
8 tahun kemudian
Mansion utama
Karan Narayan
Rasty tampak menghela pelan nafasnya untuk beberapa waktu, dia dokter perempuan yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu.
Bola mata nya tampak berkaca-kaca, dia baru saja melewati malam panjang antara hidup dan mati nya.
Sekali lagi dia dan karan harus kehilangan buah hati mereka.
Entah sudah berapa tahun dia berharap dia Bahkan sudah lupa, bahkan berapa tahun juga mereka berjuang dia juga lupa, mereka mungkin memang belum ingin diberikan kesempatan oleh tuhan untuk mendapatkan apa yang mereka harapkan.
Satu ingatan nya dimasa lalu saat dokter berkata.
"Rahim yang normal posisinya tepat di atas ******, dan ditopang oleh panggul. Namun ada juga kondisi di mana rahim turun atau disebut turun peranakan"
"kebanyakan penyebab rahim turun adalah karena usia. Semakin tua usia, maka semakin mungkin mengalami turun peranakan. Yang kedua adalah karena sudah pernah melahirkan beberapa kali, sehingga otot dasar panggulnya menjadi sangat lentur."
"Tapi untuk kasus nona muda Hurairah, itu terjadi kemungkinan karena kecelakaan yang terjadi dalam tragedi dimana jatuh nya nona di malam mencekam dulu"
"Kemungkinan hempasan besar terjadi tanpa nona sadari hingga membuat rahim nona muda Hurairah turun tanpa disadari"
__ADS_1
"Biasa nya seorang gadis dengan riwayat normal ataupun ibu-ibu yang masih dalam masa subur hampir tidak mungkin mengalami turun rahim. Kalaupun terjadi, turun peranakan atau turun rahim ini masih bisa diperbaiki.
"Masih bisa diperbaiki dengan dipijat, dengan olahraga, tapi kebanyakan kalau sudah menggantung di luar ****** harus dioperasi"
"Untuk kasus Nona muda Hurairah dengan rahim yang turun masih memiliki kemungkinan untuk hamil. Kami fikir setelah kehamilan memang bisa dilakukan dengan penanganan dan perhatian yang tepat untuk mencegah komplikasi selama persalinan. Di samping itu, operasi caesar jadi pilihan terbaik untuk persalinan aman bagi wanita yang turun rahimnya"
Kala itu Rasty memang takut dan cemas, tapi saat dokter berkata masih ada kemungkinan hamil dia fikir setidaknya masih ada kesempatan untuk mendapatkan buah hati, realita nya setelah hamil dengan susah payah, dia harus kehilangan buah hati mereka.
8 tahun bukan waktu sebentar dalam menunggu penuh kesabaran, dan kali ini dia lagi-lagi harus menelan pil pahit sekali lagi.
Dikala Violet menunggu kelahiran anak ke dua mereka, Rasty harus menelan pil pahit sekali lagi.
Tragedi dimasa lalu benar-benar menyisakan luka untuk banyak orang, bahkan dia terkena imbas yang luar biasa dari tragedi malam mencekam kala itu hingga hari ini.
Dia merasa tidak sempurna.
"Aku fikir kita berhenti hingga disini saja"
Karan bicara pelan sambil menatap bola mata Rasty dengan pandangan berkaca-kaca, menyentuh lembut wajah pucat Rasty yang menatap nya dengan sejuta kesedihan yang mendalam.
"Mari berhenti berharap, mari berhenti memaksakan diri kamu untuk hal seperti ini lagi, aku tidak bisa lagi melihat kamu seperti ini"
Ucap Karan pelan.
__ADS_1
"Apa kamu mendengarkan aku, sayang?"
Tanya Karan cepat sambil menyentuh kedua belah pipi Rasty untuk waktu yang cukup lama.
Alih-alih menjawab Rasty hanya bisa menumpahkan air mata nya, dia menangis terisak masuk kedalam pelukan laki-laki itu untuk waktu yang begitu lama.
Dikala semua orang telah memiliki penerus mereka, Rasty bahkan tidak diberikan kesempatan oleh tuhan sekalipun.
"Maafkan aku"
Sebaris kalimat itu terus meluncur dari bibir nya.
Entah apa yang difikirkan Karan dia tidak tahu, tapi bagi Rasty laki-laki mana yang bisa bertahan hidup bersama perempuan yang tidak bisa memberikan mereka keturunan.
Dia jelas mengkhawatirkan semua hal itu hingga saat ini, takut jika Karan mulai lelah untuk terus berdiri disampingnya.
Mereka jelas terlalu banyak melewati masa Sulit bersama, Rasty kadang tidak yakin lagi jika Karan masih mau bertahan disamping dirinya.
"Maukah kamu Menikah lagi saja?"
Sebaris kalimat itu pada akhirnya terlontar juga dari balik bibir perempuan itu.
Seketika ekspresi wajah Karan berubah, laki-laki itu jelas mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Berhentilah bercanda dengan ku"