitu pandai mengerjai nya bahkan mengulur waktu.
Berapa kali dia kalah bahkan dia lupa.
Dia fikir semalam karena terlalu banyak minum hingga akhirnya jadi tumbang.
No..jangan bilang aku berlaku yang aneh-aneh saat mabuk.
Pekik Violet dalam hati.
Seketika dia menggigit bibir bawahnya, Violet memejamkan bola matanya sejenak, tiba-tiba rasanya wajahnya memerah.
Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa waktu, secara perlahan dia mencoba mundur dan turun dari kasur itu dengan teratur, takut terlalu banyak bergerak hingga membangun kan Ghanem begitu saja.
padahal sebenarnya gerakannya sudah sangat hati-hati sekali, tapi siapa sangka tumit kaki kirinya malah menabrak nakas yang ada di samping kiri Violet.
Dug.....
"Hahhhhh?"
gadis itu spontan kaget, dia langsung menoleh ke samping dan seketika bola mata violet membulat saja sadar sebuah vas bunga keramik sudah oleng ke arah depan.
__ADS_1
"No...."
Viola terbagi tertahan kedua tangannya buru-buru mencoba meraih vas bunga tersebut tapi sayangnya
gagal..!!
Pranggggg
Oh god.
seketika kedua belah tangan violet menutup mulutnya.
dan saat mendengar suara keras yang mendominasi di seluruh ruangan kamarnya jelas saja Ghanem langsung tersentak bangun dari tidur lelapnya.
bola mata indah laki-laki itu seketika menatap lurus kearah depannya.
Violet dan Ghanem langsung saling menatap antara satu dengan yang lainnya.
jika violent jelas membeku dan tampak kelabakan saat kepergok oleh ghanem, lain halnya dengan laki-laki tersebut.
Ghanem malah menyingkir kan selimut dari tubuh nya, dia bangun dari tidur nya dengan gaya yang begitu santai.
Alih-alih peduli dengan ekspresi Violet, laki-laki itu malah berjalan mendekati gadis itu.
"Apa kamu terluka?"
Ghanem bertanya sambil menatap satu persatu tubuh violet.
Dia fikir aku masih punya nyali untuk menjawab.
Batin violet.
Gadis itu ingin sekali menenggelamkan diri nya di rawa-rawa saat ini juga,atau bahkan membiarkan pasir ataupun lumpur hidup menelan dirinya agar bumi menenggelamkan dirinya dan tidak membuat dia muncul dihadapan laki-laki itu.
Saking malunya, dia tidak tahu harus kemana, dia ingin sekali masuk kedalam dunia khayalan anak-anak nya, menggunakan jurus ninja untuk menghilang atau mencari pintu Doraemon untuk masuk ke dunia yang berbeda.
"Aku tidak apa-apa"
__ADS_1
Ucap violet sambil menundukkan kepalanya.
"Maafkan aku"
Dia semakin menundukkan kepalanya.
Tapi siapa sangka tiba-tiba Ghanem menjongkok kan tubuhnya, laki-laki itu mencoba memperhatikan ekspresi wajah Violet yang semakin memerah.
"Apa kamu terbiasa bicara dengan suara yang begitu halus?"
Tanya Ghanem sambil merapatkan wajahnya ke wajah Violet.
seketika gadis itu terkejut, dia membulatkan bola matanya, tidak tahu Kenapa dia merasa begitu sulit bernafas, dia mencoba mundur kebelakang tapi kakinya Sulit sekali untuk diajak kompromi.
"Biarkan pelayanan yang membersihkan nya"
Ghanem bicara cepat lantas melirik ke arah tangan dan kaki violet.
Dia fikir tidak ada yang perlu di khawatir kan dari gadis itu.
"Aku harus mandi dan ke kantor, siapkan pakaian untuk ku"
Ucap laki-laki itu tiba-tiba.
"Ya?"
Violet langsung mendongakkan kepalanya.
Ghanem Tampak menaikkan ujung bibirnya, laki-laki itu berjalan menjauhi Violet lantas langsung melepaskan baju kaos nya begitu saja.
Hah???.
Seketika bola mata Violet membulat, dengan wajah kembali merona dia membalikkan tubuhnya dengan cepat.
Pura-pura tidak melihat tubuh telanjang itu lantas dengan panik mencoba mencari dimana letak Walk in closed, sebab ini pertama kali nya dia masuk ke kamar laki-laki itu.
Ohhhh panas...panas.....!
__ADS_1
Ucap Violet sambil mengipas-ngipas wajah nya dengan telapak tangan nya.