Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Tes DNA "Mundur Secara teratur"


__ADS_3

"Kau tidak berubah sedikit pun sejak dulu, bahkan semakin banyak membual, Britania"


Kakek Narayan bicara pada perempuan itu sambil berjalan mendekati sebuah kursi sofa.


Semua orang tahu kakek Narayan begitu menyayangi Violet, dia paling tidak suka ada yang mengganggu Violet sejak dulu, jadi jika Britania masih saja nekat bisa di pastikan Laki-laki tua itu bisa berbuat sesuatu yang buruk pada perempuan itu.


"Kakek...?!"


Britania tercekat, dia fikir semua orang benar-benar tidak mempercayai dirinya.


Dia tidak mungkin salah, dia benar-benar tidur dengan Ghanem malam itu.


"Aku mengizinkan kamu ikut karena permintaan adik perempuan itu waktu itu, jika sampai menggoda suami orang lain persis seperti siapa yang kamu ikuti, itu benar-benar menjijikkan sekali"


Laki-laki tua itu fikir, skandal adik nya Sunita dimasa lalu sudah membuat malu keluarga Narayan, kali ini malah menciptakan skandal baru.


Dia memberikan kesempatan pada adik perempuan nya itu, tapi lihat apa yang terjadi fikir nya?.


Sunita tidak menggunakan kesempatan yang di berikan oleh nya untuk memperbaiki diri.


Malah menghancurkan kan keluarga Narayan demi mencoba meraih keuntungan ambisi nya bahkan menjebak Ghanem dengan cara yang begitu mengerikan.


Dia Fikir seharusnya dimasa lalu tidak memberikan nya kesempatan ke dua.


Manusia jika diberikan kesempatan kedua akan memperbaiki diri, tapi jika tidak seharusnya memang di tinggal kan dan di buang.


"Aku tidak menggoda suami orang lain, dia yang datang ke kamar ku lebih dulu dan menarik diri ku"

__ADS_1


Sangkal Britania.


Mendengar ucapan Britania Karan terlihat menggeleng kan kepala, dia menatap perempuan itu dengan pandangan sedikit mengejek.


Dia fikir bagaimana bisa ada perempuan dengan muka tembok yang begitu mengerikan di dunia ini, bahkan perempuan itu tidak sadar tengah tidur dengan siapa malam itu.


"Kau pasti sudah gila"


Gumam Laki-laki itu pelan.


Di satu sudut Mommy Ghanem tampak khawatir, sejak tadi begitu bingung dengan keadaan.


"Dia benar-benar brengsek, setelah menggunakan aku, meninggalkan kan benihnya lantas pergi tanpa bicara sedikit pun, sekarang bisa-bisa nya tidak mau bertanggung jawab"


Perempuan itu tampak menangis histeris.


Dia masih menggunakan hati nya, dia memang sayang pada Violet tapi melihat Britania seolah-olah begitu menderita dan mencoba menyakini semua orang soal malam di Italia membuat dia khawatir.


"Putra ku bukan orang yang seperti itu"


Ucap mommy Ghanem cepat.


"Aku tahu betul siapa Ghanem, aku fikir kamu pasti salah tinggal bersama orang lain, kamu pasti mabuk malam itu"


Wanita itu Bicara sambil menduga-duga.


"Bibi bahkan tidak mempercayai aku? apa aku serendah itu Dimata semua orang?"

__ADS_1


Tanya Britania sambil menatap semua orang satu persatu.


"Tentu saja terlihat rendah, bukan kah aneh seorang perempuan seperti kamu mencoba menggoda suami orang lain? disaat istri nya ada disana hari itu?"


Tiba-tiba Violet menyahut.


"Kau tidak bertanya pada ku apakah aku bersama suami ku malam itu? kau ini begitu lucu sekali"


Setelah berkata begitu Violet tampak menaikkan ujung bibirnya.


"Aku lupa mengabadikan moment indah kami, tapi untuk membuat keyakinan besar agar kamu tahu diri, mari melakukan tes DNA ketika anak nya di lahirkan"


Tambah perempuan itu lagi.


Mendengar tes DNA semua orang jelas langsung saling berbisik.


Itu memang alternatif terbaik.


"Kau ingin aku menunggu hingga usia kandungan ku 9 bulan? menunggu hingga anak ini lahir lebih dulu?"


Britania jelas terlihat marah.


"Kenapa? apa kau takut kebohongan mu terbongkar?"


Violet menaikkan ujung alisnya.


"Aku yang akan menanggung semua kehidupan kalian hingga bayi nya lahir, jika terbukti dia anak dari suami ku, aku akan mundur secara teratur"

__ADS_1


Setelah berkata begitu Violet langsung menatap wajah Ghanem, dia menelisik bola mata laki-laki itu untuk mendapatkan persetujuan sang suami.


Seolah-olah berkata semua pasti baik-baik saja.


__ADS_2