Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Melakukan nya di mobil sekarang juga


__ADS_3

Sebelum Ghanem menenggelamkan bibir nya ke dalam bibir manis milik Violet, dia bisa melihat belahan dada indah Violet yang terlihat dibawah sana ketika menyatu dengan dadanya, tidak tahu kenapa seketika otak nya tidak berfungsi dengan sempurna.


Ketika bibir mereka bertemu Violet sekuat tenaga mencoba untuk melepaskan diri, selain terkejut rasa malu jelas menerjang dirinya.


Tapi sial nya semakin kuat dia mencoba melepaskan diri, semakin rapat tubuh laki-laki itu menjepit nya, bahkan sesuatu dibawah sana terasa menyatu dengan milik nya.


Wajah Violet tiba-tiba memerah.


Benda dibawah perut itu terasa mengeras dan menyentuh miliknya.


Suara nafas tidak beraturan ketika dua bibir saling bertautan semakin menambah panas udara didalam mobil itu, tidak tahu kenapa rasanya didalam perut Violet seolah-olah teraduk-aduk menjadi satu, ada jutaan kupu-kupu yang berterbangan ketika dia merasakan ereksi di bawah sana.


Jantung Violet berdetak tidak beraturan, dia memejamkan bola matanya, nafas nya terasa tersengal-sengal karena ciuman di bibir Ghanem semakin dalam, laki-laki itu bahkan menenggelam kan tubuhnya semakin dalam kebawah sana dan dia secara refleks meraih bahu laki-laki itu ketika dia merasa seolah-olah ingin terjatuh.



Hukuman yang diberikan Ghanem benar-benar membuat dirinya tersiksa, dia menghentikan perlawanan nya, tangan nya melemah ketika laki-laki itu semakin menenggelamkan dirinya.


Rasa dan aroma Ghanem terasa tidak asing untuk nya, seolah-olah dia pernah merasakan hal ini sebelumnya, tidak asing, begitu familiar untuk dirinya.


Sang sopir seketika menarik kasar nafasnya, dia langsung menutup layar belakang yang memang di buat khusus sejak lama, berhenti mengintip pertengkaran yang berujung pada persoalan panas lainnya, AC mobil yang dingin tiba-tiba terasa panas,wajah nya terasa terbakar, dia fikir dia harus segera menemui istrinya setelah mengantarkan sepasang Manusia yang membuat sesuatu dibawah sana meronta-ronta tidak karuanan.


"Tuan motor itu terus mengikuti kita"


Dia fikir harus mengganggu sedikit aktifitas dibelakang sana, saat tahu teman laki-laki nona muda nya terus mengejar kecepatan Mereka.


"Kau bisa memperlambat lajunya, kita lihat apakah dia masih akan mengganggu hubungan panas suami istri didalam sini"

__ADS_1


Ghanem menjawab setelah melepaskan ciuman nya.


Wajah Violet jelas memerah, dia fikir apa lagi yang ingin Ghanem lakukan padanya, apa laki-laki itu sedang marah karena cemburu saat ini fikirnya, karena itu Ghanem bertindak melampaui batasan nya.


Violet mencoba melepaskan dirinya dari Ghanem, tapi laki-laki itu malah mengunci pergerakan nya, dia benar-benar mati langkah.


"Ghanem!"


Dia berseru tidak berdaya.


laki-laki itu malah merebahkan dirinya, membiarkan tubuhnya berada di atas tubuh violet, tidak tahu bagaimana caranya gaun nya bisa terangkat keatas,tapi lagi-lagi sesuatu yang keras dibawah sana menekan milik nya.


Meskipun tubuh nya ditutupi oleh pelindung kain tipis, tapi rasanya seolah-olah sesuatu nyaris mencari tempat untuk nya singgah, dia merasa aneh, hal tersebut selain membuat pacuan jantung nya terus berdetak kencang tidak beraturan, hal tersebut benar-benar nyaris membuat diri nya basah.


"No"


"Bergerak lah semakin kencang, aku pastikan kita akan melakukan nya di atas mobil sekarang juga"


Ucapan Ghanem membuat aliran darahnya ber desir begitu kencang, wajah nya terus memanas dan memerah.


Sang sopir masih bisa mendengar percakapan sensual tersebut, seketika dia merinding dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tuan muda nya benar-benar luar biasa!.


Begitu fikirnya.


Hebat dan perkasa.

__ADS_1


Oh shi..t.


Laki-laki itu mengumpat dalam hati, lagi-lagi rasa pening menghantam kepalanya, dia berharap segera sampai dirumah, dia benar-benar harus bertemu istri tercintanya.


"Kita sepakat tidak melakukan hubungan hingga sejauh itu"


Ucap Violet dengan nafas tersengal-sengal, dia mencoba menahan hasratnya, laki-laki itu terlalu pandai membuat dia melayang-layang ke udara.


"Aku tidak pernah menjawab iya bukan?"


Ghanem berbisik lembut ditelinga nya, tiba-tiba bibir itu menyapu lembut ujung telinga nya.


Seketika jemari-jemari Violet menggenggam erat lengan Ghanem.


"Ghanem"


Dia merengek pelan.


Dia keberatan,tapi suara nya seolah-olah berdusta, menyatakan jika dia menginginkan nya.


"Bibi bilang kita belum melewati malam pertama kita"


Setelah berkata begitu tiba-tiba tangan kokoh bagian kanan Ghanem menyeruak masuk dibawah sana.


"Ya? Akhhh"


Gadis itu terkejut, saat dia ingin melontarkan pertanyaan yang keluar malah sebuah desa..Han kecil ketika Jemari Ghanem dengan tega nya mencoba menekan milik nya.

__ADS_1


Seketika gadis itu memejamkan bola mata nya, dia benar-benar nyaris gila.


__ADS_2