
2 bulan setelah terbuka nya kasus kematian
Daddy Ghanem dan Karan
Mansion utama Hurairah
"Aku fikir kita terpaksa menggunakan metode menekan ingatan untuk Violet, dia mengalami trauma mendalam untuk kejadian masa lalu"
Ucap Perempuan yang ada di hadapan Ghanem.
"Aku fikir itu bukan pilihan yang baik, dia akan mengikat memori lama, mematikan semua ingatan soal siapa pun yang ada di masa lalu nya, satu-satunya ingatan yang ada didalam ingatan nya adalah siapa orang pertama yang dia lihat ketika dia bangun dari tidurnya"
Karan bicara cepat ke arah Ghanem.
"Apa tidak ada metode lain?"
"Aku fikir itu satu-satunya metode paling terbaik untuk melindungi dirinya saat ini, obat-obatan bukan pilihan bijak untuk saat ini"
Perempuan itu kembali bicara, menatap wajah Ghanem untuk beberapa waktu.
"Aku fikir sebaiknya kita mendapatkan liburan sejenak, mencoba membawa dia ketempat-tempat nyaman lebih dulu beberapa waktu, aku fikir Violet butuh quality time terbaiknya saat ini"
Ucap Rasty tiba-tiba dari arah samping, seseorang tampak mendorong perempuan itu dengan kursi roda.
"Sudah merasa baikan?"
Karan berdiri dari duduknya, berjalan cepat mendekati Rasty.
__ADS_1
Laki-laki itu langsung meraih tubuh sang istri, menggendong Rasty Secara perlahan menuju kearah kursi sofa.
"Hmmm hanya saja masih terasa ngilu, dokter bilang masih butuh waktu khusus untuk masa pengobatan nya"
Ucap perempuan itu pelan, membiarkan Karan meletakkan tubuh nya ke atas kursi sofa.
Karan mengangguk pelan, dia membenahi bantal di punggung dan kepala Rasty, membiarkan perempuan itu bersandar dengan posisi ternyaman nya.
"Besok kita akan kembali menemui dokter nya"
Ucap Karan pelan.
"He em"
Rasty mengangguk kan kepalanya perlahan, perempuan itu menoleh ke arah Ghanem cepat.
Ucap perempuan itu lagi ke arah Ghanem.
Yang ditanya tampak diam sejenak, Ghanem memijat sejenak kepalanya.
"Aku akan membicarakan nya pada Violet"
Ucap nya kemudian.
Setelah berkata begitu Ghanem langsung berdiri dari posisi duduknya, laki-laki itu tampak berjalan menjauhi kedua orang itu.
Ghanem melangkah menuju ke arah tangga, dia berjalan perlahan menaiki tangga satu persatu menuju ke arah kamar utama atas.
__ADS_1
Begitu kaki nya sampai didepan pintu kamar tersebut Ghanem secara perlahan membuka pintu kamar tersebut, laki-laki itu masuk kedalam dan melangkah mendekati Violet yang tengah tertidur pulas.
Ghanem menatap Violet Sejenak, secara perlahan laki-laki itu duduk di samping Violet, dia menyentuh lembut wajah pucat itu untuk beberapa waktu lantas mencium lembut kening perempuan tersebut.
Seketika Violet tersentak dari tidurnya, Belakangan perempuan itu memang tidak bisa tidur dengan nyenyak, jutaan mimpi buruk terus menghantui dirinya, bahkan perempuan itu selalu mengingat hal-hal mengerikan didalam ingatan nya.
Satu-satunya obat penenang nya hanya Ghanem, laki-laki itu seperti candu yang terus menempel di dalam hidupnya, yang bisa membuat rasa takut dan sakit nya menghilang Secara tiba-tiba.
"Mari mendapatkan makan malam"
Ucap Ghanem sambil mengelus lembut wajah perempuan itu, bola matanya menatap dalam bola mata Violet untuk beberapa waktu.
"Aku tidak lapar"
Ucap Violet pelan.
"Sedikit saja, aku sudah meminta pelayan membàwa kemari, kita akan makan bersama-sama hmmm"
Ucap laki-laki itu dengan suara yang begitu lembut.
Sejenak Violet diam, kemudian dia mengangguk kan pelan kepalanya.
"Hmmm"
Ghanem melebarkan senyuman nya.
__ADS_1